Pembajakan memang merupakan masalah serius yang tak kunjung selesai, segala jenis karya maupun hak cipta banyak dipakai oleh orang lain untuk kepentingannya sendiri, entah itu musik, buku, sampai perangkat lunak. Dengan segala pembajakan tersebut, Jepang adalah negara yang kerap kali mengalami pembajakan dengan jumlah kerugian yang tak sedikit. Dan kali ini Jepang tidak main-main lagi, mereka meminta provider internet untuk memblokir situs manga bajakan.

Dilansir dari koran Manichi Shimbun, pada hari Jumat lalu bahwa pemerintah Jepang meminta provider internet untuk memblok akses ke situs manga bajakan, majalah digital dan konten dengan hak cipta lainnya.

Baca Juga: Ternyata Ada 5 Situs Penyedia Anime Manga yg Legal dan Gratis Lho

Pemerintah saat ini sedang menargetkan tiga situs manga bajakan yaitu Mangamura, AniTube!, dan MioMio. Jika ada situs serupa yang muncul, mereka akan membuat badan konsultan yang terdiri dari provider dan para ahli untuk tindakan lebih lanjut. Menurut The Manichi Shimbun, Mangamura adalah website dengan pengunjung sekitar 100 juta per bulan. Selain itu juga pemerintah akan memblokir  situs unduhan yang menyediakan tautan ke situs yang menyimpan konten bajakan.

Situs Manga Bajakan

Bulan lalu pemerintah juga menyebutkan permintaan blokir ini sudah ada sejak Agustus yang lalu, akibat dari pembajakan ini penjualan manga digital di Jepang turun drastis pada bulan yang sama sejak tahun 2012 di mana penjualan manga digital masih stabil.

The Manichi Shimbun juga mengatakan bahwa tidak ada pernyataan resmi  ke provider terkait dengan pemblokiran ke situs tersebut. Hal ini akan melanggar undang-undang tentang komunikasi dan penyensoran, seperti yang tertera pada undang-undang pemerintah Jepang nomor 12, “Kebebasan untuk berserikat dan berkumpul, dan juga kebebasan berbicara dan ungkapan ekspresi yang lain dijamin oleh negara. Tidak ada sensor yang perlu ditambahkan, maupun penyembunyian komunikasi dalam bentuk apapun.”

Pemerintah kemudian berencana untuk menggunakan undang-undang itu untuk melindungi penerbit dan pembuat konten, dan untuk pemblokiran situs akan masuk dalam kategori “Membahayakan untuk saat ini” pada undang-undang pidana Jepang.

Japan Content Overseas Distribution Association (CODA) Sudah memberitahu ke pemerintah bahwa antara September 2017 sampai Februari sudah terjadi kerugian sekitar  400 miliar yen karena pembajakan. Maka dari itu Sekjen Kabinet Yoshihide Suga mengumumkan pada konferensi pers pada 19 Maret bahwa pemerintah saat ini sedang mempertimbangkan banyak cara untuk memerangi pembajakan manga, termasuk salah satunya adalah pemblokiran situs.

Apapun alasannya, pembajakan merupakan tindakan yang tidak baik dan dapat dikenai sanksi oleh undang-undang berlaku, tidak menggunakan produk bajakan dan mendukung mangaka dengan membeli secara resmi merupakan salah satu bentuk dukungan kita sebagai fans dari manga tersebut. Gimana nih Akiba-chan, apa kalian juga punya solusi jitu untuk mereka?

Comments

Loading...