Alam liar kadang bisa membawa masalah kepada kota manusia dimanapun juga, termasuk di negara Jepang. Sudah ada beberapa masalah yang terjadi yang disebabkan oleh hewan disitu, contohnya masalah beruang yang menghancurkan kuil atau kuburan, sampai serangga yang mengurangi populasi pohon Sakura. Kali ini ada masalah hewan lagi berupa burung gagak di kota Matsuyama, tapi mereka memiliki solusi menarik untuk menghadapinya.

Burung gagak memang lumayan banyak di Jepang, dan juga sudah menyerap dalam kisah rakyat seperti dalam bentuk Karasu Tengu. Mirip dengan bagaimana Tengu adalah youkai yang berbahaya, begitu juga burung gagak asli di Jepang.

Mereka memiliki ukuran yang besar dengan sikap yang agresif, dan yang merepotkan lagi mereka juga pintar. Tak hanya mereka bisa mencuri makanan manusia tapi juga membuat kotor lingkungan karena suka menggali makanan di tong sampah dan merobek kantong plastik sampah.

Dan masalah macam itu bisa terjadi pada kota Matsuyama, saat ditemukan ada gagak-gagak yang mulai nongkrong diatap Hall Kota Matsuyama. Tapi kota tersebut juga menemukan solusi yang menarik untuk mengusir gagak-gagak itu dengan cara yang juga tidak mematikan.

Yaitu memakai hewan lain untuk melawan gagak tersebut! Dan hewan apa itu? Ia adalah seekor Elang yang bernama Sui, yang berpatroli di Hall Kota Matsuyama bersama pawangnya, seorang pria berumur 47 tahun bernama Yasui Yutaka, yang berasal dari perusahaan pawang elang Green Field.

Menurut Yasui, gagak suka berkumpul bersama untuk menakuti burung pendatang baru, yang juga dilakukan oleh para gagak di Matsuyama situ, tapi jika Sui tahan gertakan mereka maka para gagak itu akan perlahan menyerahkan area tersebut kepada yang lebih kuat. Dan tak hanya itu yang dilakukan Yasui dan Sui.

Mereka juga memakai kepintaran gagak Jepang dan kekuatan ingatan mereka dengan menggertak balik. Yasui juga suka menerbangkan umpan berbentuk gagak dan membuat Sui memangsa dan menyerang umpan itu. Hal itu untuk menunjukkan kekuatan Sui agar para gagak itu menyebarkan info akan keberadaan sosok kuat baru didaerah itu dan mendorong mereka pindah tempat.

Memakai burung predator untuk mengusir burung lain bukan hal baru. Yasui sendiri awalnya adalah pelanggan seperti kota Matsuyama, yang meminta Green Field mengusir burung perkutut liar, sebelum kemudian terinspirasi dan jadi bekerja dengan mereka, dan mendapatkan Sui sebagai partnernya.