Japanese Horror Series 3: Kappa

Unyu ya

Konnichiwaminna-san. Akhirnya Japanese Horror Series balik lagi setelah beberapa saat. Kalau di seri yang sebelumnya saya sudah menjelaskan kepada minna-san mengenai perbedaan Yurei dan Yokai, kali ini saya mau membahas tentang salah satu Yokai yang paling terkenal nih. Itu di gambar diatas pasti minna-san sudah tahu semua siapa makhluk tersebut, yap! Kappa namanya,  minna-san pinter deh, tepuk tangan! Dapet coklat ^^v. Oya, buat yang belum tahu perbedaannya Yurei dan Yokai, bisa dibaca disini nih.

Horee! Dapet coklat
Horee! Dapet coklat

Nah, sebelum saya bercerita panjang lebar mengenai apa itu Kappa, seperti biasa saya akan menjelaskan sesuatu yang out of topic, kalau mau dibaca ya silahkan, kalau tidak mau baca ya tidak apa-apa, tapi kudoain ntar malam yang nggak baca nggak akan bisa tidur nyenyak!(Loh, kok malah ngutuk? Bercanda-bercanda, hehehe). Kali ini saya mau bercerita mengenai sejarah kenapa saya kok tidak takut sama hantu, malah tertarik. Buat yang nggak percaya kalo hantu itu ada, wajib baca sejarah saya ini ^^.

Waktu saya masih oek oek(baca: bayi), saya lahir dirumah yang agak angker. Kok bisa angker? Karena memang rumah tersebut berhantu. Bagaimana tidak? Tiap malam, dikamar mandi kamar saya, selalu ada suara orang mandi sambil menggumam lagu-lagu Indonesia klasik, dan dapat dipastikan itu bukan kedua orangtua saya. Menurut suster saya waktu itu, kalau pintu kamar mandinya dibuka, suaranya berhenti, tapi kalau ditutup, muncul lagi suara-suara itu(hayo, serem kan?), dan saya selalu tidak bisa tidur setiap mendengar suara itu. Dan ketika keluarga saya memutuskan untuk pindah rumah, penduduk setempat memberitahu bahwa kamar mandi itu merupakan tempat bunuh dirinya anak perempuan tertua dari keluarga pemilik rumah. Makanya arwahnya gentayangan di kamar mandi itu.

Coba cek kamar mandi minna-san, hehe
Coba cek kamar mandi minna-san, hehe

Mungkin pasca trauma, semenjak saat itu, tiap malam ketika saya masih SD, saya adalah seorang yang sangat penakut, bahkan masuk ke kamar sendiri aja nggak berani padahal rumah saya yang keuda bersih ndak ada hantunya, nonton kism*s kisah misteri takut, nonton uji nyali di dunia la*n takut, bener-bener nggak laki banget,. Namun ketika menginjak SMP, keluarga saya sekali lagi pindah… kerumah berhantu, asseeekkkk ^^v. Dan semenjak saya aktif dikegiatan kerohanian, saya jadi ndak penakut lagi. Saya beberapa kali menyaksikan peristiwa fenomenal di rumah baru saya itu, seperti sesosok perempuan berambut panjang berkain kafan yang selalu duduk diatas exhaust fan gak peduli malam atau siang, atau pintu yang buka tutup sendiri, tapi saya tidak takut sama sekali. Saya malah “menantang” para hantu itu dengan doa ditengah malam, nonton TV sendirian ditengah malam, dll. Sejak saat itu, saya jarang diganggu sama para hantu itu, tapi sebagai gantinya, anggota keluarga saya yang lain yang diganggu, wahahaha.

Hingga detik ini, saya tidak takut lagi sama hantu, malah tertarik mempelajari hantu dan makhluk mitos dari berbagai negara didunia, dan Jepang salah satunya yang paling menarik. Oleh karena itu, minna-san mestinya berterima kasih kepada para hantu itu, karena tanpa mereka, saya tidak mungkin membuat japanese horror series disini ^^. Oke, cukup untuk sejarahnya, sekarang saya akan menceritakan mengenai kappa.

1. Ciri-ciri

Anatomi tubuh Kappa
Anatomi tubuh Kappa

Yang pasti bentuk tubuh diatas sudah ndak asing lagi ya buat minna-san, hehehe. Kappa merupakan gabungan dari 3 binatang, yakni wajah kera, paruh dan tempurung dari kura-kura, serta kulit tubuh dan kaki-tangan dari katak. Untuk lebih detailnya, saya akan jelaskan lebih lagi:

1. Bagian kepala: Wajahnya seperti kera, dan gigi dalam paruhnya setajam jarum. Dibagian mahkotanya berfungsi untuk menyerap air yang pada akhirnya digunakan sebagai cadangan air ketika didarat, selain itu ada rambut-rambut yang berfungsi untuk menghirup oksigen dari air cadangan yang diserapnya. Lehernya panjang dan menyerupai leher burung

2. Kaki-tangan: Tangannya berjari lima dan menyerupai tangan katak, cocok untuk berenang dan memegang sesuatu. Kakinya berjari empat dan cara berjalannya seperti menjinjit, layaknya kucing atau anjing. Kaki-tangan kappa juga bisa memanjang menjadi sangat panjang, karena nenek moyang kappa memakan buah gomu-gomu(apaan ini)

3. Badan: berwarna hijau seperti katak, dan memiliki tempurung yang berwarna coklat. Kappa dapat berlindung dengan bersembunyi didalam tempurungnya, dan satu-satunya pembeda dari kura-kura yang berlindung adalah paruh dari kappa yang akan selalu kelihatan meskipun berlindung didalam tempurung

2. Kenakalan kappa

Jenis-jenis Kappa
Jenis-jenis Kappa

Meskipun yokai, tapi kappa juga punya rasa punya hati lo, jangan samakan dengan pisau belati(malah nyanyi sendiri). Kappa juga suka ngerjain orang yang kebetulan lewat, misalnya: membuang gas yang sangat bau dengan sangat keras, atau mengintip kedalam pakaian wanita. Jadi buat minna-san yang suka mengintip pakaian dalam wanita atau suka membuang gas, jangan-jangan minna-san adalah kappa, wahahahaha.

