Majalah manga Shonen JUMP tetap begitu populer sampai sekarang, bahkan walaupun penjualan fisiknya agak menurun. Tak mengherankan karena banyaknya seri manga terkenal disitu seperti One Piece, Dragon Ball, dll, dengan kisah yang keren dan mengharukan. Tapi kisah mengharukan ternyata tak selalu berasal dari seri dalam majalah tersebut, tapi bisa juga dari pembelinya. Seperti kisah sedih seorang ibu kolektor Shonen JUMP ini.

Dan ibu tersebut adalah Bu Tanno, seorang ibu berumur 49 tahun yang tinggal di Natori di Prefektur Miyagi. Ia telah rajin mengoleksi majalah manga Shonen JUMP selama tujuh tahunan. Saat hari Senin majalah manga tersebut dirilis, ia berusaha membelinya, atau jika sudah sold out, Bu Tanno pergi membelinya di toko Konbini.

Tapi apa yang membuatnya mengoleksi majalah manga Shonen JUMP sampai segitunya? Apakah karena ia fans manga? Tidak juga, dan Jawabannya bisa membuat sedih mina-san. Ternyata Bu Tanno terus lanjut membeli majalah manga tersebut untuk… mengenang putranya, Kouta, yang telah meninggal.

Putranya tersebut adalah salah satu korban dari kejadian Bencana Gempa Tsunami Tohoku yang terjadi tahun 2011 lalu, bencana gempa terbesar dalam sejarah Jepang. Bencana alam tersebut menyebabkan ribuan orang meninggal, luka-luka, atau hilang. Kouta yang saat itu berumur 13 tahun, ditemukan tewas.

Bu Tanno tentu sangat sedih, dan karena Kouta fans Shonen JUMP, ia melanjutkan apa yang Kouta lakukan, setiap minggu membeli buku tersebut, walaupun Bu Tanno sendiri mengatakan ia bukan fans manga. Dikatakan Kouta suka membeli dengan uang jajannya, dan kemudian membacanya bersama teman-temannya.

Rasa sayang Bu Tanno kepada Kouta sungguh besar, yang terlihat dari foto yang memperlihatkan banyaknya buku Shonen JUMP yang telah terkumpul dalam rak rumahnya. Dikatakan juga ketika rumah mereka selesai dibangun ulang setelah bencana itu, saat ia melihat koleksi JUMP anaknya yang telah ditinggalkan, ia melihat ada tiga isu yang hilang, jadi ia memesan isu-isu sebelumnya itu.

Tak diketahui apakah Bu Tanno akan terus melakukan ini. Dikatakan kalau jika Kouta masih hidup, saat ini ia akan berumur 20 tahun, umur kedewasaan di Jepang. Dan Bu Tanno berpikir ia mungkin akan menyelesaikan koleksi buku JUMP tersebut tahun ini.

Comments