Seperti yang kita ketahui, Jepang adalah pemasok terbesar dalam produk-produk be-ranking 18 keatas sedunia setelah Amerika Serikat dan China. Dalam sebulannya, hampir lebih dari 1 juta majalah porno yang dipasarkan ke khalayak lokal maupun mancanegara secara massal di swalayan terbuka ataupun toko-toko setempat. Apalagi, jika mengingat konten di internet, ebook dan sebagainya, bisa diperkirakan komoditas ciptaan Jepang sangat jauh melampaui dari patokan angka tersebut.

Nah, mungkin kalian akan bertanya-tanya, mengapa Negeri Bunga Sakura itu bisa berinisiatif untuk melakukan sensor terhadap sampul majalah-majalah dewasa kalau kenyataannya dia adalah produsen terbesarnya?

Jawabannya adalah semata-mata untuk melindungi kepolosan anak-anak yang kebetulan berbelanja, karena sampul dari majalah-majalah dengan rated ‘R’ itu mudah sekali terlihat. Bagi bangsa yang menjunjung norma keagamaan serta kearifan luhur seperti Indonesia, tentunya hal semacam itu terdengar mengerikan, apalagi dengan fakta berikut ini.

mjl

Jepang menempatkan majalah-majalah ‘khusus’ tersebut dalam satu baris rak yang sama dengan majalah-majalah lain, hanya yang membedakan di sini adalah tulisan “Untuk Dewasa”-nya saja. Jadi, siapa pun yang kebetulan sedang berbelanja di toko-toko atau swalayan besar dapat dengan mudah mengetahui semua yang ada di sana, termasuk anak-anak yang masih polos.

Hiii, siapa hayo di antara kalian yang masih keukeuh mau ke Jepang? Yang angkat tangan pasti kaum mesum semua. Eh, bercanda ding. *dijotos*

Tetapi tenang saja, kawan-kawan, jangan khawatir. Terutama bagi para WNI yang kini tengah tinggal di Jepang atau para traveler yang hendak touring kesana. Jangan pernah takut anak-anak atau kerabat kalian yang masih di bawah umur bisa melihat ‘hal’ tersebut. Karena kini pemerintah kota Jepang, tepatnya pada kota Sakai di prefektur Osaka sudah berinisiatif untuk mensensor semua sampul dari majalah-majalah tersebut dengan kerudung plastik semi-transparan serta menempatkannya di tempat khusus yang tidak mudah dijangkau oleh anak-anak.¬†Seperti yang dikatakan oleh salah seorang Pejabat Kota Sakai dalam sebuah konferensi, kemudian dikutip oleh Surat Kabar Sankei Shimbun pada Rabu lalu :

“Sejauh ini, kami sudah bekerja sama dengan banyak toko-toko yang ada di Sakai, Prefektur Osaka, meskipun belum maksimal seluruhnya. Dan tindakan ini diambil demi kepentingan pendidikan dalam negeri dan penghormatan terhadap wisatawan asing yang sewaktu-waktu bisa saja terganggu kenyamanannya.”

Program tersebut dinamai “Sakai Safety Program”, sudah mempunyai anggaran sebanyak 950,000 yen atau setara dengan 171.000.000 rupiah yang digelontorkan langsung dari pemerintah. ¬†Wow, angka yang lumayan fantatis bukan untuk kepentingan pendidikan dalam negeri dan penghormatan terhadap wisatawan asing.¬†Bagaimana dengan Indonesia sendiri? Apakah bersedia menghabiskan 171.000.000 rupiah juga demi menunjang keperluan fasilitas sekolah di pelosok-pelosok nusantara dan menyokong kebutuhan para pelajar yang berprestasi.

Majalah Dewasa Jepang

SHARE
Previous articleMengenal KUSARINE PROJECT – Grup Bangke Yang Merubah Waifu/Husbando Mu Jadi Menyedihkan
Next articleOne Piece Kabuki Jadi Butai Yang Nggak Biasa
Winata SilenceAngelo merupakan seorang penulis remaja yang lahir pada 3 September 1997 di kota Karawang. Kecintaannya terhadap diksi yang melankolis serta menyentuh mengantarkannya ke dunia kepenulisan. Pada umurnya yang masih sangat muda ini, ia berhasil meraih beberapa penghargaan sastra serta menjadi kontributor dari buku-buku puisi. Menurut Winata, dalam sebuah naskah, entah itu novel, cerpen, esai, puisi, atau sekadar kata-kata, yang terpenting adalah unsur amanat. Seperti ketajaman pada ujung mata pedang, amanat merupakan apa yang menjadi tolak ukur suatu seni. Di sanalah segala dari pemikiran sang penulis bermuara, hingga kemudian menunjukan keindahannya dengan sangat artistik.