Telah diketahui banyak orang di dunia, bahwa negara yang terdiri dari ribuan pulau serta 70% wilayahnya adalah lautan ini, yaitu Indonesia, merupakan negara yang penduduknya paling dominan beragama islam atau muslim. Dan telah diketahui banyak di dunia pula, bahwa negara berjulukan Negeri Bunga Sakura, yakni Jepang yang masih se-asia dengan Indonesia, memiliki banyak sekali makanan yang di dalamnya terkandung bahan tidak halal atau tidak diperbolehkan dikonsumsi oleh nyaris seluruh masyarakat Indonesia. Tentunya, hal tersebut menciptakan kekhawatiran tersendiri dalam diri penduduk Nusantara yang hendak tinggal dalam jangka waktu lama atau sekedar berjalan-jalan ria di Jepang, menikmati keindahan Negeri Bunga Sakura tersebut. Seperti stok makanan selama bersama di sana.

Namun tak perlu gamang, karena tidak semua produk konsumsi olahan Jepang, yang dijajakan pada warung-warung, stan, atau restoran berbintang sekalipun, ada beberapa di antaranya yang tidak memakai bahan ‘tidak halal’ yang mana bisa kita konsumsi tanpa adanya rasa ragu. Kalau semua tempat makan seperti yang tercantum di atas sih, mungkin bisa ditanyakan langsung pada pelayannya ya, dengan bahasa inggris pun sepertinya bisa. Akan tetapi, bagaimana dengan produk berbungkus yang ada di market-market modern atau swalayan? Mustahil tanya sama si kasir tentang satu persatu produk yang kita beli kan? Dengan begitu, tidak ada jalan lain lagi. Minna-san harus bisa membaca isi komposisi dari produk tersebut!

Pasti muncul pertanyaan dari Minna-san semua, “Bagaimana caranya? Sedangkan, saya membaca komposisi yang berbahasa inggris pun belum seluruhnya mengerti, apalagi ini, huruf kanji yang dilihat sekilas saja bisa membuat mata kita berkunang-kunang. Padahal disitulah semua informasi tercantum, mengandung ini-itu atau justru tidak memakainya sama sekali.”

Penulis menjawab, “Nah, disinilah keuntungan kalian terus memantau artikel dari Akiba Nation! Karena kali ini Penulis akan menjabarkan 5 huruf kanji yang bisa dibuat patokan halal atau tidaknya suatu makanan di Jepang. πŸ™‚ Silahkan baca sampai tuntas.”

Diambil dari beberapa situs tips informasi travelling yang boleh dijamin keabsahannya, berikut adalah 3 huruf kanji yang bisa Minna-san pakai untuk membedakan makanan yang halal dan tidak halal saat tour ke Jepang. Yuk, mari hafalkan kanji-kanji tersebut, agar bisa menentukan apa saja komposisi yang ada dalam sebuah kemasan makanan.

 

ι…’ (Sake)

Capt.ι…’ yakni huruf Kanji yg dari Sake (Bir Jepang)

Kanji tersebut adalah tanda dari Sake, yaitu minuman tradisional khas Jepang yang memabukkan. Sake sendiri berhuruf kanji tetap yaitu ι…’, merupakan sebuah minuman olahan unik yang dibuat dari dari hasil fermentasi beras dan berkadar alkohol beberapa persen, sering juga disebut dengan istilah anggur beras.

