Hallo akiba-chan, akiba-kei. Jika kalian pernah berkunjung ke kuil-kuil di Jepang pasti nggak asing jika melihat patung Komainu yang satu ini. Lalu ini patung apa sih fungsinya?Yuk simak ceritanya di sini… 😀

komainu

Komainu merupakan binatang bangsawan suci yang biasanya bekerja sebagai penjaga sebuah wilayah suci. Mereka berukuran seperti seekor anjing kecil hingga sebesar singa. Karena kemiripan dengan kedua binatang tersebut, ia juga disebut sebagai singa-anjing dalam bahasa Inggris. Mereka memiliki wujud seperti seekor anjing dengan bulu keriting tebal yang ada di ekor dan lehernya. Bentuk tubuh yang berotot dan terlihat sangat kuat, juga gigi dan kuku yang tajam. Beberapa juga memiliki tanduk meneyerupai unicorn pada kepala mereka.

Mereka bertugas sebagai anjing penjaga, menjaga gerbang dan juga jalan masuk serta melindungi masuknya roh jahat. Mereka tinggal berpasangan jantan dan betina , dan sering ditemukan bersama-sama. Biasanya nih akiba-chan dan akiba kei, yang betina akan menjaga bagian dalam tempat yang harus mereka jaga sementara yang jantan akan menjaga struktur tempat tersebut.

Komainu merupakan simbol tentang wilayah suci di Jepang. Patung ini banyak ditemukan di pintu masuk kuil Shinto hingga di dalam kuil yang biasanya sebagai tanda untuk menjaga bangunan penting di dalam kuil. Di jepang sendiri ada dua jenis patung komainu. yang pertama lahir di jaman Edo bernama Sandoo dan yang kedua merupakan yang tertua bernama Jinnai. Tak hanya di kuil shinto, patung mereka juga bisa ditemukan di kuil Budha, kediaman bangsawan bahkan di beberapa rumah pribadi.

Pasangan patung komainu dibuat dengan tampilan yang identik namun dengan mulut yang terbuka sedangkan patung lainnya dibuat dengan mulut yang tertutup.

 Mengapa mulut patung komainu dibuat berbeda?

dalam agama, baik Shito dan Budha patung Komainu memiliki karakteristik yang sama. Mulut patung  yang terbuka merupakan bentuk mulut dalam melafalkan huruf pertama sansekerta yaitu “a”. Semetara itu mulut patung yang tertutup melafalkan huruf terakhir sansekerta yaitu “um”. Keduanya melambangkan sebuah awal dan akhir dari semua hal. Bersama, mereka melambangkan “aum” yang merupakan bunyi sakral dalam beberapa agama seperti Hindu, Buddha, dan Jainisme.  Dalam analogi barat perbedaan mulut patung Komainu  menandakan alpha dan omega dari sang anjing penjaga

Nah udah tahu kan apa nama patung yang sering kalian lihat di kuil ini! Menarik bukan? bagaimana menurut kalian?