Doraemon adalah anime asal Jepang yang terhitung sangat lama kiprahnya di dunia pertelevisian Indonesia. Berdasarkan informasi yang didapat, perjalanan panjang Doraemon di Nusantara kita telah dimulai sejak tahun 1988. Pada saat itu, televisi belum sepenuhnya merambah wilayah pelosok pedesaaan. Meski ada beberapa pemilik televisi di desa, namun tidak sebanyak seperti sekarang ini. Hanya orang-orang yang berekonomi menengah ke atas sajalah yang memiliki teve. Di tahun tersebut pula model televisi masih hitam-putih dan menggunakan sumber listrik alternatif seperti mesin diesel, dikarenakan kuantitas listrik belum merata. Untuk tontonan animasi sendiri seperti Doraemon, masih banyak episode yang menggunakan bahasa asli dan hanya menampilkan subtitle terjemah. Para pengisi suara animasi Doraemon versi Indonesia belum betul-betul berkiprah menjalankan aksinya menghidupkan dunia Nobita dan kawan-kawan.

Lalu seiring berjalannya waktu, stasiun televisi mulai merombak keadaan. Mereka satu per satu mulai menggaet orang-orang yang punya kelebihan di bidang pengisi suara, terutama yang bekerja menjadi artis sandiwara radio. Setelah melalui proses perekrutan, didapatkanlah sekumpulan orang yang pas untuk jadi bintang alih bahasa tontonan animasi dan telenovela. Termasuk di antaranya adalah pengisi suara animasi Doraemon. Penasaran siapa saja orang penting di balik serial lucu satu ini? Yuk, kita kenalan sekarang! Tak kenal maka tak sayang, bukan? πŸ˜€

1. Dewi Sartika sebagai Nobita

Doraemon, kumohon bantulah aku!

Aduh, siapa sih yang tidak hafal suara dari pemeran utama berkacamata nan cengeng ini? Ialah Nobita, bocah laki-laki yang sering merengek pada Doraemon! Ya, Dewi Sartika merupakan orang di balik tangisan anak culun tersebut. Minna-san terkejut tidak? Yang jadi pengisi suaranya Nobita itu perempuan, lho! “Nobita kan cowok, tapi kenapa yang jadi pengisi suaranya cewek?” Mungkin Akiba-chan dan Akiba-kei sekalian bertanya-tanya, tapi memang begitulah kenyataannya. Kalau diperhatikan, suara Nobita pada awalnya memang agak mirip cewek sih.

Patut Minna-san ketahui, Dewi sudah mengisi suara Nobita sejak tahun 2009. Lumayan lama, ya? Tapi dirinya telah lebih lama lagi mengenal dunia dunia teater dan seni peran suara, yakni sejak tahun 1995. Ia kemudian mulai rajin mengikuti casting di sebuah PH (Production House). Ia lalu berkiprah sebagai pengisi suara telenovela era 90-an setelah lolos audisi. Dewi pernah mengisi suara tokoh utama terkenal, seperti Rosalinda dan Maria Seleste. Menurut Dewi, menjadi seorang dubber itu diharuskan dapat memainkan berbagai suara yang berbeda. Mulai dari suara anak kecil, remaja, hingga orang tua. Baik itu perempuan maupun laki-laki.

Dikutip dari speakingmagz.com, beginilah cerita Dewi Sartika ketika ditanyai soal kiprahnya menjadi pengisi suara untuk karakter Nobita:

“Saat itu aku belum dapat kesempatan untuk mengisi suara kartun karena PH (yang meloloskan) itu distributor (untuk) film-film telenovela. Suara-suara yang sering dipakai tentu suara-suara cantik, keibuan, putri, dan saat itu juga aku digembleng untuk bisa beberapa suara. Sambil menunggu kabar, aku mencoba ‘dubbing’ suara Nobita lagi tapi suaranya lebih ditebelin. Artinya, kalau dulu kita mendegar suara Nobita agak kecewe-cewean, sekarang diminta suaranya lebih (mirip) cowok. Aku lihat filmnya lagi, dari situ aku tahu kalau si Nobita ini mengalami pergeseran karakter, jadi suara yang aku bikin untuk Nobita ini lebih (mirip) cowok. Alhamdulillah aku diterima dan menjadi ‘dubber’ Nobita sampai sekarang.”

2. Nurhasanah sebagai Doraemon

Maling-maling bambu!

