Dalam dunia anime, tak hanya seiyuu yang dikagum-kagumkan. Sebuah anime membutuhkan lebih banyak orang yang berperan dalam berbagai posisi, dan posisi yang penting adalah sutradara. Dan dalam dunia anime ada beberapa nama besar yang dikenal. Dan mengenai hal tersebut, baru-baru ini ada kabar menarik dimana sutradara anime Oshii Mamoru membicarakan sutradara anime Evangelion Anno Hideaki.

Oshii Mamoru itu sendiri adalah sutradara anime veteran yang paling terkenal sebagai sutradara dari anime film Ghost In The Shell pertama pada tahun 1979 dan sequel film itu. Selain itu, untuk projek anime darinya yang paling baru, ia menjadi sutradara utama dari projek anime VLADLOVE yang tayang awal tahun 2021 ini.

Tapi balik pada topik utama, baru-baru ini ia tampil dalam wawancara yang diterbitkan oleh Pia, dengan topiknya diawali dengan salah satu film anime paling HOT saat ini, Shin Evangelion. Oshii ditanya apakah ia telah melihatnya, dan menjawab ia masih belum menontonnya.

Dari situ ia jadi membicarakan sang sutradara dan creator dari seri Evangelion, Anno Hideaki, mengatakan kalau ia dan Anno memiliki ide yang sangat berbeda mengenai bagaimana jadi sutradara, dengan Anno lebih terasa sebagai produser daripada sutradara.

Oshii mengatakan kalau saat membuat film ia fokus pada isi projek yang dibuatnya, sedangkan Anno lebih kemana-mana, tak hanya memperhatikan isi tapi juga sisi bisnisnya, yang dikatakan Oshii terasa sebagai sesuatu yang cocok dilakukan Anno.

Tapi meski karya Anno memiliki visual yang patut dipuji, dibalik itu terasa tidak ada tema yang diekspresikan. Batasan yang Oshii katakan juga ia temukan para karya Hosoda Mamoru dan Shinkai Makoto, dimana ia tak merasakan motivasi yang mendasar dari mereka dalam membuat film.

Ia kemudian mengatakan mungkin karena ia dan Miyazaki berasal dari generasi lama, keduanya memikirkan apa yang mau diekspresikan saat membuat film. Untuk Oshii, ia mau “ngajak ribut” masyarakat, dan percaya kalau Miyazaki juga begitu meski mengaku filmnya untuk anak-anak.

Tapi kemudian Oshii mengatakan itu bukan berarti komentarnya merupakan suatu kritikan, dengan Oshii mendeskripsikan karya Anno seperti Shishosetsu, jadi mau apapun yang dilakukan ia tetap jujur pada dirinya sendiri. Pertanyaannya adalah apakah ada yang mau menerima cara itu atau tidak.