Negara Jepang tak bisa dipungkiri memiliki sejarah yang gelap, dengan keterlibatan mereka dalam Perang Dunia II. Hal tersebut suka membawakan berbagai masalah bahkan sampai sekarang ini dengan kadang memicu amarah negara tetangga mereka Korea dan China, yang tak melupakan kejahatan Jepang pada saat itu. Contoh yang baru adalah setelah diperkenalkannya karakter Shiga Hero Academia baru-baru ini.

Boku no Hero Academia adalah manga karya Horikoshi Kouhei yang diserialisasikan dalam majalah manga Shonen JUMP dan masih berlanjut sampai sekarang. Manga itu juga telah diadaptasi jadi anime seri dan movie oleh studio BONES, yang saat ini sedang menayangkan season keempatnya.

Anime dan juga Manga tersebut kini menjadi salah satu seri JUMP terpopuler, dan banyak disukai baik dalam dan luar Jepang. Seperti mendapatkan penghargaan dari Korea Selatan dan beberapa kali merajai list top buku di Amerika Serikat.

Akan tetapi baru-baru ini ketenaran tersebut mengalami masalah, karena adanya karakter yang namanya baru diberikan. Dan sebagai warning, sayangnya bagi yang ingin tahu detail terpaksa perlu tahu spoiler besar.

Karena karakter tersebut adalah dokter tak bernama yang muncul dalam chapter pertama kisah Hero Academia. Awalnya dokter itu dikenal dengan nama Daruma Ujikko, tapi kini dikonfirmasikan kalau nama aslinya adalah Shiga Maruta. Dan nama Maruta tersebut membuat para pembaca luar marah, terutama Korea dan China.

Nama Maruta itu sendiri dijelaskan Horikoshi diberi pada karakter itu untuk mereferensi bentuk wajahnya yang gemuk dan bulat, karena kata Maru bisa berarti bundar. Tapi kata Maruta memiliki sejarah yang mengerikan bagi negara China.

Karena itu adalah sebutan bagi korban manusia yang dipakai meneliti tes obat kimia yang dilakukan oleh Unit 731 Tentara Kekaisaran Jepang di China, yang memakai tak hanya wanita hamil tapi juga anak bayi. Kata Maruta itu sendiri berarti balok kayu, yang berasal dari fasilitas pengetesan tersebut yang disamarkan sebagai tempat penggergajian kayu.

Kejadian ini membuat banyak pihak menuntut permintaan maaf, yang memang telah dilakukan oleh Horikoshi Kouhei dan juga Shonen JUMP, tapi masalah baru terjadi dengan anime, manga, sampai game Hero Academia juga sampai dihapus dari platform distribusi digital di China, dan belum ada kabar apakah akan kembali lagi nantinya.