Ada Nobita, pasti ada robot kucing dari masa depan di sampingnya, yaitu Doraemon! Coba tebak siapa yang jadi pengisi suaranya? Ya, betul, dia adalah Nurhasanah! Lagi-lagi perempuan, ya? Hihi… Tapi, tunggu dulu, Minna-san! Jangan asal sangka dulu. Pengisi suara animasi Doraemon satu ini adalah yang paling ‘mastah’, lho! Dia sudah menjadi dubber untuk karakter Doraemon sejak tahun 1993 hingga sekarang. Woah, lama banget bukan? Pengalamannya dalam dunia dubbing tidak usah dipertanyakan lagi deh.

Dikutip dari ifaikah2.wordpress.com, beginilah cerita dari Ibu Nurhasanah:

“Sejak tahun 1993 sampai sekarang (jadi pengisi suara animasi Doraemon). Memang pernah diganti waktu (tahun) 2006, tapi kemudian balik (kembali jadi pengisi suara karakter Doraemon) lagi. Saya bekerja di RRI (Radio Republik Indonesia), jadi itu kerjaanku untuk produksi sandiwara radio. Pertamanya main sandiwara, kemudian (jadi) pengisi suara di telenovela, baru ke (dubber) Doraemon.”

3. Jessy sebagai Shizuka

Aku lebih suka Dekisugi daripada Nobita yang bodoh, jelek, hidup lagi!

Inilah pengisi suara animasi Doraemon yang mendapat peran wanita idaman sejagat! Jika Akiba-chan dan Akiba-kei sekalian ingin tahu, Jessy telah memulai debutnya sebagai pengisi suara di salah satu stasiun televisi swasta pada awal 1990-an. Dia juga sempat mengisi suara Kamiya Kaoru dalam serial animasi Samurai X. Manisnya kepopuleran animasi Vatalla Sang Pelindung pada tahun-tahun lalu pula telah dicicipi oleh Jessy. Kemudian, pada tahun 2013, ia mempunyai kesempatan menjadi pengisi suara Shizuka, gadis yang sangat dicintai oleh Nobita.

Baca juga: Anak Kelahiran 90’an Pasti Tahu 4 Tokoh Anime yang Menyebalkan Ini

4. Santosa sebagai Suneo

Hoi, papaku baru beli mobil lambhorgini, lho! Mau naik enggak? Eh, kayaknya kalian enggak bisa naik deh. Nanti bisa-bisa ngiler kalian saking kerennya mobil lambhorgini papaku!

Sosok pengisi suara animasi Doraemon selanjutnya adalah Santosa Amin. Ia mendapat bagian untuk memerankan suara karakter Suneo, teman Giant yang suka pamer nan sombong. Nah, kalau kalian benci Suneo, tapi harap jangan benci pengisi suara satu ini ya. Karena ia juga pernah memerankan tokoh Spongebob Squarepants, si spons kuning baik hati. Menilik kiprahnya di dunia seni peran suara, Santosa sebelumnya bekerja sebagai pegawai di restoran Pizza, setelah menguatkan niat ia lalu keluar dan bekerja di RRI. Dari situlah langkahnya dalam dunia seni peran suara terbuka lebar.

5. Bima Sakti sebagai Giant

Baiklah, karena aku sedang senang, maka aku akan mempersembah sebuah lagu penghancur gendang telinga untuk kalian!

Giant versi Indonesia siapa ya? Ini nih sosok di balik karakter yang nyebelin karena sering mengerjai Nobita. Ia adalah Bima Sakti! Agak mirip dengan tokoh yang diperankannya ya? Hihi… Kak Bima Sakti ini diketahui mulai menjadi pengisi suara animasi Doraemon sebagai Giant pada tahun 2009. Barengan sama Kak Dewi Sartika sebagai Nobita. Meski begitu, Bima Sakti juga lumayan berkiprah lama, lho, dalam dunia seni peran suara.

Nah, itulah siapa saja yang menjadi pengisi suara animasi Doraemon. Mereka merupakan maestro yang sudah lama berkecimpung mendalami dunia teatrikal. Minna-san ingin menjadi pengisi suara animasi profesional seperti mereka juga? Simak nih tips keren dari Kak Dewi Sartika yang dilansir oleh speakingmagz.com.

“Dunia dubbing enggak bisa dipandang sebelah mata, kamu perlu keseriusan dalam belajar, terutama ketika memperjelas artikulasi dan memperlancar bicara.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here