Di Jepang, kata “Sake” berarti “Minuman Beralkohol”, sudah sangat bahwa meminum Sake dapat membuat orang mabuk dan kehilangan kesadarannya. Di beberapa wilayah regional, Sakte dapat memiliki arti lain, Minna-san. Di Kyushu Selatan, Sake berarti minuman yang disuling. Di Okinawa, Sake merujuk ke Shōchu yang terbuat dari tebu. Namun tetap, Sake ialah salah satu minuman yang ‘kurang’ diperbolehkan untuk dikonsumsi oleh orang muslim. Jadi, pastikan dulu ada kanji ι…’ ini tidak dalam komposisi makanan, karena tidak mustahil ada beberapa olahan produk berkemasan di Jepang, menggunakan Sake sebagai salah satu bahannya. Mengingat, Jepang adalah negara yang unik. Di sana banyak sekali produk olahan yang dibuat dari macam-macam bahan, bervariasi dan beda sendiri rasanya. Namun, jika ada beberapanya yang memiliki aroma yang mirip dengan tape beras, beberapa persen kemungkinan ada Sake di dalamnya. Karena apa? Karena Sake beraroma seperti tape beras. Akana tetapi, kanji ι…’ tetaplah menjadi acuan utama dalam mengetahui isi kandungan sebuah produk olahan. Seperti yang dijual pada market-market. Pastikan mengecek bagian komposisinya ya.

 

豚 (Buta)

Capt. 豚 adalah kanji yg mengisyaratkan hewan Babi

Buta merupakan istilah bahasa Jepang yang jika dalam di Indonesia berarti Babi. Ya, dengan satu huruf kanji yaitu 豚, Minna-san dapat membedakan dengan mudah produk makan berkemasan mana yang mengandung Babi dan mana y Huruf 豚 akan tercetak jelas dalam bagian komposisi, buatlah mata Minna-san jeli dalam melakukan quick scan, terhadap kumpulan huruf kanji yang lazimnya ada pada belakang kemasan. Karena tidak mungkin, bahkan lumrah, Babi yakni hewan paling banyak digunakan sebagai resep penyedap rasa terhadap makanan, tidak terkecuali snack, cemilan, serta makanan ringan, selain mononatrium glutamat. Dagingnya yang kaya akan minyak dipercaya dapat membuat masakan menjadi lebih gurih, oleh karena itu kanji Buta (豚) sering kali kita temui di komposisi produk berkemasan yang ada di supermarket serta swalayan Jepang. Perlu diketahui, ada pula yang menggunakan dua huruf kanji yaitu θ±šθ‚‰, sebagai ungkapan dari Butaniku atau dalam Indonesia dapat berarti Daging Babi. Harap lebih teliti lagi ya dalam mengecek komposisi sebuah produk.

 

味醂 (Mirin)

Capt.Mirin adl slh satu penyedap rasa khas Jepang

Mirin adalah nama dari bumbu yang sangat khas dari olahan masakan Jepang dengan kandungan alkohol. Rasa airnya yang cenderung manis dan berwarna kuning ini ternyata memiliki kandungan alkohol sekitar 14 persen. Biasanya, Mirin menjadi campuran makanan yang direbus, seperti sup dan sebagainya. Begitu juga terhadap saus khas Jepang, lumrah dicampurkan Mirin pula. Hal itu dikarenakan Mirin sangat cocok untuk membuat masakan sedap, tidak jarang melihat para ibu rumah tangga di sana mengucurkan Mirin ke dalam panci sup mereka. Jika Minna-san berencana membeli makanan Jepang, pastikan tidak ada kanji Mirin 味醂 di komposisinya.

Salah satu makanan Korea yang kurang begitu dikenal masyarakat luar adalah

boshintang . Makanan ini tidak seperti makanan normal lainnya. Boshintang adalah sup yang bahan utamanya menggunakan daging anjing.

Anjing yang digunakan berasal dari ras anjing tertentu yang disebut nureongie (anjing kuning) atau hwangu . Anjing ini secara khusus dibesarkan untuk diambil dagingnya dan dikonsumsi oleh manusia. Daging anjing ini dimasak dengan bumbu khas Korea ditambah daun bawang, bawang merah, bawang putih, paprika merah, minyak wijen, dan pasta kedelai.

