Kontroversi Anime Kimetsu no Yaiba Yuukaku-hen

0
358

Kimetsu no Yaiba tampil mantaps saat ini dengan anime season barunya, Yuukaku-hen, benar-benar telah dimulai. Akan tetapi sesuatu yang populer belum tentu disukai oleh semua pihak, apalagi dengan ketenaran yang begitu besar bagi seri Kimetsu no Yaiba pastinya ada kritik dan komentar pedas yang dilontarkan. Diantaranya adalah mengenai judul dari season tersebut dan juga mengenai karakter Uzui Tengen yang jadi bintang season tersebut.

Ya, dari judulnya saja anime itu sudah kena komentar pedas, dan ada dua sisi dari hal tersebut. Pertama adalah kritik netizen Jepang yang melihat versi Inggris judulnya yang bikin geleng pala. Kedua adalah pihak orang tua yang khawatir akan judul Jepangnya.

Jadi kata Yuukaku berarti distrik lampu merah, yang wajar karena setting ceritanya pada Yoshiwara. Judul tersebut ditranslasikan diluar Jepang jadi Entertainment District arc yang juga memiliki kata dalam bahasa Jepang yaitu Kanrakugai. Netizen Jepang mengkritik kalau versi Inggrisnya itu seperti ada salah paham atau salah arti.

Tapi ada juga yang agak membela, mengatakan sulit mencari artian lain yang tidak ada konotasi seksual. Apalagi di Jepang itu sendiri judul Yuukaku-hen juga dikomentari para orang tua yang tidak nyaman membiarkan anak-anaknya menonton anime itu, dan khawatir kalau mereka jadi bertanya-tanya mengenai maksud judulnya.

Dan yang tidak begitu membantu hal tersebut adalah karakter Uzui Tengen sang Sound Pillar yang jadi sorotan utama dalam cerita dari season tersebut, apalagi setelah melihat tingkahnya dari episode pertama Yuukaku-hen.

Jadi dalam episode pertama itu Uzui memaksa karakter Kanzaki Aoi membantunya dalam misi ke Yoshiwara, dan menepuk pantatnya. Tindakannya yang tidak senonoh tersebut tentu membuat Tanjiro marah, tapi pada dunia nyata ada juga penonton yang jadi menjulukinya SekuHara Pillar dan reputasinya jadi jatuh anjlok dimata banyak penonton.

Dan ada hal lain lagi yang dikritik mengenai karakter itu, yaitu bahwa Uzui adalah poligami dan ia memiliki 3 orang istri. Fakta itu dan setting ceritanya di rumah bordil membuat ada netizen yang marah dan menulis tweet mengatakan merasa produser anime itu ingin memancing amarah feminist dan mendiskriminasikan wanita. Walau saat ini komentar itu telah dihapus.