Memang saat ini vaksing coronavirus sudah ada, dan aktif disuntikkan pada masyarakat di berbagai negara. Tapi itu bukan berarti masalah virus itu langsung turun reda, apalagi dengan masalah kemunculan varian baru dari virus tersebut. Masalah virus itu juga tidak mulus mereda di negara Jepang, dengan kabar kalau beberapa prefektur di Jepang, termasuk Ibukota Tokyo, bersiap memasuki masa darurat lagi.

Negara Jepang sebelum ini telah dua kali masuk masa darurat coronavirus. Yang pertama pada musim semi tahun 2020 kemarin saat virus itu mulai mengganas di Jepang, dan yang kedua terjadi pada musim dingin 2021 ini setelah melihat penyebarannya tambah parah dari Desember 2020.

Dan seperti yang dikatakan diawal, ada kemungkinan kalau akan ada masa darurat yang ketiga terjadi di Jepang. Dengan dikabarkan kalau adanya permintaan untuk masa darurat pada Prefektur Osaka dan Ibukota Tokyo dikarenakan penambahan angka kasus positif yang diterka disebabkan oleh varian virus corona baru, dan ada juga konsiderasi dari Kyoto dan permintaan juga dari Hyogo.

Osaka dikabarkan menunjukkan angka kenaikan jumlah kasus yang mengkhawatirkan padahal menjadi satu dari enam prefektur yang memperketat pencegahan coronavirus, dengan pada hari Rabu kemarin dihitung angka kasus positif pada prefektur tersebut mencapai angka 1.242.

Rekor tersebut memecahkan angka rekor sebelumnya yang dicatat hanya beberapa hari sebelumnya pada hari minggu sebesar 1.219. Situasi yang makin membahayakan dengan minggu lalu dikabarkan kalau rumah sakit di Osaka sudah sangat kewalahan menangani pasien coronavirus.

Sementara itu di Ibukota Tokyo, angka kasus disitu juga bertambah, tapi ada alasan lain yang membuat Pemerintahan Tokyo meminta masa darurat coronavirus disitu, yaitu karena sebentar lagi adalah Hari Libur Golden Week. Hari tersebut bisa disetarakan dengan Ramadan dan Idul Fitri di Indonesia dimana orang-orang Jepang pergi keluar untuk berlibur dan pulang kampung.

Golden Week 2021 dijadwalkan terjadi dari tanggal 29 April sampai 5 Mei, membuat Tokyo meminta adanya masa darurat dari tanggal 25 April sampai 9 atau 11 Mei, untuk mencegah penyebaran angka kasus coronavirus dengan menekankan warga agar tidak keluar saat Golden Week.