Twitter adalah salah satu sosmed yang terpopuler di Jepang, dan dipakai oleh aktor sampai seiyuu dan mangaka secara official. Dan seperti sosmed pada umumnya, mereka bisa dipakai untuk mengutarakan pendapat user, seperti mangaka Kuroshitsuji, Toboso sensei, yang pernah beri pendapat soal homoseksual. Kali ini ada seorang ilustrator yang mengeluarkan pendapatnya, menginginkan fans lebih apresiasi mangaka favorit mereka.

Ilustrator tersebut adalah Kobayashi Setta. Dan selain ilustrator ia sendiri juga seorang mangaka, dimana ia membuat gag manga spin-off seri JUMP Black Clover, yang berjudul Asta-kun Mahoutei he no Michi.

Dan kemarin-kemarin ia membuat tweet yang membicarakan mengenai betapa sedikitnya feedback yang bisa diterima oleh seorang mangaka mengenai karya yang mereka buat. Sesuatu yang jadi muncul dalam pikirannya saat ia pergi menonton konser.

Kobayashi mengatakan kalau ia jadi sadar, kalau tak seperti live performer, banyak mangaka memiliki hidup yang terisolasi dan kesepian. Bagi beberapa, kontak sesama manusia yang rutin yang bisa mereka terima hanya dari editor mereka, jadi sulit bagi mereka untuk melihat kalau mereka bekerja dalam tim.

Mereka hidup sendirian dalam apartemen yang kecil, dan juga jarang makan atau tidur. Banyak dari mereka yang tak bisa tidur karena rasa gugup dan ketakutan akan bagaimana kedepannya nanti, dan bisa menangis saat bekerja. Kobayashi juga mengatakan kalau sebagian besar mangaka tidak menyadari apa nilai bagus mereka, atau bagaimana berartinya karya mereka bagi beberapa orang.

Karena itu, Kobayashi mendorong fans untuk lebih mengekspresikan apresiasi mereka kepada mangaka sebagaimana mereka bisa. Ia mengatakan kalau mangaka bisa merasa gembira jika mereka mendapatkan surat atau balasan berupa pujian.

Ia juga mengatakan kalau cara terbaik mendukung mangaka adalah dengan membeli karya mereka, tapi jika tak bisa, bagus juga jika mereka direkomendasikan atau retweet post mereka, agar setidaknya bisa ada teman atau orang lain yang tahu dan membeli karya mereka.

Memang benar sih jadi mangaka yang pro memang susah. Jadwal kerja yang bagaikan neraka, belum lagi kontak mereka dengan orang lain juga tak begitu banyak, yang bisa berpengaruh pada kesehatan fisik dan berujung fatal.

Comments