Menemukan asal dari suatu kata merupakan hal yang sangat menakjubkan. Meskipun kata tersebut merupakan kata keren yang meminjam dari bahasa lain. Kesalahpahaman budaya, ataupun peristiwa-peristiwa linguistik lain yang menyebabkan terciptanya kata tersebut, itu akan sangat menyenangkan jika kita mengetahui cerita dibalik sebuah kata yang umum kita gunakan dalam setiap percakapan.

Oleh sebab itu kita akan mengulas tentang TOP 5 Kata Kren Bahasa Jepang dengan Sejarah dan Ceritanya.

#5. Chiin (知音)

Teman yang Sangat Dekat

Untuk kata nomor  5 ini mungkin tak banyak orang yang tahu, oleh sebab itulah kata Chiin menjadi kata diurutan ke lima yang akan kita bahas kali ini. Walaupun kata Chiin ini tak sering digunakan tetapi kata Chiin ini memiliki  cerita yang sangat menarik di dalamnya. Kata ini merujuk kepada “sahabat” (Shin’yu) atau “Teman” (Tomodachi). Kata dengan perpaduan antara kanji Chi “Untuk mengetahui” dan kanji in “bunyi”. Lalu bagaimana bisa kata yang secara hurufnya berarty “Untuk mengetahui bunyi” memiliki arti yang berhubungan dengan pertemanan ? ini lah kisahnya:

Ketika Warring State period (475 SM hingga 221 SM) di China, hiduplah dua orang sahabat baik bernama Bo Ya dan Zhong Ziqi. Bo Ya sangat pandai bermain quqin (alat musik China seperti kecapi) dan Zhong ziqi sangat pandai untuk mendengarkan alunan quqin.

Ketika Bo Ya berpikir tentang gunung yang tinggi saat bermain musik, Zhong Ziqi akan mendengarkan dan berkata “Itu membuat saya berpikir gunung Tai yang menjulang !” ketika Bo Ya berpikir air yang mengalir ketika bermain Quqin, maka zhong  Ziyi akan mendengarkan seraya berkata “Itu membuat ku berpikir tentang sungai Huang dan Yangtze !” apapun yang dimainkan oleh Bo Ya, Zhong Ziqi selalu bisa menebak apa yang dipiirkannya melalui musik yang ia mainkan.

Ketika Zhong Ziqi meninggal dunia, Bo Ya memutus senar quqin nya dan bersumpah ia tidak akan pernah bermain musik lagi, karena tak ada seorangpun yang memahami musik yang ia mainkan seperti Zhong Ziqi.

Dari kisah itulah asal kata Chiin berasal. Dua orang yang berteman sangat dekat hingga mereka “tahu” (Chi) apa yang dipikirkan yang lain hanya melalui “musik” (in)

Jadi jika kamu memiliki teman yang bisa membaca pikiranmu, atau perasaanmu dengan sangat tepat berdasarkan lagu yang ia mainkan di Player musiknya, maka mungkin kamu juga punya Chiin, seperti cerita di atas.

#4. Yaochou (八百長)

Mengatur permainan

Kisah dibalik kata ini merupakan kisah yang paling lucu diantara yang lain. Untuk memulai, lebih baik jika kita memahami kata asli dari kata bahasa Jepang “Toko Kelontong” (Yaoya). Asal dari kata tersebut adalah (aoya), kependekan dari kata (aomonoya) yang berati “Toko dengan barang-barang hijau” atau “toko sayur mayur”. Kemudian kata tersebut di satukan dengan kata (yaorozu) yang berarti “hal yang tak terhitung jumlahnya”, sepertinya hal itu terjadi karena di toko kelontong ingin memperlihatkan bahwwa mereka memiliki stok lebih dari toko yang lain dan  lahirlah kata (yaoya) “Toko Kelontong” .

Mengetahui semua itu, saat pertama kali kamu mendengar kata yaouchou (dengan cho yang memiliki arti “kepala atau ketua” kamu dengan mudahnya akan menganggap kata yaouchou memiliki arti “pemilik toko kelontong”. Padahal sebenarnya tidak seperti itu. kata yaouchou justru memiliki arti “mengatur permainan”. Lho kok bisa ??

Alasannya terdapat di sejarah kuno  di Jepang pada Era Meiji (1868 hingga 1912) :

Pada zaman itu hiduplah pemilik toko kelontong yang dipanggil yaochou. Dia berteman baik dengan pesumo bernama Isenoumi Godayu. Mereka sering bermain Igo bersama, dan walaupun Yaoccho seorang pemain yang baik dengan tokonya yang berjalan baik, dia terkadang mengalah pada Isenoumi. Itu akan membuat mood Isenoumi membaik dan ia akan membeli lagi di Yaochou. Walaupun Yaouchou kalah dengan sengaja diantara dia dan Isenoumi. Nama Yaouchou kini tercatat sebagai kata dengan “Mengatur permainan”.

 

#3. Shushu (守株)

Tidak ada inovasi, kebodohan (Terfokus pada masa lalu sehingga sulit untuk move on)

Kata keren ketiga ini juga merupakan kata yang jarang digunakan. Kanji dari kata shushu adalah shu “Penjaga/Pelindung”  dan shu “Puntung Pohon”. Lalu apa hubungannya “Tidak ada inovasi” dengan menjaga pohon ? ini kisahnya:

Alkisah hiduplah petani China dalam masa Song Dynasty (960-1279. Petani tersebut sangat malas dan tidak bersemangat. Suatu hari ia melihat seekor kelinci yang berlari kearah puntung pohon dengan kepalanya dulu, akibatnya kelinci itu lehernya patah dan mati, hasilnya sang petani mendapatkan makanan dengan mudah hari itu. petani kemudian berpikir, jika aku menunggu di puntung pohon ini, pasti kelinci akan datang dan melakukan hal yang sama !

kata keren

Lalu petani berhenti dari pekerjaannya dan menghabiskan waktunya menjaga puntung pohon itu dan mengawasi jika ada kelinci lain yang akan datang. Tentu saja hal itu tidak terjadi, dan petani tersebut akhirnya menjadi bahan tertawaan seluruh warga desa.

Jadi, jika kamu ingin menertawakan seseorang yang tidak bisa move on dari sesuatu yang terjadi. bebaslah untuk shushu mereka dan ceritakanlah cerita tentang “sang penjaga puntung pohon”

Bagaimana akiba-Chan, Akiba-Kei ? Terkejut dengan kisah dari kata keren yang biasa kalian dengar ?? part kedua akan berisi dengan kata keren seperti “Baka” dan kata lainnya. Dan jika kamu pengen belajar lebih mendalam bisa berkunjung ke Classroom ya. Selain bakal diajarin berbagai bahasa gaul, kalian juga bisa berinteraksi dengan sensei-sensei professional!

Klik untuk melihat Akiba Classroom
Klik untuk melihat Akiba Classroom

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here