Kisah cinta sesama gender sudah jadi sesuatu yang lumayan umum dalam dunia anime dan manga. Baik itu sesama wanita alias Yuri ataupun sesama pria alias Yaoi alias Boys Love (BL). Bahkan pada cerita non-romance, elemen itu tetap bisa masuk sebagai fanservice. Tapi itu bisa memberi pro dan kontra. Dan dari situ bisa muncul berbagai pendapat. Salah satunya adalah dari Mangaka Kuroshitsuji yang mengutarakan pendapatnya akan cinta homosexual dalam sebuah cerita.

mangaka kuroshitsuji

Baru-baru ini, Toboso Yana, pembuat manga Kuroshitsuji, menulis Tweet dengan topik tersebut. Dan seperti yang diketahui oleh para fans, walau memang tak blak-blakan ada cintanya, Kuroshitsuji memang penuh karakter-karakter pria bishie dari yang remaja sampai dewasa, yang relasinya antara satu sama lain bisa bikin fans yaoi jadi.. kreatif 😀 Eniwei, berikut Tweet tersebut,

“Baik itu cerita yang memiliki homosexual romance (bukan cuma secara seksual) jika itu menarik, ya itu menarik, apakah itu salah? Aneh melihat pasangan sesama lelaki langsung dicap Untuk Fujoshi dan juga aneh melihat orang-orang menolaknya. Mungkin yang menolaknya itu karena cinta pasangan tersebut bukan bagian utama cerita. Padahal ada banyak juga kisah dengan pasangan sesama gender sebagai point utama yang bagus”

Setelah itu, ada juga Tweet part 2 dari Toboso sensei. Yang ini mengenai pengalamannya sebagai mangaka. Toboso sendiri juga sebelumnya pernah menuliskan cerita mengenai kisah Boys Love,

“Dulu saya membuat kisah dengan Boys Love (romance) sebagai tema utama cerita, dan saya tertekan dengan kesulitannya yang luar biasa. Baik itu cinta sesama gender maupun lawan jenis, menurut saya sebuah karya dengan romance sebagai tema utama adalah sesuatu yang penuh energi. Bagi saya tingkat kesulitan dalam menulis kisah cinta lebih tinggi lagi daripada menggambar pertempuran melawan zombie atau tank”

Walau tak ada kepastian, tapi mungkin mangaka kuroshitsuji ini menulis tweet tersebut karena memang tak sulit membayangkan ada orang yang tak menyukai atau menghindari Kuroshitsuji atau seri bishonen lain. Menganggapnya itu hanyalah fanservice semata bagi para wanita (atau pria) padahal bisa juga ada elemen yang lebih dalam lagi pada ceritanya.

Intinya sih, kalau menarik/keren ya ikuti saja ceritanya 😉 Tak perlu menghindar karena elemen yaoi/yuri-nya. Kalau menurut mina-san bagaimana? Sebagai fans anime dan manga, apakah ada yang setuju dengan pendapat Toboso sensei itu?