Ada yang sedang menonton anime Mushoku Tensei? Mungkin di Youtube via channel Muse Asia/Indonesia Seri tersebut menjadi salah satu judul teramai pada musim ini, dengan berbagai kritik dan pujian dilontarkan pada anime light novel tersebut. Dan untuk pujian, salah satunya datang dari mangaka seri light novel Kumo Desuga, yang ditemukan netizen memberikan pujian pada elemen seksual dalam cerita Mushoku Tensei.

Mangaka tersebut adalah Kakashi Asahiro, dan kemarin-kemarin ia menuliskan beberapa tweet akan hal tersebut. Pujiannya dibuka dengan sang mangaka mengatakan kalau menonton adaptasi anime dari Mushoku Tensei memastikan dirinya kenapa Mushoku Tensei menjadi karya light novel pada website Shosetsuka ni Narou yang monumental tapi dengan eksentrisitasnya tersendiri.

Ia kemudian menjelaskan eksentrisitas tersebut adalah afirmasi vulgaritas. Dengan cerita yang dirilis setelahnya suka tanpa sadar menurunkan gambaran seksual yang mungkin karena hanya digunakan sengaja untuk fanservice. Tapi Sex pada Mushoku ditampilkan sebagai blak-blakkan dan begitu saja. Pasangan orangtua yang punya anak bisa seks lagi setiap malam untuk punya anak berikutnya, seorang anggota keluarga raja bisa melakukannya dengan maid depan anak kecil.

Ada perbedaan halus antara apa yang Diinginkan dengan apa yang Sebagaimananya. Mushoku mengimajinasikan pikiran wajar dari waktu dalam sejarah manusia dan membangun budaya fiksi dalam hal seks. Memang ada preferensi seksual pribadi, tapi fakta kalau hal itu ditampilkan dengna berani adalah sesuatu yang tak biasa.

Ketika ada sesuatu yang moral ditampilkan dalam sebuah karya fiksi biasanya mereka merefleksikan nilai dari masa modern, tapi seks terlalu sering diringankan. Kalau ingin menampilkan budaya pada level abad pertengahan tak mungkin bisa lari dari seks. Mushoku menampilkannya dengan pasti, bahkan memperlihatkan adegan wanita masturbasi, karena dulu diserialisasikan gratis jadi bisa melewati larangan itu.

Sang protagonis tanpa harapan tidak mendapati sisi negatifnya diafirmasikan, sisi negatifnya tidak dibersihkan jadi sesuatu yang mulia. Dengan caranya sendiri yang tanpa harapan ia menyesal akan tindakannya dan berusaha hidup lebih baik. Alhasil, ia diterima. Penerimaan akan hal baik dan buruk itu menurut Kakashi sensei tidak ada pada budaya media saat ini.

Rudeus berkembang, tapi intisarinya sebagai pria mata keranjang tidak berubah. Tapi meskipun begitu ia dibiarkan hidup dan berbuah, yang memberi rasa pengampunan. Kakashi kemudian menutupi penjelasannya dengan mengatakan tema Mushoku dimana bahkan pria sebelum Rudeus bisa diampuni tersebut menangkap inti dari perkataan “Orang berdosa lebih butuh Keselamatan daripada orang baik” dalam agama Buddha.