Seni tari adalah salah satu bentuk budaya dari suatu Negara. Setiap Negara, biasanya memiliki tarian yang berbeda – beda. Setiap tari tradisional mengandung makna tersendiri bagi sebuah bangsa. Ada yang melambangkan perang, ucapan selamat datang, kasing sayang, bentuk terima kasih kepada dewa, bahkan bentuk permohonan akan sesuatu kepada dewa. Ada beberapa negara yang memiliki tarian yang serupa, tapi memiliki makna dan detil yang berbeda, contohnya adalah Tari Payung dari Indonesia dan Kasa – Odori dari Jepang.

Akiba – chan dan Akiba – Kei pasti tau kalau Indonesia memiliki Tari Payung. Tari Payung di Indonesia berasal dari Minangkabau, Sumatra Barat, yang menggambarkan kasing sayang. Penari tari payung di Indonesia biasanya menggunakan payung, selendang, dan baju adat Luhak Nan Tigo dengan lagu pengiring “Berbendi – bendi ke Sungai Tanang”. Biasanya, tarian khas Minang ini biasanya ditampilkan secara khusus pada acara pesta pernikahan adat Minang. Payung melambangkan perlindungan laki – laki kepada perempuan, dan selendang melambangkan kesiapan perempuan untuk membina rumah tangga.

Nah, ternyata, Jepang juga memiliki tari payung loh! Tari payung di Jepang bernama “Kasa – Odori” dan merupakan salah satu ciri khas dari Perfektur Tottori Timur.

Tari Payung khas Indonesia
Tari Payung khas Indonesia
Kasa - Odori
Kasa – Odori

Asal – muasal munculnya Kasa – Odori ini, menurut legenda, ada seorang Kakek bernama Gorosaku yang menari – nari dengan payung. Kakek tersebut memohon kepada Dewa untuk menurunkan hujan di desa tempat ia tinggal yang sedang dilanda kemarau berkepanjangan. Gorosaku terus menari dengan payung itu sampai ia wafat, lalu turun hujan, dan kemarau pun berakhir. Kejadian ini ditilik dari legenda di Kokufu terjadi pada Zama Edo, yaitu sekitar tahun 1603 – 1867.

Diceritakan bahwa asal – usul tari payung khas Jepang ini adalah dari Inaba, dan biasa disebut sebagai Inaba Kasa – Odori sang tarian pemanggil hujan.

Saat ini, tarian Kasa Odori ditampilkan saat musim panas di Prefektur Tottori Timur. Festival musim panas tempat dipertunjukkannya tarian ini bernama Shan – Shan Matsuri. Dalam mempertunjukkan tarian ini, para penari menggunakan payung kertas dengan logam – logam kecil yang digantung di sekeliling payung. Ketika logam – logam kecil itu bergerak seirama dengan payung, maka akan menimbulkan suara “shan – shan”.

Kasa – odori bisa dilakukan oleh perempuan maupun laki – laki. Mereka memakai baju yang seragam nan indah dan menari bersama dengan iringan musik. Musik pengiring kasa – odori ini bernama Kinansebushi.

Sampai saat ini, Kasa – Odori dan Tari Payung masih sering ditampilkan di negara masing – masing, baik dalam keperluan yang sesungguhnya maupun dalam pentas tari yang diselenggarakan. Para anak bangsa dari masing – masing negara masih terus berjuang untuk menjaga dan melestarikan budaya yang dimilikinya. Sehingga tidak akan punah dan hilang ditelan zaman.