Beberapa bulan lalu akhirnya Sony merilis konsol generasi terbaru mereka yang menjadi penerus Playstation 4, yaitu Playstation 5 alias PS5, dan tentunya perilisan tersebut dilakukan dengan meriah. Tapi meriah bukan berarti mulus, karena sejak dulu sampai sekarang Sony kesusahan melakukan perilisan karena demand akan konsol itu melebihi stock supply yang tersedia, dan masalah ini dikatakan masih akan berlanjut ke tahun 2022!

Sony merilis konsol Playstation 5 pada bulan November 2020 kemarin, yang pertama dilakukan di Jepang dan Amerika. Perilisannya di Jepang dilakukan dengan gaya yang kece dimana Sony mengadakan acara Light Show pada Kuil Kanda di Tokyo.

Fans tentunya senang menyambut konsol itu, apalagi dengan masa pandemik ini yang mendorong orang-orang untuk tetap dalam rumah saja. Masih belum begitu banyak game Playstation 5 yang dirilis, walau konsol itu dapat memainkan game PS4 dan ditingkatkan grafiknya.

Tak heran kalau banyak yang berusaha membeli konsol itu. Tapi sayangnya baik di Jepang ataupun luar, ada masalah dari perilisan konsol PS5, yaitu stoknya yang tidak dapat memenuhi demand yang besar. Ditambah lagi kabar adanya penjual scalper, yang memborong konsol itu dan membuat stok makin sedikit lagi untuk dijual lagi pada harga extra tinggi.

Dan sekalian balik pada topik utama, bagi mereka yang belum punya dan berniat membeli konsol tersebut, harap perlu lebih bersabar dan bertabah lagi karena seperti yang dikatakan diawal, Sony baru mengumumkan kalau masalah stock Playstation 5 masih akan berlangsung lama.

Hal tersebut diumumkan dalam laporan dari Bloomberg, yang dikatakan oleh Totoki Hiroki sang ketua pegawai finansial Sony. Ia menjelaskan kalau Sony sedang kesusahan memenuhi demand akan konsol itu karena mereka juga sedang kekurangan komponen konsol tersebut.

Totoki mengatakan kalau demand untuk PS5 tidak menurun juga tahun ini, dan bahkan mesklpun mereka menjamin produksi lebih banyak unit untuk tahun depan, stoknya juga tetap takkan mampu, memenuhi demand yang ada. Dan ia lanjut mengatakan kalau mempertimbangkan pangsa pasar dan reputasi Sony, tak bisa dibayangkan olehnya kalau demand itu akan menurun.