Cerita curhatan orang jepang di twitter memang unik. Setiap hari banyak tweet yang menginspirasi ataupun menjadi hiburan pembaca. Mulai dari kisah lucu, kisah yang bikin menitikkan air mata sampai kisah yang bikin gregetan berikut ini. Seperti diungkapkan oleh pengguna bernama Rakusha. Dalam tweetnya, Rakusha bercerita bahwa temannya baru saja melakukan hal sangat keren sehingga malah membuat manager yang marah kepada karyawan dipecat oleh owner. Kok bisa? ternyata alasannya sangat tepat sih….

Jadi ceritanya, suami dari teman Rakusha adalah seorang salaryman (sebutan untuk karyawan kantor di jepang) di sebuah perusahaan. Suatu hari, mengetahui istrinya tumbang karena flu dan demam, suami tersebut meminta izin kepada managernya untuk pulang lebih awal. Tentu saja tujuannya agar bisa mengantar istrinya ke dokter dengan segera.

Namun alih-alih mengizinkan, sang manager malah marah dan berkata tidak sopan sambil menyepelekan. “Kamu nggak tau? Posisimu itu bisa dengan mudah digantikan orang lain!” dengan berkata begitu, sudah jelas kalau manager tersebut tidak percaya kepada si suami dan mengancam untuk memecatnya bila tetap nekat pulang.

Tapi jawaban si suami kemudian bikin tercengang. Bahkan seisi kantor terdiam:

“TAPI ISTRIKU TIDAK TERGANTIKAN!”

Suami tersebut berkata dengan nada tinggi sampil meninggalkan ruangan, beserta nametag dan lainnya. Dengan begitu ia pikir ia sudah dipecat secara tidak hormat. Dan tidak pernah berfikir bisa kembali bekerja.

Hari berikutnya, ternyata ia mendapat panggilan dari kantor untuk kembali masuk kerja setelah istrinya sembuh. Dan cukup kaget karena mendapati sang manager sudah dipecat. Pihak perusahaan juga meminta maaf kepada suami tersebut. Demi privasi, Rakusha tidak menceritakan secara detail diperusahaan mana kejadian itu berlangsung. Tapi ia mengkonfirmasi bahwa itu bukan sekedar cerita belaka karena memang teman dekatnya yang mengalami sendiri.

Well, bagi mimin itu amazing memang. Managernya arogan kayak gitu ya pantes aja dipecat. Toh gak bisa menghargai karyawan. Kalau emang alasannya kurang valid kan bisa minta bukti baik-baik. Misalnya minta surat dokter saat istri karyawan tadi selesai diperiksakan. 😀 Bukan malah marah kepada karyawan secara sambil nyinyir. 😀

Minasan pernah mengalami hal amazing kayak apa di kantor? Cerita dong hehehe