Japanese Horror Series 5: Futon Tottori

Yo, minna-san ^^ Gimana kabar minna-san?? Baik-baik sajakah? Oya akhir-akhir ini cuaca lagi gak stabil, persis kayak status cinta saya yang tidak pernah stabil, jadi jaga kesehatan ya. Bagaimana cara jaga kesehatan yang benar? Yang pasti, jangan makan-minum sembarangan, makan sayur-buah, dan jangan terlalu stress. Bagaimana caranya supaya tidak stress? Saya jamin,  dengan membaca Japanese horror series, pasti minna-san jadi tidak stress, wahahahahaha XD

Oya, kemarin saya dapat pertanyaan bagus sekali nih dari seorang teman cewek(cieee…. uda dapet pacar), dia iri sama saya karena dengan kecintaan saya terhadap dunia horror, menandakan bahwa saya tidak memunyai rasa takut terhadap apapun. “Sama hantu aja ndak takut, apalagi sama hal-hal lain” Lanjutnya. Ya saya menyatakan bahwa anggapan itu tidak benar.

Saya akan lari terbirit birit jika ketemu makhluk ini, sekecil apapun ukurannya
Saya akan lari terbirit birit jika ketemu makhluk ini, sekecil apapun ukurannya

“Saya melihat gambar yang “saya posting sendiri diatas”(baca: laba-laba) pun saya uda geli gak karuan” jawab saya. Kemudian dia, sebagai seorang gamer cewek juga, melanjutkan pertanyaannya “kalau game, ada yang sukses bikin kamu gak bisa tidur gak?”

Dari pertanyaan itu, saya tanpa pikir panjang langsung menjawab pertanyaannya. Dan jawaban itulah yang akan saya posting disini sebagai pengetahuan tambahan untuk minna-san semua. Jika minna-san tertarik untuk memainkan ketiga game yang saya akan saya cantumkan, silahkan, tapi jangan salahkan saya ya bila minna-san jadi tidak bisa tidur ^^

Game Terseram Menurut Saya no 3:

wooowww... senyumnya manis banget
wooowww… senyumnya manis banget
Poster asli The Crooked Man
Poster asli The Crooked Man

 

Judul: The Crooked man

Sinposis: seorang pria yang hidupnya dirudung banyak masalah, semakin parah hidupnya ketika ia dihantui oleh hantu berleher miring seperti gambar diatas di tempat tinggalnya. Akhirnya pria tersebut mencoba membongkar misteri mengenai gentayangannya yurei berleher miring ini

Platform: PC

Jenis game:, mystery, RPG Makerhorror, adventure

Dampak yang ditimbulkan kepada saya: paranoid selama 3 hari, tidak bisa tidur selama 2 hari

 

Game Terseram Menurut Saya no 2:

Sinthai The House Full Series
Sinthai The House Full Series
buat para penyuka loli
buat para penyuka loli

Judul: Sinthai the House 2

Sinopsis: ada sebuah rumah tak berpenghuni yang menurut para tetangga, mereka mendengar suara-suara aneh dari dalam. Anda bermain sebagai seorang detektif yang dituntut untuk mencari sejarah dan memecahkan misteri suara-suara aneh didalam rumah tak berpenghuni tersebut

Platform: PC

Jenis Game: mystery, horror, point and click, 

Dampak yang ditimbulkan kepada saya: teriak kaget pas tamu papaku dateng dan dianggap orang gila, teriak kaget dan secara gak sengaja ndorong meja pake kursi beroda hingga saya jatuh kelantai, paranoid 5 hari, gak bisa tidur 3 hari

 

Game Terseram Menurut Saya no 1:

Pas saya main kok setannya perasaan serem banget, itu kok unyu, pingin saya pacarin
Pas saya main kok setannya perasaan serem banget, disiitu kok unyu, pingin saya pacarin
Adegan awal game yang buat saya kaget setengah mati
Adegan awal game yang buat saya kaget setengah mati

Judul: Ju-On: The Grudge

Sinopsis: Seorang wanita mengejar anjingnya yang masuk kedalam pabrik berhantu

Platform: Nintendo WII

Jenis Game: Adventure, Problem Solving, Horror

Dampak yang ditimbulkan kepada saya: remote nintendo WII rusak gara-gara gak sengaja kebanting pas kaget, paranoid 7 hari, gak bisa tidur 5 hari

