Terkadang bisa muncul konflik antara warga dan Pemerintah dalam suatu kota, dan di Jepang, bisa fans anime juga bisa terlibat. Seperti saat fans seri anime FREE memprotes penanaman pohon sakura di Tottori karena takut adanya perubahan yang jelek pada spot anime pilgrimage disitu. Dan lagi lagi, ada kabar serupa yang bikin hati khawatir. Kemarin, para warga lokal & fans bersama membela kuil tanuki Ghibli di Tokushima.

Kuil tersebut adalah Kuil Kincho yang terletak di Kota Komatsushima di Tokushima, kuil yang didedikasikan untuk yokai Tanuki. Para warga sekitar sangat menyayangi kuil tersebut. Tapi tak hanya itu, kuil tersebut juga terkenal dikalangan fans anime, karena ditampilkan dalam salah satu film anime buatan Studio Ghibli, Pom Poko.

Film tersebut mengisahkan keluarga Tanuki di Bukit Tama yang berselisih dengan para manusia yang ingin mengubah bukit itu menjadi perumahan. Dan mirip dengan kisah tersebut, Kuil Kincho itu sendiri sedang terancam hancur.

Kuil TanukiĀ  tersebut adalah bagian dari Hinomine Omiko Park, dan direncanakan untuk diubah oleh Kota Komatsushima menjadi fasilitas management darurat untuk tahun 2023, dan area kuil tersebut pas untuk dijadikan area parkir.

Warga lokal dan fans tentu jadi marah akan hal ini. Dan ini terasa lebih dalam lagi bagi fans Ghibli, karena Pom Poko adalah salah satu karya terpopuler dari sutradara Takahata Isao, yang wafat belum lama ini. Dan untuk itu, dibentuklah Komite Pelindung Kuil Kincho.

kuil tanuki

Dan dibuatlah petisi untuk melindungi kuil tersebut. Yang dilakukan secara langsung dan juga online. Petisi langsung dilakukan pada 36 tempat di Komatsushima dan berhasil mengumpulkan 3.092 tanda tangan. Petisi online tak hanya lebih banyak, tapi dengan populernya Ghibli, sampai fans dari Amerika, China, dan lain-lain juga mendukung, membuat terkumpul 7.094 tanda tangan.

Total terkumpul lebih dari 10.000 tanda tangan untuk mempertahankan kuil tersebut. Dan petisi itu diserahkan kepada Walikota Komatsushima tanggal 31 Juli kemarin, agar setidaknya mereka mempertimbangkan untuk tidak menghancurkan kuil Kincho.

Tapi ditemukan satu hal lagi. Tanah tempat Kuil tersebut berdiri adalah milik pihak pribadi, yang ternyata tak diketahui siapa pemiliknya. Karena itu bukan tanah milik kota, pihak Walikota mengatakan mereka juga tak dapat mengambil keputusan. Diharapkan pemilik tanah tersebut bisa cepat ditemukan, dan bisa dilakukan negosiasi agar Kuil Kincho tak dihancurkan.

Comments