Memang dalam membuat anime seringnya dilihat nama satu studio yang membuat sebuah anime, tapi umumnya pembuatan sebuah anime tidak hanya dilakukan oleh satu studio sendiri, dengan seringnya juga melibatkan animator freelance atau studio lain pada bagian tertentu dari produksi animasinya. Dan bicara soal hal tersebut, film Shin Evangelion tak hanya melibatkan studio Khara milik Anno Hideaki, tapi juga studio anime terkenal Ghibli.

Shin Evangelion yang judulnya juga bisa disebut Evangelion 3.0+1.0 adalah film keempat dan penutup dari projek Rebuild of Evangelion, yang disutradai oleh creator Evangelion, Anno Hideaki, dan diproduksi oleh studio Khara miliknya.

Film itu diundur sampai dua kali karena pandemik, tapi akhirnya dirilis pada tanggal 8 Maret di Jepang. Dan perilisannya sukses besar, dengan kemarin-kemarin film itu berhasil menjadi film paling sukses dari sutradara Anno Hideaki dengan meraup untung sebesar 8.28 milyar Yen.

Tapi sekalian balik pada topik utama, studio Khara aktf membuat nama film itu tetap dibicarakan dengan melakukan berbagai hal, diantaranya adalah membagikan trivia menarik melalui medsos mereka seperti membagikan proses behind the scene pembuatan anime tersebut.

Dan yang terbaru adalah membagikan video yang memperlihatkan proses menganimasikan adegan pada film itu, yang melibatkan studio Ghibli. Nama yang mungkin lumayan terduga karena Anno pertama kerja jadi animator studio itu membentuk Gainax dan mendirikan Khara, dan ia juga menjadi murid dan teman Miyazaki Hayao.

Eniwei, disitu dijelaskan kalau Ghibli membantu membuat animasi film Shin Evangelion yang perlu dilakukan secara tradisional, dimana prosesnya dengan menggambar beratus-ratus lembar kertas diatas meja berlampu. Tehnik jaman dulu yang lebih repot daripada sekarang dimana gambarnya bisa dilakukan secara digital pada komputer.

Tapi meskipun begitu, terasa kalau itu menunjukkan passion dan rasa cinta pada dunia animasi, menggabungkan era lama dan baru. Dan menunjukkan tekad Ghibli dalam mempertahankan tradisi, dengan meskipun studio itu juga sudah lumayan digital, tapi mereka masih mau menahan alat meja cahaya itu, yang sekarang tinggal satu-satunya pada studio tersebut.