Kenali Jenis Steker Jepang Yang Nggak Kalah Menarik Dari Negerinya

Seperti yang kita ketahui, setiap belahan tempat di muka bumi ini mempunyai perbedaannya tersendiri satu sama lain. Entah itu dalam hal budaya, etnis suku bangsa, agama, tradisi lokal, tata krama, bahasa, dan bahkan untuk urusan yang berkategori sepele seperti halnya steker colokan.

Ya, kali ini artikel yang Penulis sajikan adalah tentang Steker. Pengetahuan akan ihwal satu ini wajib diketahui oleh setiap traveler seperti Minna-san. Karena setiap negara, pastinya memiliki tipe steker yang berbeda-beda, termasuk Jepang. Jadi, jangan sampai, sudah jauh-jauh terbang ke Jepang, sudah merogoh kocek lumayan dalam untuk biaya sewa hotel dan tiket penerbangan pesawat, banyak barang elektronik yang dibawa ternyata tidak dapat dipakai di sana karena lowbat. Nah, perjalanan Minna-san tentunya akan sangat terganggu apabila bepergian ke lokasi wisata di Negeri Bunga Sakura tersebut, tanpa adanya gadget Minna-san. Mengingat, itulah satu-satunya benda yang bisa mengabadikan momen langka Minna-san, yang boleh jadi tidak akan terulang untuk kedua kalinya. Oleh sebab itu, Minna-san mau tidak mau harus berkenalan dengan tipe steker yang dipakai di Jepang ya. Agar barang-barang elektronik Minna-san tidak kehabisan daya dan bisa di-charging kembali.  🙂 Berikut ulasannya.

Cap. Tipe Steker-Colokan Di Jepang

Di Indonesia sendiri, kita sudah sering menjumpai steker berbentuk bulat dengan dua moncong berbentuk lonjong panjang. Setengah moncongnya, berupa besi yang dilindungi pengaman berupa plastik pada separuh moncong yang lain. Bentuk ini mirip dengan steker yang dipakai di negara Eropa.

Sama halnya dengan di Indonesia dan Eropa, steker di Jepang juga memiliki dua moncong, bedanya moncong steker berbentuk pipih dan terbuat dari besi. Steker dengan dua moncong dan berbentuk pipih ini disebut dengan steker tipe B. Meski cukup sederhana, perbedaan jenis steker ini seringkali menimbulkan masalah yang rawan bagi para wisatawan asing yang gadgetnya kehabisan daya, termasuk Minna-san yang mencoba berlibur di sana. Bisa dikatakan, kebetulan membaca artikel satu ini adalah keberuntungan bagi Minna-san. Hehehe…

Jadi, tak perlu heran, ketika banyak traveler yang kebakaran jenggot saat pertama kali menjelajah Negeri Matahari Terbit. Mencoba untuk mencolokkan steker, namun yang ada malah kesusahan memasukan colokan dan menghabiskan beberapa jam lamanya karena bentuk yang tidak sesuai. Tak hanya colokan, perbedangan tegangan di Jepang dan Indonesia juga bakal membuat sakit kepala Minna-san. Jika di Indonesia menerapkan aturan voltase standar sebanyak 220 Volt, maka di Jepang menerapkan voltase standar hanya setengahnya, yaitu 110 Volt. Nah, kalau sudah begini jadinya kita harus bagaimana dong? Masa membeli gadget baru? Yakin, uang yang seharusnya dialokasikan untuk jalan-jalan hemat malah dipakai untuk membeli gadget lagi? Ckckck… Seperti memakan buah si malakama ya, sana susah sini susah.

Capt. Gadget Adl Kebutuhan Utama Traveler

Akan tetapi, Penulis punya solusi dari permasalahan ini kok. Tenang, jangan khawatir, semuanya akan menjadi baik-baik saja. Daripada membeli gadget baru, lebih baik melengkapi barang bawaanmu dengan sebuah plug conversion yang biasa dijuluki Universal Travel Adaptor. Dengan universal travel adaptor, steker dari Indonesia bisa dipakai di Jepang dengan cara yang begitu mudah dan aman. Jika tak sempat membeli di Indonesia, Minna-san juga dapat membelinya di Jepang lho. Mulai dari toko elektronik sampai flea market, lazimnya menjual Universal Travel Adaptor dengan harga yang beragam. Cara memakainya pun sangat mudah, yaitu hanya dengan mencolokkan steker charger Minna-san kepada Universal Travel Adaptor. Setelah memastikan bahwa telah tercolok dengan sempurna, colokkan adaptor pada terminal. Dan mari kita lihat dan simak, gadget tersebut akan otomatis terisi dayanya.

