Blast dari Comiffest ID sepertinya masih belum hilang benak Akiba-chan dan Akiba-Kei nih kayaknya. Siapa yang tidak ingat di acara tersebut kita disuguhkan kembali dengan sebuah cabaret cosplay bertema pertunjukkan wayang manusia dari cerita The Grand Legend Ramayana. Pertunjukkan tersebut mengahdirkan kesan tersendiri bagi para pengunjung Comicfest ID secara umum, dan pada khususnya bagi para pemain cabaret tersebut, salah satunya adalah Ying Tze. Ditemui setelah pertunjukkan, Ying Tze menceritakan sedikit behind the scene pelaksanaan cabaret show Legend Ramayana.

Comicfest ID memberikan kesan tersendiri bagi Ying Tze. Pada acara tersebut Ying Tze memerankan cosplay Shinta, salah satu tokoh dari komik Legend Ramayana. Ia mengatakan bahwa ia sangat senang karena acara ini merupakan acara kon komik yang pertama kali ia hadiri dan dia dipercayakan untuk memerankan salah satu karakter dari komik Indonesia.

DSC06450

 

Sedikit bocoran, ia bersama dengan guest cosplay lainnya melakukan latihan cabaret ini hanya selama dua hari! Dari  pagi hingga malam. Ia pun mengaku tidak mengalami kesulitan selama latihan apalagi dialog yang digunakan pada cabaret tersebut adalah Bahasa Indonesia.

Untuk kostum yang ia gunakan pada saat Comicfest ID, terutama untuk karakter Shinta, ia membuatnya sendiri. Guest lain juga membantu dalam penyelesaian kostumnya juga lho. Basoka yang menjadi senjata yang digunakan Shinta dibuat oleh Naru, sedangkan untuk pernak-pernik seperti mahkota dan gelang tangan Shinta pembuatannya dibantu oleh Pinky. Total waktu yang ia butuhkan untuk membuat kostum tersebut adalah selama 1 minggu yang ia kerjakan bahkan pada saat selingan waktu karena dia harus bolak-balik ke luar negeri untuk menghadiri event-event di luar negeri sebagai guest cosplay.

Source : Ying Tze Facebook Page (https://web.facebook.com/YingTze1206/?fref=ts)
Source : Ying Tze Facebook Page (https://web.facebook.com/YingTze1206/?fref=ts)

Meskipun memerankan Shinta, Ying Tze mengakui bahwa ia lebih menyukai karakter antagonis dalam cerita Legend Ramayana, yaitu Rahvana, Mandodari, dan Vibishan. Ia mengakui bahwa sebenarnya ia ingin bercosplay memerankan karakter antagonis karena dia merasa lebih cocok memerankan karakter antagonis dibandingkan karakter baik.

Ying Tze sendiri sudah sering menjadi guest pada event-event di Indonesia sejak tahun 2012 dan sejak saat itu pula sudah banyak fans dari Indonesia yang mengikuti jejak karirnya. Ia menganggap fansnya adalah teman, karena setiap ia kembali ke Indonesia dia akan bertemu kembali dengan mereka bahkan Ying Tze sudah hafal dengan beberapa wajah fansnya di Indonesia. Ia selalu merasa beruntung untuk bisa diundang pada setiap event untuk menjadi guest cosplay, karena ia bisa berkesempatan bertemu dengan teman baru dari negara-negara yang berbeda.

Source : Ying Tze Facebook Page (https://web.facebook.com/YingTze1206/?fref=ts)
Source : Ying Tze Facebook Page (https://web.facebook.com/YingTze1206/?fref=ts)

Ying Tze terkenal dengan cosplaynya sebagai karakter-karakter wanita yang moe. Ia sangat teliti dalam membuat detail kostum dan dalam bermain make up untuk bisa menyerupai karakter yang ia cosplay-kan. Ia mengakui Pinky Luxun dan Orochi adalah salah satu inspirasinya dalam bercosplay. Saat pertama kali ia memulai cosplay ia belajar dari blog tutorial Pinky dalam bermakeup. Ia juga belajar bagaimana cara menjahit kostum. Orochi juga menginspirasinya dalam membuat senjata dan pernak-pernik cosplay. Menurutnya saat ini sudah jarang cosplayer yang membuat kostumnya sendiri, terutama di Asia Tenggara, dan menurutnya cosplayer Indonesia adalah yang paling banyak membuat kostum sendiri, da hal terebut banyak menginspirasinya dalam bercosplay.

Source : Ying Tze Facebook Page (https://web.facebook.com/YingTze1206/?fref=ts)
Source : Ying Tze Facebook Page (https://web.facebook.com/YingTze1206/?fref=ts)

Bagi Ying Tze, kunci penting dalam bercosplay adalah berusaha melakukan yang terbaik dan terutama menikmati dalam melakukan cosplay. Tidak perlu membandingkan mana yang baik dan buruk dalam bercosplay, namun berusaha untuk melakukan yang terbaik. Ia mengakui ia tidak bagus dalam melakukan aksi di atas panggung, namun ia berusaha yang terbaik dalam membuat kostum yang bagus.