Setiap hal memiliki sisi positif dan negatif. Dan itu termasuk sebuah negara. Jepang contohnya, dengan teknologinya yang keren dan lingkungan bersih dan alam indah jadi banyak yang mau berkunjung kesitu. Tapi pada sisi lain, Jepang juga terkenal akan dunia kerjanya yang begitu keras dan melelahkan sampai bisa membawa kematian. Dan hal tersebut diperkuat lagi melalui hasil sebuah studi dan survey.

Menara Tokyo

Baru-baru ini diperlihatkan sebuah studi yang dilakukan oleh The Economist mengenai keamanan sebuah kota dari seluruh dunia bernama Safe Cities Index. Hasil dari studi tersebut memperlihatkan list 60 kota pusat dari berbagai negara di dunia.

Studi tersebut melihat keamanan sebuah kota dari beberapa kategori. Diantaranya adalah; keamanan pribadi, keamanan infrastruktur, keamanan kesehatan, keamanan digital, dan ketahanan penduduk yang baru ditambahkan tahun ini.

Studi tersebut menunjukkan kalau tiga kota negara Asia meraih posisi Top 3, dan kerennya lagi dua diantaranya adalah kota negara Jepang. Rank pertama adalah Tokyo dengan keamanan digital tertinggi, rank kedua adalah tetangga kita Singapore dengan keamanan infrastruktur tertinggi, dan yang ketiga adalah Osaka dengan keamanan kesehatan tertinggi.

Tapi walau aman ditinggali, survey dari sumber lain memperlihatkan sisi yang lain dan kontras dari hasil dari The Economist. Belum lama ini grup finansial HSBC juga merilis hasil survey tahunan Expat Explorer mereka, yang memberikan list 33 negara yang bagus untuk jadi tempat kerja expat.

Dari 33 negara itu, ditemukan kalau Jepang masuk list Top 3 terbawah dengan menempati posisi terendah kedua pada rank 32, mengalahkan Brazil yang menempati rank paling bawah. Dan yang sedikit menarik walau agak sedih adalah negara kita Indonesia juga masuk dalam list itu, dan sedikit mengalahkan Jepang dengan menempati rank 31.

Mirip dengan studi keamanan kota buatan Economist, survey Expat HSBC ini dilihat dari beberapa kategori lagi didalamnya. Dan dari situ ditemukan kalau Jepang memang bagus dalam kategori kualitas kehidupan sehari-harinya yang mendapat rank 13, akan tetapi jatuh pada rank 33 pada bagian keseimbangan hidup dan kerja.