Jaman sekarang ini internet dan dunia digital semakin maju. Semakin banyak tempat untuk streaming video dan juga membaca buku secara digital. Tapi hal tersebut tak selalu positif, yang kita lihat beberapa waktu lalu dengan kabar kalau penjualan fisik majalah manga JUMP di Jepang menurun. Tapi ditemukan hal yang lebih mengejutkan lagi baru-baru ini, karena dilaporkan kalau 12 majalah manga Jepang punah pada pertengahan awal tahun 2018 ini.

Laporan itu dikabarkan oleh website Sankei News, mengatakan kalau pada hari Minggu kemarin ditemukan kalau 12 majalah manga di Jepang telah menghentikan penerbitannya, yang disebabkan oleh rendahnya angka sirkulasi karena proliferasi smartphone sebagai cara baru untuk baca manga.

Ini memang bukan angka yang paling besar, karena jumlah pemberhentian publikasi majalah manga yang paling banyak terjadi pada tahun 2014. Dimana pada pertengahan awal tahun tersebut ada sampai 14 majalah manga yang berhenti terbit, dan dengan total mencapai 36 majalah manga pada akhir tahun tersebut.

Tapi tahun 2018 ini cukup mengkhawatirkan. Karena tak seperti 2014 dimana yang berhenti adalah majalah manga yang kecil dan tak begitu populer, tahun 2018 ini ada beberapa nama besar yang mulai berjatuhan. Seperti Hana to Yume dan Young Animal Arashi terbitan Hakusensha, dan You Magazine terbitan Shueisha.

majalah manga

Menurut pengamatan Uemura Yashio seorang profesor dalam hal penerbitan, bisa semakin banyak anak-anak yang tak mengerti cara membaca majalah jenis tersebut. Karena semakin meningkatnya jumlah app gratis untuk membaca manga, dan semakin didukungnya membaca melalui vertikal scrolling pada smartphone.

Tapi tak semuanya negatif. Dalam lautan dominasi teknologi digital, masih ada juga majalah yang menggunakan metode kreatif untuk meningkatkan penjualannya, menurut pendapat dari peneliti penerbitan Shibata Kyouhei.

Contohnya majalah Comic Shonen S yang diterbitkan Shogakukan. Pada akhir bulan Mei lalu dikabarkan kalau isu majalah tersebut untuk bulan Juni dan Juli terjual sampai sold out dan mereka perlu melakukan print ulang. Kedua isu tersebut menampilkan karakter Amuro Tooru, yang sedang booming popularitasnya karena suksesnya movie Conan tahun ini.