Dengan demikian selesailah pengetahuan tambahan kepada minna-san ^^ Sekali lagi, jika minna-san penasaran terhadap game-game tersebut dan penasaran memainkannya, silahkan saja main. Namun jika minna-san jadi ndak bisa tidur, sini sama om, om temenin XD.

s5fp69

 

Berikut link untuk bermain:

The Crooked Man: dapat didownload secara gratis disini

Sinthai The House 2: dapat dimainkan secara online disini

Ju-On The Grudge: Cara mainnya adalah minna-san beli atau sewa dulu Nintendo WII, kemudian beli game Ju-On The Grudge, masukkan CD kedalam Nintendo WII yang telah terpasang listrik dan terpasang remote-nya, dan mainkan XD

Dengan demikian pengetahuan tambahan saya akhiri dan masuk ke topik utama. Seperti yang pada seri sebelumnya sudah saya janjikan, bahwa kali ini saya akan menceritakan kisah horror yang menyedihkan, yakni Futon Tottori. Adapun kisah nyata ini sebelumnya diceritakan oleh Lafcadio Hearn, penulis legenda dan horror Jepang yang sangat terkenal pada abad 19, dan kisah ini menjadi salah satu kisah lokal yang sangat terkenal di Tottori, Honshu Barat, di Jepang. Berikut kisahnya

Lafcadio Hearn
Lafcadio Hearn

Pada suatu musim dingin di Jepang, sebuah penginapan kecil didirikan di Tottori, Honshu Barat, dan pemiliknya sedang menanti kehadiran pelanggan pertamanya. Pendiri penginapan itu bukanlah orang kaya, sehingga ia melengkapi furniture-nya dengan barang-barang secondhand yang diperolehnya dari tukang gadai lokal, namun masih layak untuk digunakan.

penggambaran penginapan tradisional Jepang
penggambaran penginapan tradisional Jepang

Pelanggan pertama dari hotel ini adalah seorang pedagang yang agak mabuk sepulang suatu festival. Pemilik penginapan ini begitu senang dan menyambut dan melayani pelanggan pertamanya dengan sangat ramah, bahkan pemilik penginapan ini menempatkan pelanggan mabuk ini ke kamar terbaiknya.

Ketika pedagang mabuk ini sudah meletakkan kepalanya ke bantal dan merebahkan badannya ke futon(kasur tradisional Jepang), ia mendengar suara yang sangat pelan namun sangat jelas. Suara itu merupakan suara 2 anak laki-laki yang saling bercakap-cakap satu sama lain. Mereka hanya mengatakan masing-masing 1 kalimat, namun dilakukan berulang-ulang: “apa kamu kedinginan, ani-san(panggilan kepada kakak laki-laki)” tanya yang satu “tidak, tapi kamu kedinginan kan?” jawab yang satunya lagi

Awalnya sang pedagang mabuk mengira bahwa suara itu ditimbulkan oleh anak-anak sang pemilik penginapan. Namun kejadian aneh terjadi, suara tersebut bertambah keras dan jelas setiap kali sang pedagang mabuk membenamkan kepalanya ke bantal dan futon. Merasa ada yang tidak beres, akhirnya sang pedagang mabuk memutuskan untuk check out ditengah malam dan menceritakan apa yang terjadi kepada sang pemilik penginapan. Sang pemilik penginapan berusaha membujuk bahwa suara-suara itu bersumber dari efek mabuk, namun sang pedagang membayar penuh untuk 1 malam dan dia segera keluar dari penginapan saat itu juga

Tak lama kemudian, datanglah pelanggan yang kedua. Ia menginap dikamar yang terbaik pula, dan memutuskan untuk check out ditengah malam pula, ditengah amukan badai salju, dan membayar penuh untuk 1 malam menginap pula. Padahal pelanggan kedua ini sama sekali tidak sedang mabuk

futon atau kasur tradisional Jepang
futon atau kasur tradisional Jepang

Mencoba memecahkan misteri dari kamar tersebut. Akhirnya sang pemilik penginapan memutuskan untuk tidur dikamar terbaik tersebut. Dan tanpa terkecuali, pemilik penginapan ini mendengar dialog berulang tersebut ketika ia merebahkan dirinya diatas futon: “apa kau kedinginan, ani-san?” “tidak, tapi kau kedinginan kan?”

