Manajemen JKT48 Bakal Tersandung Masalah Hukum

Netizen Twitter Indonesia kemarin digegerkan dengan sebuah hashtag #GugatanUntukJOT. Hashtag ini bukan sekedar hashtag untuk lelucon namun hashtag ini benar-benar dilakukan.

Berawal dari pengumuman JOT (JKT48 Operation Team) yang berisi bahwa pengunjung Hanshake Event yang terlambat datang untuk verifikasi serta terlambat masuk ke dalam antrian akan dihanguskan. JOT disini menganggap “dihanguskan” berarti dibatalkan dan tidak ada kompensasi uang kembali. Hal ini rupanya berbuntut panjang. Seorang fans yang sudah rela menggelontorkan dananya untuk mengikuti Handshake Event merasa dirugikan atas perilaku JOT. Oleh karenanya ia telah mengirimkan surat pengaduan pertamanya namun tidak ada tanggapan dari pihak JOT. Respon inilah yang membuat fans geram dan akhirnya mengajukan tuntutan ke pengadilan atas tindakan kurang kooperatif JOT. Hingga berita ini diturunkan, hashtag #GugatanUntukJOT masih sempat bertengger di Trending Topic World Wide Indonesia.

jot1 jot2 jot3

Dari hashtag tersebut terkuak bahwa pelayanan JOT sebagai produsen sangatlah buruk. Terbukti dengan banyaknya fans yang memprotes beragam tindakan JOT. Tentunya hal ini akan semakin meruncing karena fans telah melaporkan tindakan JOT ini dengan ancaman jeratan UU Perlindungan Konsumen Pasal 12, 16 dan 18.