Kunjungan Pertama Ke Kuil Di Tahun Baru – HATSUMODE

Hatsumode

Di hari pertama tahun baru nih, Akiba-kei dan Akiba-chan punya rencana apa?? Bagaimana jika pergi ke kuil-kuil yang ada di Jepang pada tahun baru? Di Jepang ada satu tradisi yang kebanyakan masyarakat Jepang lakukan, yaitu mengunjungi kuil pada tahun baru, hal ini disebut Hatsumode. Hatsumode (初詣) adalah kunjungan pertama ke kuil Buddha atau kuil Shinto pada awal tahun baru di Jepang. Kunjungan dilakukan untuk berdoa memohon kedamaian untuk tahun yang baru. Hatsumode juga disebut hatsumairi (初参り).

Pada zaman sekarang, hatsumōde mulai dilakukan orang selepas detik-detik pergantian tahun. Menjelang pergantian tahun, orang-orang bahkan sudah antri di depan menunggu pintu gerbang dibuka sejak kuil-kuil Buddha mulai membunyikan genta tahun baru (joya no kane). Joya no kane dibunyikan sebanyak 108 kali, karena para penganut agama Buddha percaya bahwa manusia memiliki 108 dosa. Jadi dengan membunyikannya, mereka yakin semua dosanya akan dihapuskan.

joya no kane
joya no kane

Tradisi hatsumōde berasal dari toshigomori atau toshikomori (年蘢り) yakni tradisi menyendiri di dalam kuil ujigami. Toshigomori dilakukan kepala keluarga yang tidak tidur sepanjang malam untuk berdoa di hadapan ujigami. Tradisi menyendiri ini dilakukan sejak ōmisoka (malam sebelum tahun baru) hingga pagi keesokan harinya (hari tahun baru). Di kemudian hari, toshigomori dibagi menjadi dua bagian, joyamōde (除夜詣) yang dilakukan pada malam tahun baru dan ganjitsumōde (元日詣) yang dilakukan pada pagi hari pertama tahun baru. Hatsumōde yang dikenal sekarang berasal dari tradisi ganjitsumōde.

Hatsumode sebagai tradisi Jepang yang berasal sejak zaman Meiji. Salah satu asal usul hatsumode kemungkinan adalah ehōmōde yakni kunjungan ke kuil yang terletak di mata angin keberuntungan. Toshitokujin (salah satu dewa mata angin) tinggal di mata angin keberuntungan (ehō), dan di sana tidak tinggal tatarigami (pembawa petaka). Setiap tahunnya, mata angin keberuntungan ditentukan berdasarkan shio (eto) untuk tahun itu. Walaupun demikian, orang zaman sekarang sering tidak lagi berkunjung ke kuil ujigami atau kuil berdasarkan mata angin keberuntungan, melainkan ke kuil-kuil yang terkenal. Tradisi baru bernama hatsumode pun kemudian lahir dan meluas sejak zaman Meiji.

Sewaktu hatsumōde ke kuil Buddha atau Shinto, orang-orang membeli omamori (jimat), hamaya (anak panah pengusir setan), kazaguruma (mainan kincir angin) dan kumade (sapu bambu). Pada sekeping ema, mereka menulis harapan dan keinginan yang ingin dicapai. Orang-orang juga membeli omikuji (kertas ramalan) untuk memohon nasib baik dan meramal keberuntungan pada tahun yang baru. Omamori dan hamaya yang berasal dari tahun yang telah lalu dikembalikan ke kuil untuk dimusnahkan dengan cara dibakar. Di dalam kompleks kuil, pengunjung disediakan amazake (sake manis) dan miki (sake suci).

Omamori

Omamori

hamaya
hamaya
kazaguruma
kazaguruma
kumade
kumade
tsubakiema
tsubakiema
omikuji daikichi
omikuji daikichi

Pada umumnya, kunjungan ke kuil sepanjang 1 Januari – 3 Januari disebut hatsumōde. Namun kunjungan ke kuil sepanjang bulan Januari juga masih bisa dikatakan hatsumōde. Tidak ada batasan jumlah kunjungan ke kuil untuk hatsumōde. Kunjungan ke berbagai kuil Buddha dan Shinto dipercaya membawa berbagai macam berkah. Selain itu, tidak ada ketentuan kuil-kuil mana saja yang harus dikunjungi.

Gimana, berminat untuk ikut mengunjungi kuil di Jepang pada tahun baru??