Segala hal pasti ada sejarah dan awal mulanya. Seperti misalkan media anime, yang sejarahnya dirayakan tahun 2017 lalu yang bertepatan dengan 100 tahun umur anime Jepang. Dalam dunia game juga ada, seperti melihat awal mula dari perusahaan game terkemuka di Jepang, Nintendo. Setelah sejarah yang berhubungan dengan anime dan game, kali ini kita lihat sejarah mengenai Manga. Tepatnya, mengintip Manga Magazine warna pertama di Jepang.

Mina-san kemungkinan besar tahu apa itu manga magazine. Sesuai namanya itu adalah majalah yang berisikan kumpulan manga, dengan contoh yang paling diketahui namanya saat ini di Jepang adalah majalah Shonen JUMP.

Tapi tentu ada banyak majalah manga lain selain Shonen JUMP. Dan tentu majalah manga ada sejarahnya. Yang diawali dengan majalah manga berwarna pertama di Jepang, yang bernama Tokyo Puck yang diterbitkan tahun 1905 sampai era Showa tahun 1941. Majalah tersebut terinspirasi dari majalah satire asal Amerika, yang namanya juga Puck

Ini membuat umur majalah tersebut lebih tua dari sang Dewa Manga Tezuka Osamu, yang lahir tahun 1928. Chief editor majalah itu, Kitazawa Rakuten, yang merupakan kartunis profesional pertama di Jepang, dilihat oleh para ahli sejarah sebagai Ayah Manga Modern, bahkan ia yang pertama memakai kata Manga dalam arti modernnya.

Saat ini karya-karya Kitazawa Rakuten tersebut dikenang dalam Museum Manga Saitama, karena tempat tinggalnya dulu di Omiya yang saat ini menjadi bagian Saitama. Dan disitu majalah manga Tokyo Puck buatannya juga ditampilkan secara fisik.

Tapi yang mau baca tak dapat menyentuhnya, karena umur kertas yang tua dan untuk mencegah kerusakan, majalah tersebut disimpan dalam tempat spesial dengan suhu yang terkontrol, dengan beberapa halamannya di-display.

Tapi bagi yang mau mengintip isinya, baru-baru ini diumumkan kalau Tokyo Puck Magazine akan didigitalkan untuk bisa lebih awet lagi. Perwakilan Museum tersebut juga mengatakan diharapkan dengan ini karya Rakuten bisa lebih banyak di-display, dan membuat lebih banyak orang tahu akan karya-karyanya.

Pendigitalan tersebut merupakan bagian dari dokumentasi Meiji 150-Nen. Itu adalah projek yang sama yang mendokumentasikan sejarah perusahaan Nintendo. Dan itu dilakukan sebagai penghormatan 150 tahun sejak lewatnya jaman Meiji, yang dimulai dari tahun 1868.

Comments