 

犬 (Inu)

Capt. 犬 adalah huruf Kanji dari Anjing

Siapa yang kenal dengan kanji satu ini? Kanji yang hampir mirip dengan δΊΊ (Hito atau Jin) yaitu berarti Manusia, merupakan kanji dari Inu yang bermakna Anjing.

Ya, tentu saja. Anjing boleh jadi menjadi sesuatu yang jarang sekali dijadikan bahan makanan dewasa kini, karena Anjing dikategorikan bukan sebagai binatang ternak, melainkan peliharaan manusia. Namun, tidak mustahil andai kanji Inu (犬) dapat ditemukan dalam produk olahan berkemasan di Jepang. Sudah diketahui dunia, bahwa Negeri Bunga Sakura adalah salah satu negara maju yang di dalam terkandung hal-hal unik bukan? Jadi, siapa tahu Inu atau Anjing boleh jadi merupakan bahan pelengkapa seperti halnya Mirin, Buta, dan Sake. Minna-san perlu juga mengawasi Kanji satu ini pada bagian komposisi kemasan.

Oh iya, sedikit informasi. Jika di tetangganya Jepang, yaitu Korea, ada salah satu jenis masakan tradisional berbahan pokok daging Anjing. Makanan itu dinamai dengan Boshintang. Meski kontroversi serta ilegal karena tidak ada hukum Korea yang mengatur bahwa Anjing masuk salah satu hewan ternak yang boleh dimasak, Boshintang tetap populer di negerinya. Bahkan ada beberapa tempat makan atau restoran di Seoul yang bisa dikunjungi bagi para penikmat Boshintang. Minna-san mau coba? Hihihi… *menyeringai*

 

をルコール (Arukoru)

Cap.Contoh slh satu Arukoru atau Alkohol di Jepang

Sebenarnya ini adalah huruf Katakana, huruf yang pakai orang Jepang untuk meresap kata dari luar negaranya, yakni Alcohol. Tapi, karena merupakan huruf yang juga mesti kita waspadai, katakana Arukoru (をルコール) yang berarti Alkohol dalam Indonesia masuk dalam thread ini.

Arukoru ialah salah satu bahan dasar dalam pembuatan minuman yang memabukkan sejenis Sake. Mesti biasanya muncul dari hasil fermentasi alam, Arukoru tetaplah ‘kurang’ boleh dikonsumsi bagi kita. Karena selain membuat kepala pusing, Arokoru pula mencipta ketidaksadaran pada diri seseorang yang meminumnya. Siapa saja yang menenggak minuman bercampuran Arokoru dapat terganggu fokusnya pada pekerjaan serta membuat kesehatan melemah jika berlebihan. Tetap masukkan huruf katakana satu ini dalam daftar ketelitian ketika berbelanja.

Itulah 5 huruf Jepang yang mana perlu waspadai bagi kalian yang beragama muslim. πŸ™‚ Tetaplah jadi quick scanner yang baik saat ber-shoping ria makanan di Jepang. πŸ˜€ Stay tuned Akiba Nation!

SHARE
Previous article9 Neraka di Beppu Jepang, Antara Kagum dan Merinding
Next article“AVABEL ONLINE” Masuk List Smartphone Game Yang Siap Merilis Anime
Winata SilenceAngelo merupakan seorang penulis remaja yang lahir pada 3 September 1997 di kota Karawang. Kecintaannya terhadap diksi yang melankolis serta menyentuh mengantarkannya ke dunia kepenulisan. Pada umurnya yang masih sangat muda ini, ia berhasil meraih beberapa penghargaan sastra serta menjadi kontributor dari buku-buku puisi. Menurut Winata, dalam sebuah naskah, entah itu novel, cerpen, esai, puisi, atau sekadar kata-kata, yang terpenting adalah unsur amanat. Seperti ketajaman pada ujung mata pedang, amanat merupakan apa yang menjadi tolak ukur suatu seni. Di sanalah segala dari pemikiran sang penulis bermuara, hingga kemudian menunjukan keindahannya dengan sangat artistik.