Disamping lagi gencar-gencarnya oleh adaptasi live action Kimi Uso, Baru-baru ini edisi untuk bulan Juli dari majalah bulanan Shonen Magazine memberitahukan bahwa kumpulan cerita sampingan atau yang sebutan yang lebih familiarnya yaitu side story Kimi Uso, seri yang mampu membuat luka yang membekas di kokoro lebaaaay coeg wkwkwk akan mulai diterbitkan pada tanggal 18 Agustus nanti yang akan datang. Kumpulan side story tersebut katanya akan berjudul “Shigatsu wa Kimi no Uso: Coda” dan akan ditulis serta digambar langsung oleh sang mangaka seri utamanya, Naoshi Arakawa. Dalam kumpulan side story tersebut, akan hadir 5 chapter yang sudah termasuk dalam bonus bagi pembeli versi BD/DVD dari TV animenya. Akiba-chan dan Akiba-kei bisa melihat list daftar side story tersebut dibawah ini:

  • Summer’s Twilight‘ dan ‘Summer’s Illusion‘: 2 episode yang akan berpusat pada perfoma pertama Kousei Arima.
  • Two Years Later‘: Menceritakan tentang bagaimana cerita kelanjutan dari Nagi Aiza dan Shunya Miike.
  • Summer’s Vestiges‘: Mengungkap apa yang ada dalam pikiran Kaori Miyazono.
  • Secret Society KKE‘:  Menggambarkan kehidupan kampus Emi Igawa.

Widih widih widih, sudah siapkah Akiba-chan dan Akiba-kei bernostalgia bersama Kaori-chan dan seri tersebut? Bakalan nguras stok tissue gak yah? 😀

Coda

Shigatsu wa Kimi no Uso (四 月 は 君 の 嘘 Your Lie in April‘) atau diterjemahkan secara harfiah ke bahasa Indonesia sebagai Kebohonganmu di Bulan April adalah serial manga Jepang yang ditulis dan diilustrasikan oleh Naoshi Arakawa. Diadaptasi oleh A-1 Pictures sebagai serial televisi yang mulai mengudara pada bulan Oktober 2014 di Fuji TV blok noitaminA.

Bercerita tentang Kousei Arima, seorang yang berbakat dalam piano yang selalu mendominasi dalam kompetisi dan jadilah dia terkenal di antara para musikus cilik. Setelah ibunya yang juga dikenal sebagai instrukturnya meninggal dunia, dia mengalami penurunan mental di saat dia sedang pertunjukan piano di usia 11 tahun. Akibatnya, dia tak bisa mendengar suara dentingan piano walaupun dia berusaha mendengar sebaik-baiknya. Dua tahun kemudian, Kousei sama sekali tak menyentuh pianonya dan beranggapan dunianya monoton lagi tanpa warna. Diapun berlepas-diri dari segala kehidupan dan teman-temannya, yakni Tsubaki dan Watari, sampai dia bertemu seorang gadis yang mengubah hidupnya. Kaori Miyazono, seorang pemain biola yang dikenal cantik dan bersemangat besar yang merupakan sifatnya, menolong Kousei mengembalikan dunia musiknya dan menunjukkan bahwa dia harus bebas lagi tanpa tekanan supaya tidak lagi bermain dengan gaya yang kaku, yang seperti itulah cara Kousei bermain saat itu.