Wabah virus corona memang menyusahkan para fans animanga dalam dan luar Jepang. Virus itu telah membuat banyak anime kena delay dalam penayangan episode baru atau penayangan seri itu secara keseluruhan. Dan masalah tersebut juga terjadi dalam dunia manga, dengan baru-baru ini ditemukan makin bertambahnya pengumuman manga hiatus, dan ada yang dikabarkan bisa kemungkinan kena delay dalam perilisan chapter barunya.

Contoh yang lumayan besar adalah seri manga Golgo 13, bisa dibilang kini merupakan seri manga terpanjang di dunia yang pertama diluncurkan tahun 1968 oleh mangaka Saito Takao. Manga tersebut telah berjalan sekitar 52 tahun dalam majalah manga Big Comic dari Shogakukan, tapi untuk pertama kalinya, seri itu terpaksa dihentikan dulu.

Dijelaskan kalau para 10 staff grup Saito Production dari sang mangaka yang memproduksi manga itu jadi sulit bekerja karena masa darurat virus Corona di Jepang. Pada akhirnya seperti seri klasik Kinnikuman, pihak mangaka memutuskan untuk hiatus setelah mendiskusikannya dengan departemen editorial Big Comic demi menjaga kesehatan para staff pembuat manga itu.

Dan tentu tak hanya itu, dengan diumumkan ada dua seri manga lain dari penerbit Shogakukan yang kena hiatus. Yaitu seri manga MIX karya Adachi Mitsuru dan seri manga Matinee to Soiree karya Osuga Megumi yang keduanya diserialisasikan di majalah manga Gessan.

Kedua seri itu terlihat tak merilis chapter baru dalam edisi terbaru majalah tersebut, yang dikarenakan efek masa darurat wabah virus corona membuat sang mangaka tak bisa bekerja dengan asistennya. Majalah tersebut meminta para pembaca untuk menunggu sedikit lebih lama lagi untuk publikasi chapter barunya.

Dan setelah Shogakukan, ada juga masalah pada majalah manga terkemuka Shonen JUMP terbitan Shueisha. Dimana dalam edisi barunya yang dirilis minggu ini, diumumkan kalau mereka memprediksi bisa adanya delay untuk perilisan chapter baru seri manga mereka.

Alasannya dikatakan karena kini mangaka berusaha menggambar manga dengan cara yang semakin mengurangi resiko ketularan virus corona dan itu membuat waktu yang diperlukan untuk membuat manuscript jadi bertambah. Sesuatu yang telah dijelaskan juga oleh mangaka Oda Eiichiro kemarin-kemarin mengenai situasi animanga JUMP One Piece.