Paginya, sang pemilik penginapan menanyakan kepada tukang gadai ditempat ia membeli futon tersebut mengenai darimana ia mendapatkan futon tersebut. Tukang gadai mengatakan bahwa ia membelinya dari sebuah pegadaian kecil di kota Tottori, dan ditempat itulah sang pemilik penginapan mengetahui kisah menyedihkan dibalik “berbicaranya” futon tersebut

Peta Kota Tottori
Peta Kota Tottori

Legendanya: Ada satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan 2 anak laki-laki yang masing-masing berusia 6 tahun dan 8 tahun, pindah ke kota Tottori ditengah musim dingin untuk mencari kehidupan baru. Namun sang ayah meninggal secara mendadak, diikuti oleh sang ibu secara cepat, meninggalkan 2 orang pria kecil yang masih berusia 6 dan 8 tahun. Tak bisa mencari kerja, mereka berdua mengisi perut mereka tiap harinya dengan cara menjual barang-barang yang mereka punya kesana-sini. Tak lama kemudian, uang dan setiap barang yang mereka miliki telah habis, hanya menyediakan sebuah futon, tempat mereka berselimut dan menghangatkan diri ditengah ganasnya musim dingin.

Sementara tuan tanah mereka merupakan orang tanpa belas kasih. Mengetahui bahwa kedua anak tersebut tak mampu membayar uang sewa, maka sang tuan tanah mengusir kedua anak malang tersebut. Tidak mempunyai tujuan, maka kedua anak tersebut hanya bisa berpelukan satu sama lain diluar mantan tempat tinggal mereka.

“apa kau kedinginan, ani-san” tanya sang adik yang berusia 6 tahun

“tidak, tapi kau kedinginan, kan?” jawab sang kakak yang berusia 8 tahun

dan itu menjadi kalimat terakhir mereka sebelum salju menjadi selimut mereka yang terakhir.

Mendengar kisah menyedihkan itu, maka tersentuhlah hati sang pemilik penginapan yang sebelumnya murka terhadap futon tersebut akibat kehilangan 2 pelanggannya itu. Kemudian, sang pemilik penginapan menyerahkan futon tersebut kepada suatu kuil tempat kedua anak tersebut dikuburkan, dan bersama dengan para biarawan, mereka berdoa untuk jiwa kedua anak tersebut. Semenjak saat itu, futon tersebut sudah tidak lagi bersuara.

Boneka anak laki-laki didalam futon untuk mengenang peristiwa Futon Tottori
Boneka anak laki-laki berselimut didalam futon untuk mengenang peristiwa Futon Tottori

Menyedihkan sekali ya ceritanya, minna-san. Saya sampai sempat gagal move on gara-gara membaca kisah ini. Tapi yang jelas, sekarang jiwa kedua anak malang tersebut sudah tenang dialam baka sana. Dengan berakhirnya kisah ini, saya memberi selamat kepada minna-san, karena minna-san sangat beruntung, mengetahui kisah horror yang bahkan orang Jepang pun sangat sedikit yang tahu mengenai kisah ini, hehehe ^^v.

Oya, mengenai kuis yang saya buat di seri sebelumnya, teke teke, sudah pada dijawab belum? Kalau sudah baguslah, kalau belum, bisa dijawab disini. Bagi yang belum menjawab, jangan baca alinea berikutnya ya, saya akan tuliskan jawabannya disitu soalnya ^^

Jawabannya adalah onryo, karena teke teke masih ada balas dendam yang membuatnya tidak bisa pergi ke alam baka(ciri-ciri yurei), namun bentuknya sudah tidak seperti manusia(ciri-ciri yokai). Untuk yang sudah betul, selamat ^^v minna-san hebat! Untuk yang masih salah, bisa diasah lagi pemahamannya terhadap yurei, yokai, onryo disini, oke ^^. Sampai ketemu diseri berikutnya 😀

 

Source: ichinen-fourseasonsinjapan, Yurei Attack