Walau Jepang membuat banyak movie sendiri, baik itu anime atau live-action, movie barat tentu juga masuk dan itu juga tak hanya movie superhero apik macam Marvel dan DC. Ada juga movie Christopher Robin, yang telah dirilis bulan Agustus kemarin di Indonesia, dan akhir minggu lalu di Jepang. Dan movie tersebut ternyata mendapat respon unik dari netizen Jepang, yang membandingkan kesibukkan jam kerja Christopher Robin.

Movie Christopher Robin adalah movie live-action yang mengisahkan kelanjutan dari kisah klasik Winnie the Pooh tapi dengan twist. Christopher Robin sudah beranjak dewasa, menjadi seorang ayah, dan berpisah dengan Pooh. Dan ia kebingungan karena harus melewatkan ulang tahun putrinya karena pekerjaannya yang sangat sibuk. Tapi kemudian, Pooh dan kawan-kawan muncul lagi dalam hidupnya untuk membantunya.

christopher robin

Movie tersebut diberi nama lain di Jepang, yaitu Pooh to Otona ni Natta Boku, yang berarti Pooh dan Diriku yang Beranjak Dewasa. Judul yang tepat akan ceritanya, apalagi dengan dilema yang dihadapi Christopher dimana ia perlu memilih antara keluarga atau pekerjaannya. Situasi yang menarik untuk dijadikan perbandingan dengan dunia kerja warga Jepang.

Dan bagaimana menurut netizen Jepang akan setting movie tersebut? Seorang user Twitter bernama Katatako memberikan komen melalui tweet yang ditulisnya setelah ia baru selesai menonton movie itu. Ia mengatakan ada hal yang mengejutkannya dari movie itu.

Dalam movie itu ditekankan oleh karakter-karakter lain kalau Christopher bekerja sangat sangatt keras, sampai istrinya mengatakan jika ia lanjut bekerja seperti itu dirinya bisa rusak. Tapi kemudian diperlihatkan kalau Christopher pulang kerja dan tiba dirumah.. jam 9 malam. Jam itulah yang membuat netizen melirik tweet Katatako, dan mengutarakan perasaan iri mereka. Mengatakan jam segitu sudah biasa di Jepang.

Seperti yang mina-san ketahui, kerja di Jepang sangat melelahkan, bahkan mematikan. Dan warga Jepang hampir selalu kerja lembur, dan jam lemburnya juga bisa sampai diatas jam 12. Bahkan ada yang komen kalau ada yang kerja sampai jam setengah dua pagi, sampai rumah setengah tiga, dan perlu siap pergi kerja lagi jam setengah lima. Dan ada juga yang mengatakan kalau pekerja Jepang sudah rusak.

Katatako mengatakan menonton film tersebut bagaikan culture shock buatnya. Dan ia juga bercanda dengan memberikan perbandingan dengan dunia kerja Jepang melalui gambar karakter Tonegawa Yukio dari seri Kaiji, yang minum bir setelah bekerja 20 Jam nonstop.

Comments