Minna-san sudah jelas tahu akan beberapa makanan khas Jepang yang sudah cukup lama menginvasi Indonesia dewasa ini. Mulai dari 5 daftar yang telah disebutkan sebelumnya, hingga yang mana Minna-san belum tahu dan mengenal lebih detail. Berikut akan tersaji part dua dari Makanan Khas Jepang Yang Terkenal Seantero Dunia. Penasaran apa saja? Yuk, kita ulik!

  1. Onigiri

Onigiri

Kuliner Jepang mendapat pengaruh yang amat besar dari negeri pendahulunya, Bangsa Cina. Melalui perdagangan dimana kaum Tiongkok menjadi yang dominan menginvasi negara-negara luarnya, Jepang kebagian budaya konsumsi darinya. Bangsa Cina memperkenalkan pemakaian sumpit, kecap, dan vegetarisme kepada bangsa Jepang. Semula, bangsa Jepang yang lebih suka mengonsumsi daging dari unggas seperti bebek dan ayam, kini seiring perkembangan zaman, budaya kuliner Jepang didominasi dengan bahan makanan lautnya, seperti ikan, kerang, udang, cumi, gurita, dan sebagainya. Selain itu, kacang kedelai juga mendominasi kuliner Jepang, seperti kecap Jepang (Soyu), tauco Jepang (Miso), dan tahu Jepang (Tofu). Bahan-bahan dasar makanan khas Jepang yang kaya akan protein dan vitamin inilah yang membuat bangsa Jepang diakui sebagai bangsa yang berumur panjang. Begitu pula terhadap nasi, kaum Tionghoa juga memperkenalkannya pada penduduk lokal Jepang. Hingga akhirnya, selain menjadi makanan pokok yang wajib ada di atas meja makan, nasi mendapat gubahan dari orang Jepang. Salah satunya yang paling adalah Onigiri.

Onigiri merupakan makanan khas Jepang yang berbahan utama nasi putih. Nasi putih ini diuleni dengan tangan, dibuat bentuk bulat agak segitiga yang sangat khas. Umumnya, Onigiri dibungkus dengan lembaran rumput laut dan diisi dengan udang rebus, mayonnaise, daun bawang, Ume (asaman buah plum), dan tarako atau mentaiko (telur ikan terbang). Menjadikan Onigiri sebagai olahan makanan yang lebih instan dan mudah dibawa, karena nasi sudah terdapat lauk pauk di dalamnya. Cocok untuk yang ingin rekreasi, bekal sekolah untuk para siswa, dan seseorang yang suka mengembara jauh, menjelajahi dunia.

Minna-san mau coba buat? Mudah kok, sekarang sudah bertebaran resep Onigiri yang simpel serta mudah dibuat. Atau bisa mengunjungi restoran-restoran di bilangan Jakarta Selatan dan sekitarannya, di sana tersedia banyak olahan Onigiri pada stan makan publik.

 

  1. Udon

Udon

Satu lagi yang Bangsa Cina tinggalkan di Jepang, yakni masakan yang bernama Udon. Udon sendiri masakan yang berasal dari Tiongkok, kata Udon diasimilasi dari kata dasar Tiongkok: “Wonton”, yang mana artinya “Pangsit”, kemudian oleh orang pribumi Jepang dilafalkan sebagai Undon atau Udon. Makanan khas yang dikenal luas oleh mata dunia ialah berupa mie yang mendapat gubahan besar dari Jepang serta terbuat dari tepung terigu. Biasanya, Udon memiliki ukuran yang lebih besar ketimbang dengan ukuran mie pada umumnya. Selain ukuran tersebut, Udon memiliki ukuran yang tipis dan kecil-kecil. Udon juga memiliki berbagai macam jenis berdasarkan cara memasak lagi isi dalamnya.

Di Indonesia, Udon telah dikembangkan dengan bahan yang halal. Seperti membuang bahan penyedap Mirin yang mengandung alkohol, atau minyak babi yang sering dipakai oleh orang Jepang sebagai rasa gurih kuah makanan. Beberapa restoran di Jakarta Barat yang menyajikan makanan khas Jepang ditemui Udon di daftar penyajiannya, begitu pula Bandung, kota besar yang mendapat julukan “Kota Kembang” itu ada pula yang menjajakan olahan Udon.

