Negara Jepang yang memeluk agama Buddha dan juga kepercayaan Shinto, memiliki banyak kuil tua. Kuil-kuil tersebut tetap saja berdiri dari jaman dahulu sampai sekarang, bahkan dipercaya memiliki roh penjaga. Tapi sepertinya itupun tak cukup untuk benar-benar melindungi kuil tersebut. Karena dikabarkan kalau baru-baru ini ditemukan beberapa kuil Shinto & kuburan Jepang dirusak. Tapi siapa pelaku tindakan ini?

Kuil Shinto yang terkena serangan tersebut diantaranya adalah Kuil Inari yang terletak di daerah utara Kota Kasai di Prefektur Hyogo, pada tanggal 12 Mei. Ditemukan kalau bagian atap dari kuil kecil itu seperti dicabik, membuat lubang yang lumayan besar. Serangan berikutnya terjadi pada tanggal 10 Juni pada Kuil Inari lain lagi yang juga terletak di Kota Kasai. Dengan plat perunggu kuil tersebut juga dicabik

Tapi kenapa dan siapa yang menyerang kuil-kuil ini, telah berhasil diidentifikasi dari puing-puing kerusakan tersebut. Disitu, ditemukan sisa sarang lebah. Itu berarti pelaku penyerangan kuil ini, adalah Beruang. Spesifiknya, dikatakan kalau itu adalah Ursus Thibetanus, atau Beruang Hitam Asia, atau nama Jepangnya Tsuki Nowa Guma.

Menurut Pusat Penelitian Hewan Hutan Hyogo, dikatakan kalau ini karena musim kawin bagi beruang tersebut, yang biasanya terjadi pada bulan Juni sampai Juli. Pada masa-masa ini, beruang tersebut mulai banyak berkeliaran, bahkan sampai ke area manusia. Dan mereka juga didorong oleh rasa lapar, untuk bersiap-siap melakukan hibernasi pada musim dingin nanti.

kuil shinto

Kekuatan beruang ini dalam mencari makan tak dapat diremehkan. Karena dikabarkan kalau pada bulan Mei, apiary seorang peternak lebah juga dicabik beruang. Dan pada tanggal 17 Juni, bahkan tempat bunga pada sebuah kuburan juga dirusak karena beruang fokus mencari lebah.

Untungnya, kematian karena serangan beruang lumayan rendah di Jepang, jadi warga tak begitu panik akan hal ini, dan kerusakan yang sudah terjadi juga bisa diperbaiki. Tapi meskipun begitu orang-orang juga tetap harus waspada, dan dikatakan kalau beruang ini harus dijauhi.

Pusat Penelitian Hewan Hutan juga menyarankan untuk memakai bell saat berjalan di hutan. Dan mencabut semua buah-buah dan kacang-kacangan yang ada pada pohon daerah rumah agar beruang tersebut tidak datang mencari makanan.

Comments