Sesi interview adalah sesuatu yang umum dalam dunia kerja, baik itu di Indonesia, Amerika, dan tentu di Jepang. Calon karyawan perlu belajar berkata-kata untuk bisa diterima, apalagi untuk negara dengan budaya kesopanan yang ketat seperti Jepang. Tapi tak hanya calon karyawan yang perlu berhati-hati, karena interviewer juga perlu memperhatikan pertanyaan yang mereka berikan. Mari kita lihat list Pertanyaan Interview Perusahaan Jepang yg Tak Pantas.

List ini adalah contoh yang diberikan oleh Departemen Ketenagakerjaan dari Prefektur Kumamoto, kepada perusahaan-perusahaan yang berada dalam jurisdiksi mereka. Dikatakan kalau mereka yang mewawancarai calon karyawan tak boleh mempertanyakan hal-hal seperti;

  • Dimana anda lahir?
  • Apa pekerjaan orang tua? Anda anak tunggal?
  • Bagaimana tempat tinggal anda?
  • Mobil apa yang anda kendarai?
  • Apakah anda Buddhist?
  • Apa partai politik yang mendekati cara pandang anda?
  • Apakah anda berencana menikah nantinya?
  • Siapa figur sejarah favorit anda?
  • Apa pendapat anda mengenai Marxism?
  • Apakah anda anggota sebuah grup atau organisasi?
  • Koran apa yang anda baca?

Beberapa pertanyaannya terasa seperti basa-basi biasa yang bisa dipakai untuk meringankan suasana interview. Walau ada juga yang blak-blakan tak terasa bagus untuk ditanyakan, seperti mengenai agama atau komunisme dan juga politik.

Tapi pertanyaan yang terlihat ringan itu bisa sangat mempengaruhi kemungkinan untuk bisa diterima dalam perusahaan. Contohnya rencana menikah, yang mempengaruhi karyawati karena mereka bisa dianggap dengan mudahnya berhenti kerja begitu berkeluarga.

Dan ini juga karena pada perusahaan Jepang, apalagi yang masih memiliki cara pandang lama, lebih memperhatikan Apakah Karyawan Baru Tersebut Cocok Dengan Suasana Perusahaan. Mereka tak terlalu memperhatikan skill yang tertulis pada CV, karena perusahaan Jepang lama cenderung melatih karyawan baru dari nol mau seberapa ahli mereka.

interview perusahaan jepang

Dan itulah yang ditegaskan oleh Prefektur Kumamoto. Pertanyaan interview perusahaan jepang macam itu bisa secara tak adil mempengaruhi kemungkinan calon karyawan mendapatkan pekerjaan. Karena skill yang mereka miliki atau yang diperlukan dalam pekerjaan mereka malah tak dipentingkan.

Tapi Departemen tersebut juga mengakui kalau bisa saja pertanyaan seperti itu cuma basa-basi yang ditanya tanpa pikir panjang. Dan dikatakan juga kalau pertanyaan-pertanyaan seperti itu, walau dianggap tak pantas, bukanlah pertanyaan yang ilegal.

Tapi mereka yang bertanya seperti itu tetap akan kena teguran. Dan untuk lebih menelusuri hal ini, akan diadakan konferensi pada bulan Agustus nanti untuk lebih bisa didiskusikan dengan perusahaan lokal mengenai pertanyaan yang bagus dan tak bagus ditanyakan saat wawancara.