Negara Jepang memang terkenal lumayan aman, tapi jangan salah, kejahatan tetap bisa saja terjadi. Dan tak hanya tipe kejahatan yang bisa dibayangkan macam merusak mobil, tapi kejahatan yang… “aneh” juga bisa terjadi. Seperti seorang boss yang mentato bokong maid sembarangan, pria yang sengaja nabrak wanita, atau seperti kasus dalam kabar ini. Dengan seorang guru yang ditangkap polisi karena menjilat muridnya.

Dan maksudnya bukan penjilat mina-san, tapi ia benar-benar menjilati muridnya. Spesifiknya, ia menjilat telinga muridnya. Dan guru tersebut bernama Suira Teruki, guru berumur 32 tahun yang bekerja sebagai pengajar di sekolah les Shinsei yang terletak di Takarazuka, di Prefektur Hyogo.

Menurut laporan yang diberikan pada bulan September kemarin oleh murid lelaki berumur 14 tahun yang menjadi korban penjilatannya, dan juga ibunya, dikatakan kalau kejadian penjilatan telinga ini terjadi pada tanggal 14 Agustus sekitar jam 16.50 pada saat istirahat.

Teruki saat itu mengatakan kepada muridnya kalau ia bisa mengetahui apakah muridnya itu berbohong atau tidak dengan menjilat telinganya. Dan ia kemudian memegang bahu muridnya itu sambil menjilat telinga sebelah kanannya.

Tak heran tindakannya ini membuat pihak polisi beraksi. Dan mereka menangkapnya tanggal 1 November kemarin. Dan saat ditanya alasannya Teruki tak hanya mengakui tindakannya, tapi mengatakan kalau ia melakukan itu untuk membimbing muridnya ke jalan yang benar.

Sesuatu yang terdengar begitu aneh, dan juga begitu tidak senonoh. Tapi mungkin setelah baca berita itu mina-san ada yang bertanya-tanya, is this a JoJo Reference? Karena para Netizen Jepang yang membaca berita ini pikirannya langsung menuju kepada seri JoJo no Kimyou na Bouken.

Tepatnya, animanga JoJo Part 5 Ougon no Kaze atau Golden Wind, yang animenya sedang tayang pada musim Fall 2018 ini. Dimana karakter Bruno Buccellati mengecek protagonist Giorno Giovanna apakah ia berbohong dengan mengecap rasa keringatnya.

Tak diketahui apakah Teruki fans animanga JoJo, tapi alasannya melakukan tindakan ini dan timing kejadiannya sepertinya membuat kasus ini tak ada hubungan dengan JoJo.

Comments