Negara Jepang memasuki masa darurat virus corona dari bulan April, yang awalnya direncanakan untuk selesai pada awal Mei. Akan tetapi melihat jumlah kasus yang terus bertambah, rencana itu diubah dengan masa darurat tersebut jadi diperpanjang sampai akhir Mei. Akan tetapi kabar mengejutkan diumumkan oleh PM Abe Shinzou, yang mengatakan kalau masa darurat coronavirus Jepang diangkat lebih awal.

Pengangkatan masa darurat itu dilakukan bertahap seperti saat memasukinya. Awalnya pada tanggal 15 Mei kemarin diumumkan kalau masa darurat virus corona dihentikan di 39 prefektur. Setelah itu minggu lalu mereka mengangkat masa darurat itu pada prefektur Osaka, Kyoto, dan Hyogo karena mereka telah memenuhi target infeksi baru 0.5 kebawah dalam seminggu per 100.000 orang.

Yang tersisa hanya Tokyo dan 4 prefektur lain di sekitarnya, dan akhirnya pada tanggal 25 kemarin Abe mengumumkan kalau sisa prefektur tersebut diangkat masa daruratnya lebih awal dari yang direncanakan pada tanggal 31 Mei.

Abe mengatakan dalam konferensi pers kalau ia memutuskan untuk mengangat masa darurat di seluruh penjuru Jepang melihat kalau dalam satu setengah bulan lebih situasi infeksi virus corona itu hampir dapat dikendalikan.

Tapi meskipun begitu hanya karena angka infeksi menurun bukan berarti nol karena virus itu masih saja ada, dengan Abe mengatakan pertempuran melawan virus itu masih berlanjut, dan ahli kesehatan mengatakan untuk waspada akan gelombang infeksi kedua atau bahkan ketiga. Abe juga mengatakan bisa saja masa darurat itu dijalankan kembali jika angkanya naik lagi.

Tokyo ibukota Jepang terkena dampak coronavirus paling besar, dan diumumkan oleh Koike Yuriko sang gubernur kalau ia akan memulai fase bertahap dalam membuka bisnis disitu. Tahap pertama akan dimulai dengan membiarkan restoran dan tempat makan dibuka sampai jam 10 malam.

Berikutnya mulai akhir bulan semakin bertambah fasilitas yang dibuka seperti bioskop. Akan tetapi tempat-tempat yang kemungkinan bakal penuh ramai seperti gym, tempat karaoke dan venue musik live masih tidak diperbolehkan untuk dibuka.