Jika selama ini yokai digambarkan sebagai sosok jahat yang hobi menakuti atau membunuh manusia, maka berbeda dengan yokai asal Okinawa yang satu ini. Kijimuna sangat terkenal bahkan disayang oleh penduduk Okinawa. Kisah tentang Kijimuna diceritakan turun – temurun oleh warga tempat asalnya, bahkan sampai ada “Festival Kijimuna”.

Tempat hidup asli Kijimuna adalah Pohon Banyan yang banyak tersebar di daerah Okinawa. Mereka memiliki sosok yang menyerupai anak kecil dengan rambut berwarna merah yang lebat dan berantakan, memakai pakaian yang terbuat dari rumput, dan lebih senang untuk melompat daripada berjalan. Pola hidup mereka mirip dengan pola hidup manusia. Mereka hidup berkeluarga, menikah, lalu memiliki anak. Bahkan dalam beberapa kejadian, Kijimuna menikah dan berkeluarga dengan manusia.

007-kijimunaa

Makanan kesukaan makhluk yang satu ini adalah ikan, atau lebih tepatnya mata ikan. Mereka biasanya memancing untuk mendapatkan makanan. Sering juga membantu para nelayan menangkap ikan, atau membantu orang lain untuk mendapatkan imbalan berupa makanan matang. Jika kamu dapat berteman dengan Kijimuna, maka kemungkinan pertemanan kamu dapat berusia seumur – hidup. Mereka dapat menjadi teman yang baik selama manusia yang bersangkutan tidak mengkhianatinya. Mereka akan menolong menyelesaikan pekerjaan, melakukan hal – hal yang baik, bahkan datang dengan membawa hadiah.

Ada suatu kisah yang menceritakan tentang pengkhianatan dari pertemanannya dengan manusia. Alkisah ada dua anak yang bersahabat, sebutlah “Si Kaya” dan “Si Miskin”. Setelah lama menjalin persahabatan, Si Miskin akhirnya menjauhi Si Kaya karena merasa minder. Ia yang sedang bersembunyi dan menghindari sahabatnya itu pun bertemu dengan Kijimuna dan menceritakan masalahnya. Makhluk baik hati ini bersedia membantu, dengan syarat mereka harus berteman dan si anak manusia tidak boleh merusak pertemanan atau mengkhianatinya. Si anak setuju. Keesokan harinya mereka pergi memancing bersama dan mendapatkan banyak ikan. Kijimuna mengizinkan teman barunya itu untuk membawa pulang semua ikan yang mereka dapatkan untuk dijual setelah ia memakan mata ikannya. Keseharian itu terus berlanjut sampai kemudian “Si Miskin” menjadi kaya. Suatu hari, ia merasa bosan dan tidak datang ke tempat pertemuan. Kijimuna merasa sakit hati dan esok harinya, anak tersebut kembali menjadi miskin.

Jarang ada kisah yang menceritakan tentang kemarahan Kijimuna. Salah satu penyebab kemarahan yokai ini adalah dengan menebang pohon banyan. Biasanya mereka akan membalas dengan cara memadamkan lampu saat orang itu sedang tidur, menekan dada orang yang memangcing kemarahannya saat tidur, menjebak mereka di dalam lubang pohon sampai mereka tidak bisa keluar, bahkan menenggelamkan kapal yang sedang berlayar di tengah laut. Creature ini sangat – amat – teramat takut dengan gurita. Jadi, kalau kamu sudah terlanjur memancing kemarahan Kijimuna, mungkin menjadikan gurita sebagai binatang peliharaan kesayangan yang siap dibawa ke mana – mana adalah cara yang paling aman untuk tetap selamat. Sama seperti hubungan pertemanannya, saat mereka memutuskan untuk memusuhi seseorang, maka permusuhan itu dapat bersifat seumur – hidup.

kijimuna_fears_tako_by_chichapie