Kimetsu no Yaiba memang menjadi fenomena dalam dunia anime, tapi kini sudah saatnya mereka turun dari tahta posisi teratas, dengan semakin banyaknya film baru yang dirilis. Dan yang dikabarkan kini meraih posisi tinggi dan jadi pembicaraan dalam dunia anime adalah film Shin EVA. Yang dikabarkan memberi performance yang begitu sukses baik di bioskop Jepang maupun lagu temanya di Youtube.

Kita mulai dari kabar lagu tema film tersebut, One Last Kiss yang dinyanyikan oleh Utada Hikaru, dimana kini seminggu setelah music video lagu tersebut dirilis di Youtube, diperlihatkan kalau angka view lagu itu telah menembus 10 juta! Spesifiknya malah telah menembus 10.5 juta view.

Dan tentunya tak hanya itu, karena filmnya itu sendiri juga dikabarkan mencapai kesuksesan yang besar. Pertama adalah dengan film itu memecah rekor opening day tertinggi dalam penayangan IMAX di bioskop Jepang dengan pendapatan setara dengan 740.000 dollar Amerika.

Sementara itu dalam penayangan pada bioskop biasa, sesuai dugaan film Shin Evangelion dikabarkan menempati posisi teratas pada opening weekend, dengan total menjual 760.000 tiket dan meraup untung 1.17 milyar Yen selama hari Sabtu dan Minggu. Dan setelah itu selama seminggu pertamanya menjual lebih dari 2 juta tiket dan meraup untung sampai 3.3 milyar Yen.

Semuanya angka yang begitu besar dan lumayan bisa diduga melihat betapa hype film tersebut sebagai babak penutup dari projek Rebuild Of Evangelion yang dimulai tahun 2007 lalu. Belum lagi film tersebut seharusnya sudah tayang dalam tahun 2020 lalu, tapi nasib kena undur beberapa kali karena pandemik coronavirus.

Tapi hype juga bisa membawa hal buruk dengan ada yang mau membajak film tersebut, dan studio Khara mengumumkan kalau mereka menemukan adanya rekaman film tersebut online. Sebagai respon akan hal itu, Khara memberikan peringatan larangan membajak dan membagikan rekaman film itu bahkan pada media sosial, dengan hukuman denda 10 juta yen dan 10 tahun penjara.

Yang menarik adalah peringatan bajakan tersebut tak hanya diberikan dalam bahasa Jepang tapi juga dalam bahasa China dan Inggris dan juga dikatakan kalau Khara sedang dalam diskusi menangani hal tersebut dengan Toho dan Toei, membuat sepertinya mereka siap beraksi ketat sampai ke sosmed pada luar Jepang juga.