3. Kejahatan kappa(Perhatian, jangan sambil makan sambil baca ini)

Buat yang suka buang air di kali, hati-hati ya
Buat yang suka buang air di kali, hati-hati ya

Ternyata kappa itu tidak selucu dan tidak seunyu seperti yang kita kenal lo. Mereka terkadang terlihat sedang menculik anak kecil atau bahkan membunuh orang dewasa dan memakan organ dalam mereka, nah loh. Mangsa mereka yang paling empuk adalah orang-orang yang suka buang air besar dipinggir kali, jika kappa melihat hal tersebut, maka kappa akan berenang hingga sangat dekat dengan orang tersebut, dan menangkapnya. Cara menangkapnyapun bervariasi:

1. Menangkap pantat orang tersebut dam menenggelamkannya hingga tewas, kemudian memakannya. Ini mah masih mending daripada yang kedua.

2. kappa akan menggunakan kekuatan gomu-gomunya, memelarkan tangannya memasuki lubang pantat orang tersebut, masuk terus hingga menggapai lidah orang tersebut, menggenggam lidah orang tersebut, kemudian menarik lidahnya melalui lubang pantatnya, sehingga seluruh isi tubuhnya terburai keluar. Sementara orang tersebut sekarat, kappa akan mengeluarkan hati/liver orang tersebut dan memakannya dalam sekali lahap.

Sekarang, orang-orang sering menggunakan WC ketimbang buang air dipinggir kali. Dan itu tidak menutup kemungkinan kappa tidak dapat menjangkau minna-san, berhubung tangannya dapat melar panjang sekali. Jadi kalo pas minna-san buang air, terus mendengar sesuatu bergerak dari bawah, segera loncat ya ^^. Tapi tenang, kappa tidak akan bisa hidup sampai ke Indonesia, karena mana kuat mereka menghadapi kotornya kali Indonesia, hehehehe.

4. Cara melawan kappa

 

Ilustrasi kappa klasik
Ilustrasi kappa klasik

Jika minna-san tertangkap oleh kappa, menurut Yokai Attack ada beberapa cara untuk melawannya:

1. Bertarunglah dengan sekuat tenaga! Nyawamu dalam bahaya!

2. minna-san membungkuk 90 derajat seperti di kebudayaan Jepang, siapa tahu kappa juga akan membungkuk 90 derajat, dan air yang tertampung dikepalanya akan tumpah. Ingat, kappa tidak dapat hidup tanpa air cadangan dikepalanya didarat

3. Ulur-ulur waktu hingga cadangan air dikepalanya menguap semua, strategi ini hanya jitu di musim panas

4. Lempar timun sejauh-jauhnya, siapa tahu kappa akan mengejar timun itu, berhubung timun adalah makanan favorit kappa, dan larilah sejauh mungkin

5. Pernah ada kasus kappa menyelamatkan anak kecil yang tenggelam disungai. Jadi kenapa minna-san tidak mencoba bertingkah seperti anak kecil saja? hehehe

5. Kappa dalam dunia modern

Larangan untuk dilarang berenang di sungai
Larangan untuk dilarang berenang di sungai

Dalam game, kappa sering diakui eksistensinya lo, banyak game yang menghadirkan sosok kappa didalamnya, seperti: Psychic Kappa di game Yu-Gi-Oh dan Kappa unyu pencari timun di game Harvest Moon

Psychic Kappa di Game Yu-gi-oh
Psychic Kappa di Game Yu-gi-oh
Kappa di game Harvest Moon
Kappa di game Harvest Moon, bisa bicara lagi

Dalam animeKappa diberi tempat di industri animasi dengan judul Kappa No Kaikata. Ceritanya ada seorang pria yang menjadikan kappa sebagai hewan peliharaannya dan diberi nama “Kaatan”. Namun karena pria tersebut tidak mempunyai pengalaman memelihara kappa, maka ia membeli buku mengenai cara memelihara kappa, namun memelihara Kaatan tidak semudah itu, karena  Kaatan sangat nakal dan pelupa. Bisakah pria tersebut menjadikan Kaatan sebagai hewan peliharaan yang dapat dibanggakannya?

Poster Kappa No Kaikata
Poster Kappa No Kaikata

Ternyata kappa juga mendapat tempat di industri makanan lo! Bukan berarti makan kappa, tapi sushi yang hanya berisi nasi dan timun disebut sebagai kappa maki. Apa hubungannya sushi tersebut dengan kappa? Timun merupakan salah satu makanan kesukaan kappa. Adapun kappa maki merupakan salah satu jenis sushi yang harganya paling murah lo, ya ndak kaget sih, karena isinya hanya nasi dan timun.

Kappa Maki yang sangat terjangkau harganya
Kappa Maki yang sangat terjangkau harganya

Nah sekarang minna-san sudah dapat pengetahuan banyak mengenai kappa, semoga setelah membaca artikel ini, minna-san tidak hanya membayangkan sesuatu yang unyu jika mendengar kata kappa, tapi juga membayangkan timun juga(gak jelas banget) hehehe

Sumber: Yokai Attack, ScaryForKids