Teknologi Reality, macam Virtual (VR) atau Augmented (AR) atau Mixed (MR), semakin banyak kuantitasnya. Teknologi tersebut membuka kemungkinan baru dalam perkembangan teknologi. Akan tetapi, meskipun sudah ada beberapa hasil karya teknologi itu, maraknya teknologi ini tetap membuat ketidak seimbangan antara supply & demand. Karena itulah, sekarang Jepang membuka VR Academy profesional pertamanya.

Dunia fiksi sih sudah banyak memakai teknologi ini. Ketenarannya di Jepang mungkin bisa dikaitkan dengan meledaknya popularitas SAO. Dan dengan industri game merilis PSVRVR Kanojo dan Summer Lesson, teknologi tersebut semakin populer, karena apa yang tadinya hanya fiksi telah dapat direalisasikan.

Industri animepun mengikuti trend ini. Dari developer profesional, seperti pembuatan Gundam VR, atau Re:Zero VR. Sampai developer indie atau fanwork, seperti seorang fans yang membuat VR karakter Kafuu Chino. Tapi walau dengan perilisan berbagai karya tersebut, persediaan akan karya VR masih sedikit dibandingkan permintaannya. Dan Jepang berharap dengan dibukanya VR Academy ini, hal tersebut akan semakin imbang.

VR Academy dibuka pada tanggal 1 April lalu (yang untungnya bukan April Mop :D) di Ochanomizu di Tokyo. Ini adalah sekolah pertama di Jepang yang memfokuskan pelajarannya dalam pembuatan dan pengembangan teknologi Virtual Reality. Sedikit berbeda dengan VR Zone Project yang dibuka tahun lalu yang lebih dalam percobaan dan pameran teknologi VR langsung dengan konsumen.

Sekolah ini membuka workshop pada akhir tahun lalu, mengambil 350 applicant, dan kemudian terus disaring hingga akhirnya didapat 30 orang murid. Kelas diadakan setiap hari sabtu siang selama lima jam. Dan yang kerennya lagi, sekolah ini gratis! Karena sekolah itu telah dibiayai oleh berbagai perusahaan yang sangat ingin mengembangkan talenta muda.

Dan ada yang lebih keren lagi loh mina-san 😉 Sekolah ini sepertinya mengerti betapa eratnya teknologi VR dengan game, jadi berbagai istilah sekolah juga diubah jadi istilah game RPG. Contohnya, guru pengajar disini disebut Meister. Selain itu, PR/tugas, yang diberikan secara online, disebut Quest. Sepertinya ini konsep yang perlu dilakukan di Indonesia juga ya 😀

Dan berkaitan dengan konsep School Club atau Bukatsu dalam berbagai anime/manga bersetting di sekolah, disini ada juga Guild. Ini adalah berbagai komunitas sekolah dengan bermacam fungsi. Ada yang untuk pencarian lowongan kerja, menghubungkan pelajar atau alumni dengan pihak profesional, atau mencari tahu perkembangan baru bidang mereka, dll.

Dan bagi yang ingin bergabungggsayangnya saat ini kelasnya sudah full 🙁 wajar sih ya, yang keren begini memang susah diraih. Tapi mungkin bagi yang mau mencari kesempatan, siapa tahu nantinya ada dapat kesempatan masuk ke sekolah ini 😉

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here