Dengan cosplay, seorang cosplayer dapat berubah dan menjadikan karakter animanga atau game nyata. Tapi tak hanya itu, karena bisa ada juga cosplayer yang melakukan cosplay orang asli atau yang tidak berasal dari seri fiksi. Dan itulah yang dilakukan cosplayer Jepang yang satu ini, dimana ia dengan kocaknya melakukan cosplay president ufotable, Kondo Hikaru, yang juga berani karena ada sedikit ejekan dibaliknya.

Kondo Hikaru adalah presiden dari studio ufotable, studio anime yang telah memproduksi berbagai anime super kece macam Kara no Kyoukai, Fate/Zero, Touken Ranbu Katsugeki, dan kini sedang mengadaptasikan Fate/Stay Night Heavens Feel dan Kimetsu no Yaiba.

Selain membuat anime, studio tersebut juga terkenal mengadakan event anime terkenal di Tokushima bernama Machi Asobi. Event besar tersebut sudah pasti akan didatangi banyak cosplayer, dan salah satunya adalah Itsuku Reiji.

Dan ia tampil unik dalam hari pertama event tersebut, dengan melakukan cosplay presiden studio ufotable tersebut. Memakai baju formal dengan kacamata dan gaya rambut yang serupa, tapi sambil membawa-bawa tumpukan uang dengan gaya foya-foya. Apa maksud uang itu?

Uang tersebut adalah referensi dari masalah yang menimpa Kondo Hikaru bulan Maret lalu, dimana ia dituduh diam-diam tidak membayar pajak. Menurut majalah Bunshun, studio ufotable dituduh tidak membayar pajak sebesar 400 juta Yen. Dan menurut laporan dikatakan juga kalau Kondo Hikaru dituduh mengambil pendapatan langsung dari penjualan merchandize ufotable.

Terlihat kalau Itsuku memiliki selera humor bagaikan Gintama 😀 dan semakin kocak lagi dengan dirinya berfoto-foto sambil memegang uang itu. Bahkan ia juga berfoto dengan pedang Excalibur milik Saber Alter dan memanggil dirinya Kondo Hikaru Alter. Yaa setidaknya sih ia juga minta maaf atas cosplay ersebut.

Tapi selain itu Itsuku menunjukkan kalau ia juga seorang cosplayer dengan level yang tinggi. Karena pada hari berikutnya ia bagaikan tampil dalam mode serius. Dengan tampil begitu tampan sebagai Servant Caster Hans Christian Andersen pada hari keduanya, dan sebagai musisi Jepang terkenal Yoshiki pada hari ketiganya.