Usia dewasa sebagian besar sama diseluruh dunia. Yaitu antara 17 sampai 18 tahun sudah bisa disebut dewasa di mata hukum. Tapi di jepang beda. Kalian baru diakui sebagai “orang dewasa” jika usia kalian sudah mencapai 20 tahun dan mengikuti Seijin Shiki. Ini berarti di jepang, meskipun akiba-chan dan akiba-kei sudah lulus SMA bahkan sudah kuliah sekalipun masih belum cukup kuat untuk masuk usia dewasa.

Dengan kata lain masih membutuhkan wali dan masih sangat wajar disebut anak-anak dibawah umur. Hehehe. Ini dewasa secara hukum lho ya, bukan dewasa secara fikiran. Kalau itu sih tergantung pribadi masing-masing. 😀

Hukum jepang yang mematok usia dewasa cukup lambat ini ternyata ada sisi negatifnya juga. Kalian tau kan? meskipun jepang merupakan negara maju, tapi tetep, bakal ada beberapa kelompok masyarakat yang tidak dapat melanjutkan kuliah. Alasannya hampir sama, karena biaya mahal dan msalah kompleks lainnya.

usia dewasa jepang untuk bekerja

Nah kalau setelah SMA mereka ingin bekerja? jelas tidak bisa. Kan hitungannya masih dibawah umur. 🙁 Maka dari itu, di beberapa daerah kadang ada yang memalsukan umur untuk sekedar kerja sambilan atau arubaito.

Menindak lanjuti temuan yang menarik ini pemerintah jepang berencana merubah peraturan. Pada pagi hari kemarin, sebuah proposal penggantian peraturan secara terbuka diajukan oleh badan pemerintahan yang bersangkutan. Dalam proposal tersebut tertera point utama yaitu “merubah kelegalan usia dewasa pada umur 18 tahun”. Hal tersebut cukup menyita perhatian mengingat perubahan peraturan tentang usia tidak pernah dirubah oleh jepang sejak Era Meiji.

Praktisnya, dengan diajukannya proposal ini, mereka bermaksud melindungi warganya yang harus bekerja sejak lulus sekolah. Tapi jika distujui, peraturan baru ini juga mengemban resiko cukup tinggi. Sebab, dengan legalnya umur dewasa, anak usia 18 tahun sudah boleh membeli rokok dan minuman keras sendiri. Dikhawatirkan akan membuat tingkat kriminal tinggi karena mereka masih tergolong labil.

Ada kabar baik buat yang ingin bekerja di usia dini, ada juga kabar buruknya. Buat mereka yang ingin menikah di usia muda. Proposal serupa di point lain menjelaskan bahwa usia legal untuk menikah bagi perempuan jepang adalah 18 tahun, sama seperti rencana legalnya seijin shiki baru. Yang artinya usia pernikahan di jepang ditinggikan dari semula wanita jepang bisa menikah di usia 16 tahun.

Wah, rumit juga ya. Tapi ini baru rencana sih. Karena prosesnya bakal memakan waktu lama. Iya kalau sang kaisar menyetujui? kalau enggak ya…. entahlah. 😀