Setiap orang pasti punya kebiasaan yang kadang sangat susah untuk dihilangkan. Di seluruh dunia, yang punya beragam budaya tentunya diimbangi dengan bermacam-macam kebiasaan juga. Tak terkecuali jepang pun punya kebiasaan baik dan buruk yang bisa kita telaah. Kebiasaan orang jepang sendiri sejatinya juga beragam. Kalau akiba-chan dan akiba-kei masuk kuliah di jurusan bahasa jepang misalnya, ada salah satu kebiasaan yang sangat kental. Yaitu tepat waktu. Namun ada juga loh kebiasaan orang jepang lainnya yang ternyata susaaaah banget dirubah meski mereka udah tinggal di negara lain.

Mau tau apa aja? Yuk simak deh. Ini dia 5 kebiasaan orang jepang paling sulit dirubah menurut SNS:

1 – Berpose Dua Jari “peace” Saat Berfoto

Pose dua jari merupakan kebiasaan orang jepang yang paling susah dirubah. Karena kebiasaan ini jarang disadari namun tiba-tiba menular begitu saja kepada orang lain. Selain itu, karena begitu enteng, biasanya orang jepang yang bingung mau berpose apa saat foto secara otomatis mengikuti pose sekitarnya.

Yaitu mengangkat dua jari kearah samping wajah. Biasanya, pose ini juga diikuti dengan senyuman khas. Bahkan anak bebal, punk, rock, gore-gorean pun kalau diajak berfoto masih banyak yang menggunakan pose ini. Yah, meskipun dengan variasi agak berbeda. Diacungin ke depan atau dicolokin ke temen misalnya. Makanya jadi kebiasaan paling sulit dirubah. 😀

 

2 – Membungkuk Sepanjang Waktu

kebiasaan orang jepang

Kebiasaan membungkuk orang jepang udah pada tau kan? Bukan yang membungkuk yaka orang sakit atau nggak bersemangat gitu ya. Ini lebih ke membungkuk seperti saat memohon maaf. Tapi ternyata membungkuknya orang jepang bukan cuman saat menyadari kesalahan atau meminta maaf lho.

Kegiatan membungkuk ini hampir selalu ada setiap saat. Berterimakasih, membungkuk. Nganter perpisahan, membungkuk. Saling menyapa di jalan juga bisa dengan membungkuk kan badan. Nggak heran lah kalau kegiatan ini jadi kebiasaan paling sulit di rubah.

 

3 – Menutup Mulut Saat Tertawa

Kalau di indonesia, mimin sering lihat banyak orang ngakak tertawa sampe mulutnya kebuka lebar. Kalau di jepang? Oh tidak. Sangat langka sekali lho. Yang sering terlihat mereka hanya tersenyum hangat. Atau tertawa seadanya. Selucu apapun komedi yang lewat di mata mereka. Pengecualian bagi kaum tertentu ya, misalnya anak muda badung atau anak-anak kecil yang nakal. Seringnya, orang jepang punya kebiasaan menutup mulut dengan tangan saat tertawa.

Baca Juga: Menurut Survey Ini Sifat Cewek Yang Paling Dibenci Oleh Cowok Jepang

Terlebih bagi golongan para cewek. Sangat tabu sekali kalau ada yang tertawa lebar sampe laler segede gaban bisa masuk. Hahaha. Selain mengandung unsur kesopanan, cara tertawa seperti ini dapat menimbulkan kesan kawaii bagi pelakunya. Lebih indah dan berkharisma. Hmm… benar juga, kayaknya di belahan bumi manapun bagus juga kalau orang-orang bisa tertawa sesopan mereka.

 

4 – Suara Mulut yang Keluar Secara Refleks

kebiasaan orang jepang

Pernah ingat beberapa suara paling mengganggu orang jepang yang pernah penulis bahas tempo hari? Kalau belum baca artikelnya di link bawah ya. Dalam list suara tersebut salah satunya adalah suara “Heee” dan “ckckckck” atau “Ssssshhh….”. Keberadaan suara suara tersebut sejatinya tak lain karena kebiasaan orang jepang untuk merespon lawan ngomong mereka. Meskipun bisa dihilangkan, tapi kebiasaan ini tak bisa dirubah secara total. Kasarannya kata orang jawa itu semacam gawan lahir. Hehe.

Baca Juga: 5 Suara Paling Mengganggu Bagi Orang Jepang

 

5 – Sangat Menaati Lampu Zebra Cross

Ini sejatinya kebiasaan baik lho. Bener nggak sih? Kalau di indonesia kan kita sering tuh liat orang nyebrang jalan seenak jidat. Apalagi kalau keadaan ruame sampe kendaraan ga bisa jalan. Atau sebaliknya, suepiiii sampai kura-kura aja jalan tanpa gangguan. Adanya lampu tanda zebra cross banyak yang tak dihiraukan. Padahal di sini enak lho. Kalau mau nyebrang kita yang pencet. Itu artinya lebih mengutamakan pejalan kaki ya kan? Lah kalo di jepang? Ada dimana zebra cross punya lampu lalu lintas otomatis.

Jadi kalau akiba-chan dan akiba-kei mau nyebrang ya sabar sampai lampunya berwarna ijo. Meskipun itu lagi sepi banget. Orang jepang sangat taat pada kebiasaan yang satu ini. Bahkan sampai ke negara orang pun dia bawa kebiasaanya. So, jangan heran kalau kalian lihat ada orang jepang mau nyebrang zebra cross nggak mau jalan sebelum lampu yang di pencetnya beneran nyala ijo.

 

Bonus: Table Manner

Di sebagian negara maju. Table manner menandakan seberapa berpendidikan orang tersebut. Dan kadang juga menandakan dia dari kalangan kelas apa. Nggak usah jauh-jauh deh. Jawa misalnya. Ada akiba-chan makan ndodok dibawah, belepotan, nggak rapi, kecapan mulutnya kedengeran sampai radius 5 kilometer. Pasti udah di judge kurang sopan.

Beda dengan cewek darah biru yang makannya sangat santun, rapi diatas meja. Tapi kebiasaan makan orang jawa kebanyakan bisa dirubah si ke yang kasar menjadi lebih santun. Hehe. Versi mbah mu msaing-masing. Atau misalnya di negara-negara barat. Kamu makan nggak pakai sendok garpu atau pisau. Pasti dianggap aneh.

Sama juga, orang jepang punya kebiasaan makan yang beda, dan sangat susah dirubah. Kalau di jepang misalnya pada saat makan ramen, kamu baru dianggap sopan bila makan ramen sambil menyeruput kuahnya. Sampai berbunyi “slruuuup….” begitu. Nah kalau kebiasaan ini dibawah keluar negeri, tentu akan jadi permasalahan baru. Karena pada dasarnya banyak negara yang menganggap bunyi mulut saat makan adalah tidak sopan. Apalagi sampai ngokop kuah. Hahaha. Tapi emang bagi orang jepang ini kebiasaan yang sangat amat susah ditinggalkan.

Itulah kebiasaan orang jepang yang paling sulit dirubah. Kalau di indonesia menurut akiba-chan dan akiba-kei ada nggak? 😀