Ketika baru pertama kalinya hidup di luar negeri, tidak sedikit orang yang mengalami kebingungan. Rasa asing dan homesick pasti melanda. Apalagi kalau harus hidup diluar negeri dalam waktu yang lama sendirian. Dalam masa sekolah misalnya. Perasaan seperti ini ternyata juga nggak sedikit lho yang dialami oleh orang jepang. Pada artikel terdahulu, penulis sudah menyebutkan apa saja hal yang paling dirindukan orang jepang saat sedang nggak di tanah airnya.

Nah kali ini, penulis akan kembali membeberkan 5 hal yang bikin orang jepang syok saat baru pertama kali melancong ke negeri orang. Apa saja ya kira-kira? Yuk kita simak list yang dibuat berdasarkan hasil survey Curazy berikut ini:

5 – Jam Kerja

Akiba-chan dan akiba-kei tahu sendiri kan. Kalau orang jepang itu kebanyakan (nggak semuanya sih tapi emang rata-rata) suka banget kerja. Aturan di tempat kerjaan pun sangat mengikat. Orang jepang banyak menghabiskan waktu di kantor. Bahkan banyak dari mereka yang lembur sampai larut malam. Berbeda dengan di negara asing, Indonesia misalnya. Jam kerja disini bisa dibilang masih bikin lega. Karena selain panjangnya hanya 8 – 9 jam, bila kalian tak ingin lembur kalian pasti punya segudang alasan untuk berbincang dengan atasan. Kalau di jepang sih udah dicekek tuh.

Baca Juga: Survey Membuktikan Suami Idaman Wanita Jepang Sangat Mengejutkan!

Penulis punya satu teman yang kerjanya tiap hari selalu berangkat pagi pulang subuh. Makanya nggak heran kalau orang jepang yang hidup di luar negeri kaget banget liat jam kerja di negara lain. Yang lebih sangat amat nyantai ketimbang di negaranya.

 

4 – Gossip

hidup di luar negeri

Oke. Ngomongin tentang gossip pasti nggak jauh juga sama keluhan. Biasanya biang gossip berawal dari saling mengeluh. Di jepang, mungkin hanya sebagian kecil saja orang yang memiliki hobby bergossip. Ya karena mereka emang sibuk dengan kegiatan masing-masing (kecuali cewek ya, dimana-mana mah sama, apalagi kalo masih abege). 😀

Seorang pengguna twitter mengungkapkan keheranannya. Ia sempat membaca artikel yang menyebutkan bahwa “orang jepang suka mengeluh”, tapi kenyataannya tidak seperti itu. Baginya, keluhan seperti itu hanya ia temui di negara yang orang-orangnya tak bisa memanage waktu. Biasanya bila ada berita dengan isi kurang meyakinkan begitu orang jepang tidak ambil pusing. Karena mereka tau itu belum tentu benar. Tapi ia cukup terkejut, saat hidup di luar negeri, gossip seperti itu sangat digemari untuk diperdebatkan tanpa mencari sumber kebenarannya.

 

3 – Hari Libur

Hari minggu di jepang kebanyakan digunakan untuk beristirahat. Sama seperti weekend di negara lain. Membuang segala kepenatan kerja, berbelanja, dan menikmati hiburan bersama keluarga. Namun di beberapa negara. Seperti Jerman contohnya, ada juga yang memiliki “aturan” di hari libur toko atau supermarket harus tutup/hanya buka di jam tertentu. Bagi orang jepang yang baru belajar hidup di luar negeri pasti mengira akan sulit sekali belanja di hari libur. Padahal itu adalah hari dimana mereka bisa belanja sepuasnya.

Maka dari itu beberapa orang cukup terkejut bahwa ternyata tempat belanja itu tidak benar-benar tutup. Hanya masyarakatnya saja yang tidak ingin belanja saat hari libur. Hal ini membuat orang jepang menyadari bahwa kultur hidup di luar negeri benar-benar berbeda dan mengangetkan.

 

2 – Berita VS Real Life

Media memang sangat mengerikan. Zaman sekarang berita yang biasanya kecil dibesar-besarkan. Yang nggak penting jadi bualan. Bahkan dicampur dengan bumbu hoax biar bisa ditukar dengan uang. Berita tentang jepang kebanyakan sangat terjaga kebenarannya. Media mereka hampir tidak mungkin mengaduknya dengan sumber abu-abu.

Orang jepang sendiri pun suka berselancar di media negara lain dengan kemudahan internet mereka. Meskipun kadang tidak percaya dengan keaslian berita asing, pemikiran mereka tentang sebuah negara sangat erat dengan berita yang lagi booming secara global. Sehingga menghasilkan citra negara yang salah.

Misalnya, orang brazil terkenal dengan citra keras dan tidak sportifannya. Namun salah satu pengguna twitter dibawah ini mengungkapkan keterkejutannya saat tau bahwa tidak semua orang brazil seperti itu.

Salah satu contoh kejadian lagi saat teman dari editor Akiba Nation yang belum pernah ke indonesia bilang negara kita menakutkan. Dia kira semua orang harus ikut berpuasa saat ramadhan. Sampai saat kemarin, ia sempat mampir ke Bali dan terkejut karena tidak semua kabar menakutkan yang ia dengar tentang Indonesia itu benar. Fiuh… nggak heran sih. 😀

 

1 – Harga Makanan

Ini adalah hal yang paling membuat orang jepang syok dari pada empat hal lain diatas. Di jepang, pilihan makanan sangat beragam. Entah bila kalian makan diluar atau pun beli bahan untuk masak sendiri dirumah. Tapi memang harga makanan di jepang dapat disesuaikan dengan kantong masing-masing. Harga recehan atau ribuan ada sendiri tempatnya.

Kebanyakan orang jepang yang hidup di luar negeri sangat syok dengan perubahan harga makanan mereka. Misalnya, ketika tinggal di perancis, mereka berpikir harga makanan disana sangat mahal bahkan untuk penduduk lokal. Tak tahunya itu memang standart termurah bagi mereka.

Atau sebaliknya, mereka menghawatirkan para pedagang makanan yang menjual makanan Indonesia porsi berlimpah dengan harga terlalu murah. Bagaimana mereka bisa ambil untung? Ternyata setelah lama tinggal disini barulah mereka paham bahwa harga bahan baku (misalnya sayuran) di indonesia masih sangat murah (bahkan gratis). Sehingga wajar bila menjual dengan harga murah pula.

Comments

Loading...