Jepang terkenal akan pekerja kantorannya dan masyarakatnya yang workaholic. Tapi selain itu, dunia pekerjaan di Jepang juga sangat bervariasi, apalagi dengan adanya lapangan pekerjaan dan bisnis yang unik. Seperti pekerjaan paruh waktu Oshiya atau jasa belajar programming dengan Maid. Lalu ada lagi pekerjaan berupa jasa Tokushu Seisou, yang belakangan ini mengalami peningkatan. Tapi pekerjaan macam apakah itu?

Kata Tokushu Seisou bisa berarti Special Cleaner. Jadi bisa dibilang kalau pekerjaan mereka adalah tukang bersih-bersih, tapi bukan tukang bersih biasa, karena pekerjaan tersebut lumayan membutuhkan ketahanan mental yang kuat. Dan bagian dari pekerjaan mereka adalah, membersihkan rumah orang-orang tua yang mati sendirian.

Pembersihan rumah-rumah tersebut dilakukan dengan tak hanya dirapikan lagi, tapi juga dengan membuang atau mendaur ulang barang-barang lama dari rumah tersebut. Bagian itu terdengar lumayan mudah atau sederhana, tapi seperti yang dibilang, pekerjaan itu butuh mental kuat juga, karena bisa saja ada situasi yang tak enak dipandang saat melakukan pekerjaan tersebut.

Diantaranya, situasi dimana orang tua yang tinggal disitu meninggal tanpa diketahui, dan kondisi mayatnya bisa saja telah membusuk begitu ditemukan, atau bila rumah tersebut sangat kotor dan tak terawat. Hal-hal tersebut berpotensi menyebabkan rumah penuh virus penyakit, untuk itulah para pembersih tokushu ini bersih-bersih memakai alat-alat dan obat yang canggih dan profesional, untuk memastikan rumahnya jadi bersih bebas penyakit.

Dan sekarang ini, jasa tersebut semakin diseriusi lagi, dengan berbagai perusahaan saling bersaing meningkatkan kualitas dan fitur jasa mereka. Contohnya, perusahaan Jiken Genba Tokushu Seisou Center yang menawarkan pelatihan dan program sertifikasi, dan ada juga perusahaan lain yang bisa koordinasi dengan upacara pemakaman dan kremasi.

Persaingan itu bisa dihubungkan dengan kabar bahwa semakin banyaknya jumlah jasa Tokushu Seisou tersebut. Dikabarkan kalau jumlah perusahaan jasa Tokushu Seisou sekarang telah meningkat sampai 15 kali lipat dari tahun 2013 lalu. Dan itu bisa dihubungkan lagi dengan makna yang agak suram, yaitu semakin banyak orang tua di Jepang yang tinggal sendirian.

Berbeda dengan dulu dimana orang tua di Jepang tinggal dalam keluarga besar dengan anak dan cucu, pembersihan dan pembuangan barang-barang seperti ini hampir selalu dilakukan oleh anak atau keluarga orang tua tersebut.

Tapi dengan perkembangan zaman, keluarga di Jepang semakin kecil karena semakin sedikitnya populasi anak muda dan angka kelahiran, dan anak-anak yang beranjak dewasa juga perlu pergi dan tinggal terpisah untuk menjenjang karir. Rasanya kedepannya bisa tambah banyak lagi orang-orang tua yang tinggal sendirian.