Cover

Melihat dari review para traveler yang pernah ke Jepang, Universal Travel Adaptor memang menjadi barang wajib yang harus dibawa. Nantinya, juga bisa dipakai kok di negara lain jika berencana keliling dunia. Memang harganya tak bisa dikatakan murah, tapi melihat kemudahan yang akan Minna-san dapatkan, mengeluarkan sedikit biaya rasanya tak masalah. Apalagi mengambil merk terkemuka yang kecanggihannya tidak usah dipertanyakan, tentu akan membuat perjalanan Minna-san menjadi lebih tenang, karena tidak takut lagi gadget-gadget yang Minna-san bawa dan akan pakai untuk menunjang acara keliling wisata bisa digunakan dengan sangat baik.

Capt. Power Bank Adl Teman Wajib Bagi Smartphone

Oh, iya, selain mempertimbangkan untuk membeli sebuah Universal Travel Adaptor sebaiknya kenali dahulu apa saja kelebihan yang benda tersebut tawarkan. Karena setiap merk dari Universal Travel Adaptor terkadang tidak lengkap fiturnya, seperti tidak berkonfigurasi dengan aliran listrik bervoltase tertentu atau hanya hadir khusus untuk suatu negara saja. Pilih juga yang harganya menengah ke atas, karena terkadang yang menengah ke bawah gampang rusak serta bermasalah. Mending kalau kita belinya di sebuah toko dekat yang kapan saja bisa kita kunjungi tempatnya, kita bisa tanya-tanya atau kembalikan jika ada masalah terhadapa Universal Travel Adaptor tersebut, tapi bagaimana andai beli di Online Shop? Kalian mau mengembalikannya ke mana coba? Pikirkanlah matang-matang soal ini ya, Minna-san. Karena lebih baik mengorbankan sedikit banyak rupiah untuk yang mahal dan terjamin kualitasnya, awet pas dipakai, ketimbang yang murah tapi sangat rapuu serta mudah rusak. 🙂

Satu lagi, membeli perlengkapan penyimpanan daya lain seperti power bank, baterai cadangan, dan sebagainya, amat Penulis anjurkan bagi Minna-san yang hendak liburan ke Jepang.

Itulah sekilas ulasan “Kenali Dulu Tentang Jenis Steker Jepang Sebelum Betul-betul Mengembara Di Negerinya” yang sudah Penulis sajikan bagi para traveler semua. 😀 Jangan dilupakan begitu saja ya, siapa tahu pembaca semua tiba-tiba mendapat beasiswa belajar atau kerja di Jepang selama beberapa tahun lamanya. Amiin… Hehehe… Sampai jumpa! Stay tuned di Akiba Nation, nantikan selalu berita dan artikel bermanfaat tentang Jepang lainnya di sini. 🙂

SHARE
Previous articleSebelum Resmi Dirilis, Yuk Simak Dulu Album Preview “LUCKY Hi FiVE!”-nya LiSA
Next articleSukses Memikat Hati Penonton, NARUTO LIVE STAGE Kembali Digelar Dg Cerita Baru
Winata SilenceAngelo merupakan seorang penulis remaja yang lahir pada 3 September 1997 di kota Karawang. Kecintaannya terhadap diksi yang melankolis serta menyentuh mengantarkannya ke dunia kepenulisan. Pada umurnya yang masih sangat muda ini, ia berhasil meraih beberapa penghargaan sastra serta menjadi kontributor dari buku-buku puisi. Menurut Winata, dalam sebuah naskah, entah itu novel, cerpen, esai, puisi, atau sekadar kata-kata, yang terpenting adalah unsur amanat. Seperti ketajaman pada ujung mata pedang, amanat merupakan apa yang menjadi tolak ukur suatu seni. Di sanalah segala dari pemikiran sang penulis bermuara, hingga kemudian menunjukan keindahannya dengan sangat artistik.