 

  1. Shabu-shabu

Shabu-shabu

Eits, bukan Shabu; Sharapan bubur, ya. Tetapi Shabu-shabu yang mana adalah salah satu masakan khas Jepang yang terkenal juga di dunia, selain Onigiri dan Udon. Shabu-shabu sendiri ialah masakan asal Negeri Bunga Sakura yang terbuat dari irisan tipis daging, tahu, jamur dan sayuran. Daging yang biasanya dipakai adalah daging sapi, namung terkadang ada pula yang memakai daging ayam, ikan, dan gurita. Shabu-shabu dimasak pada sebuah panci khusus. Daging shabu-shabu dinikmati bersama saus Jepang yang mengandung wijen yang disebut “Gomadare”.

Jika ingin menemui Shabu-shabu yang bukan Sarapan Bubur, lagi-lagi Ibukota Jakarta sebagai pilihan yang tepat.

 

  1. Sukiyaki

Sukiyaki

Sama seperti Shabu-shabu, Sukiyaki merupakan makanan khas Jepang yang disajikan pada sebuah panci dengan maksud sambil dimasak. Sukiyaki berisi irisan daging sapi yang tipis, sayuran, jamur, dan tahu. Cara memasak Sukiyaki adalah dengan direbus. Irisan daging sukiyaki disantap dengan cara dicelupkan ke dalam kocokan telur ayam yang disajikan di mangkuk kecil yang terpisah. Sedikit berbeda dari Shabu-shabu.

 

  1. Mochi

Mochi

Makanan yang dapat dikategorikan sebagai cemilan ringan nan manis ini masuk ke dalam daftar makanan khas Jepang yang terkenal seantero dunia. Namun, sayangnya, khayalak ramai terlanjur mengenal Mochi berasal dari kota Sukabumi, padahal sebenarnya Mochi berasal dari Jepang yang diwariskan dari penjajahannya di masa silam. Mochi terbuat dari tepung beras ketan yang dibuat seperti pasta yang kemudian dibentuk. Di Jepang, Mochi dibuat pada saat ada acara tradisional bernama ‘Mochitsuki’, di festival ini jajanan Mochi yang rupa-rupa bentuk, rasa, isinya berjajar sepanjang lokasi festival, makanan ini pula sering dibuat pada tahun baru. Awalnya, Mochi berbentuk segitiga namun dalam perkembangannya bentuk mochi menjadi bervariasi, seperti ikan, bintang, bulandan bentuk menarik lainnya. Dalam perkembangannya, isi mochi pun menjadi lebih beragam dan lebih menarik, seperti isi es krim, cokelat, dan sebagainya.

Di Indonesia, untuk mendapatkan Mochi bisa mengunjungi tempat wisata yang ada di Bandung. Beberapa di antaranya seperti Floating Market Lembang dan Curug yang pernah Penulis kunjungi, ada penjual Mochi yang menawarkan dengan teriakan bahasa sunda yang unik. Isi Mochi ada yang rasa stroberi, cokelat, dan nanas. Wadahnya pun cukup unik, yaitu menggunakan anyaman bambu yang dibuat kotak kecil. Harganya pula terjangkau, sekitar lima belas ribu rupiah sampai dua puluh lima ribu rupiah untuk satu hingga beberapa kotak Mochi. Setara dengan kualitas rasa yang lumayan lezat sambil melanjutkan perjalanan wisata.

 

Itulah 5 makanan khas Jepang lain yang juga sama terkenal di ranah dunia. 🙂 Minna-san berniat mencoba salah satunya ‘kah?

SHARE
Previous articleLihat PV Menggemparkan “Fate/Kaleid liner Prisma Illya 3rei!!” Berikut
Next articleWaifuMaster Eps. 7 – Chiyo Sakura (Gekkan Shoujo Nozaki-kun)
Winata SilenceAngelo merupakan seorang penulis remaja yang lahir pada 3 September 1997 di kota Karawang. Kecintaannya terhadap diksi yang melankolis serta menyentuh mengantarkannya ke dunia kepenulisan. Pada umurnya yang masih sangat muda ini, ia berhasil meraih beberapa penghargaan sastra serta menjadi kontributor dari buku-buku puisi. Menurut Winata, dalam sebuah naskah, entah itu novel, cerpen, esai, puisi, atau sekadar kata-kata, yang terpenting adalah unsur amanat. Seperti ketajaman pada ujung mata pedang, amanat merupakan apa yang menjadi tolak ukur suatu seni. Di sanalah segala dari pemikiran sang penulis bermuara, hingga kemudian menunjukan keindahannya dengan sangat artistik.