Majalah Manga mingguan sudah jadi tradisi bagi fans Shonen di Jepang. Sampai sekarang, majalah tersebut dibeli dalam bentuk fisik yang tebal. Bayangkan membeli buku tebal tersebut, menyentuh kertasnya, mencium aroma tinta, dan membaca kisah dan art yang keren. Tapi dalam perkembangan teknologi, sebuah media juga perlu beradaptasi. Dan itu sepertinya juga sedang dialami majalah manga, karena dikabarkan sirkulasi print majalah manga shonen menurun.

majalah manga shonen

Sekarang kita hidup dijaman digital internet. Melalui net atau aplikasi kita dapat memesan makanan sampai booking tiket. Beli dan nonton movie atau mendengar lagu juga. Penjualan dan sirkulasi E-book dari novel atau komik juga semakin marak, terutama di Amerika. Tak perlu buang tinta dan juga kertas, dan pembelian dapat dilakukan dimana saja.

Dan sepertinya hal tersebut mulai merambah ke Jepang. Mulai muncul berbagai aplikasi dan website untuk membeli dan membaca buku, baik itu manga maupun light novel. Majalah manga Shonen JUMP sendiri juga memiliki aplikasi official untuk membaca manga. Tak heran dengan teknologi tersebut, sirkulasi print dari majalah manga semakin menurun.

Dapat dilihat melalui grafik, sejak tahun 2014 terlihat penurunan print dari tiga majalah manga mingguan; Shonen Sunday diwarna hijau, Shonen Magazine diwarna biru, dan Shonen JUMP diwarna merah. Dan angka tersebut terus saja menurun sampai tahun 2016, dan masih saja menurun diawal tahun 2017 ini.

Data dalam bentuk angka lebih menunjukkan detail penurunan ini. Shonen Sunday ditahun 2014 memiliki angka 460 ribuan, dan akhir tahun 2016 lalu telah menurun lebih dari 100.000 menjadi 323 ribu. Shonen Magazine sampai berkurang satu digit, dari print diatas satu juta ditahun 2014 sampai jadi 900 ribuan ditahun 2016.

Weekly Shonen JUMP juga mengalami penurunan. Malah yang terbanyak diantara tiga majalah. Dari 2.700.000 tahun 2014, diawal tahun 2017 ini jadi dibawah dua juta. Penurunannya mencapai 800 ribuan! Sedangkan Shonen Magazine menurun 320 ribuan dan Shonen Sunday menurun 140 ribuan.

Apakah dengan ini majalah manga atau manga sendiri dalam bentuk fisik akan mati? Stan Lee, komikus terkenal dan salah satu pendiri Marvel sendiri juga mengkomentari fenomena buku digital ini. Bagaimana dengan mina-san? Bagaimana masa depan perkomikkan dengan perkembangan teknologi ini?

Comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here