Terkadang suatu kasus bisa berujung pada hal yang terasa berbeda dan tak terduga dari kasus awalnya. Contohnya saat seorang polisi Jepang ketinggalan pistol di WC umum, jadi ketahuan kalau polisi itu ternyata baito jadi PSK. Kini ada lagi kasus menarik lain lagi, yang juga terjadi di Jepang baru-baru ini. Dimana ditemukan para koki kari Jepang melakukan gerakan pembelaan masakan kari melalui media sosial, yang berawal dari… ijime.

Waw, jadi apakah maksudnya hidangan kari Jepang jadi korban buli? Antara ya dan tidak. Jadi kisah ini berawal pada Sekolah Dasar Higashi Suma yang terletak di Prefektur Kobe. Dan memang ada kasus ijime di sekolah itu, tapi menariknya yang jadi korban disini bukanlah anak murid, melainkan guru sekolah tersebut.

Spesifiknya, seorang guru junior di SD itu ditemukan menjadi korban ijime dari 4 guru seniornya. Dan mereka membuli sang junior dengan memegang dan memaksanya… makan kari kantin sekolah itu, yang dikatakan super panasss. Ijime tersebut ketahuan saat kejadian itu terekam di video dan bocor, dan jadi diketahui banyak pihak, termasuk para murid.

Pada akhirnya keempat itu dihukum, tapi sekolah itu melakukan hal lain lagi. Mereka juga merenovasi ruangan dimana ijime tersebut dilakukan agar tampil beda, dan juga… menghentikan penyajian menu kari di sekolah mereka untuk sementara.

Tindakan yang agak aneh, tapi mungkin saja mereka berusaha untuk membuat para murid tak menghiraukan kasus ijime itu. Tapi tetap saja terasa tak begitu adil bagi kari dan ruangan lokasi ijime tersebut. Maka dari itulah saat berita kasus itu tersebar di internet, muncul beberapa pihak di dunia maya yang jadi bertindak.

Dan mereka, adalah para koki restoran yang menghidangkan kari di restoran Jepang, dan menariknya banyak yang bukan orang Jepang, tapi orang-orang India atau Nepal, yang memang berasal dari negara kampung halaman masakan kari.

Dan mereka melakukan gerakan membela menu kari sekolah tersebut dengan menyebarkan foto hidangan kari yang mereka masak dengan komentar yang mengatakan kari itu lezat dan tidak bersalah, sampai ada juga hashtag #kareenitsumiwanai yang berarti Kari Tak Berdosa yang juga menyebar dan diikuti netizen Jepang lainnya.