Japanese Horror Series 1: Tomino’s Hell

Ilustrasi Tomino

Konbanwa Minna-san ^^v Minna-san sudah baca judul diatas kah? Pastinya sudah dong, terus sudah lihat gambarnya belum? Pastinya sudah juga saya yakin. Bagaimana pendapat Minna-san tentang gambar tersebut? Seram? Menjijikkan? Atau bahkan lucu? Saya yakin Minna-san pasti punya banyak penilaian mengenai gambar tersebut. Kalau penilaian saya sendiri apa? Jujur ya, menurut saya, cewek yang ada digambar itu adalah… Unyu ^^v. Saya tidak takut kah? Tidak jijik kah? Tidak sama sekali, karena saya adalah pecinta Horror.

Karena saya pecinta Horror, untuk itulah saya bikin Japanese Horror Series!! Buat Minna-san yang cinta horror, apalagi horror Jepang, Minna-san pasti senang mengikuti series ini.  Chotto Matte(tunggu sebentar), kenapa kok tiba-tiba saya bikin series ini? 

Baru-baru ini saya membaca buku karangan Hiroko Yoda dan Matt Alt yang berjudul Yurei Attack dan Yokai Attack, dan saya semakin mencintai hantu-hantu Jepang. Saya sejak kecil sudah menyukai kisah-kisah Horror dari berbagai negara dan Jepang merupakan satu dari banyak negara yang hantu-hantunya paling variatif. Kedua buku tersebut juga berisi banyak hantu yang sebelumnya tidak saya ketahui, jadi pengetahuan saya semakin bertambah ^^

Penampakan Yurei Attack dan Yokai Attack
Penampakan Yurei Attack dan Yokai Attack

Apa itu yurei? Apa itu yokai? Bagaimana bisa saya tidak takut hantu, Malah tertarik dengan mereka? Horror Jepang itu terdiri dari apa aja? Seiring series ini berlanjut, saya akan menjelaskan banyak pengetahuan kepada minna-san yang saya cintai  yang berbau Horror tentunya ^^. Oke, sekarang tanpa banyak cing-cong, akan saya ceritakan mengenai Tomino’s Hell. Makanya, segera matikan lampu anda, nyalakan lilin, dan sambil baca ini, jangan noleh kebelakang ya, ada yang ngeliatin tuh, hihihi.

 

Tomino’s Hell (atau dalam bahasa Jepang: Tomino no Jigoku (トミノの地獄))

Tomino’s Hell adalah sebuah puisi yang dibuat oleh Yomota Inuhiko (四方田 犬彦) pada buku berjudul “The Heart is Like Rolling Stone (心は転がる石のように), dan termasuk pada kumpulan puisi Saizo Yaso (西條 八十)  pada koleksi puisinya yang ke 27 pada 1919.

Ilustrasi Tomino
Ilustrasi Tomino

Ada cerita mengerikan dibalik puisi ini. Yakni suatu hari ada pasangan suami istri yang melahirkan anak pertamanya, yang diberi nama Tomino. Tomino lahir dengan kondisi yang tidak sempurna. Suatu saat, Tomino mencurahkan kreativitasnya dengan membuat sebuah puisi, namun puisi itu begitu mengerikan, hingga sang ibu mengurung Tomino tanpa memberinya makan. Singkat cerita, Tomino meninggal karena kelaparan. Beberapa hari setelah kematian Tomino, kedua orang tua Tomino meninggal secara tidak wajar.Sejak saat itu, munculah Urban Legend yang menyatakan bahwa siapapun yang membaca puisi itu keras-keras, akan terkena malapetaka atau bahkan kehilangan nyawanya. Berikut puisinya dalam 3 bahasa:

Bahasa Jepang:

Tomino no Jigoku

姉は血を吐く、妹(いもと)は火吐く、
Ane wa chi wo haku, imoto wa hihaku,

可愛いトミノは 宝玉(たま)を吐く。
kawaii tomino wa tama wo haku.

ひとり地獄に落ちゆくトミノ、
hitori jihoku ni ochiyuku tomino,

地獄くらやみ花も無き。
jigoku kurayami hana mo naki.

鞭で叩くはトミノの姉か、
muchi de tataku wa tomino no aneka,

鞭の朱総(しゅぶさ)が 気にかかる。
muchi no shubusa ga ki ni kakaru.

叩けや叩きやれ叩かずとても、
tatake yatataki yare tataka zutotemo,

無間地獄はひとつみち。
mugen jigoku wa hitotsu michi.

暗い地獄へ案内(あない)をたのむ、
kurai jigoku e anai wo tanomu,

金の羊に、鶯に。
kane no hitsu ni, uguisu ni.

皮の嚢(ふくろ)にやいくらほど入れよ、
kawa no fukuro ni yaikura hodoireyo,

無間地獄の旅支度。
mugen jigoku no tabishitaku.

春が 来て候(そろ)林に谿(たに)に、
haru ga kitesoru hayashi ni tani ni,

暗い地獄谷七曲り。
kurai jigoku tanina namagari.

籠にや鶯、車にや羊、
kagoni yauguisu, kuruma ni yahitsuji,

可愛いトミノの眼にや涙。
kawaii tomino no me niya namida.

啼けよ、鶯、林の雨に
nakeyo, uguisu, hayashi no ame ni

妹恋しと 声かぎり。
imouto koishi to koe ga giri.

啼けば反響(こだま)が地獄にひびき、
nakeba kodama ga jigoku ni hibiki,

狐牡丹の花がさく
kitsunebotan no hana ga saku.

地獄七山七谿めぐる、
jigoku nanayama nanatani meguru,

可愛いトミノのひとり旅。
kawaii tomino no hitoritabi.

地獄ござらばもて 来てたもれ、
jigoku gozarabamo de kitetamore,

針の御山(おやま)の留針(とめはり)を。
hari no oyama no tomebari wo.

赤い留針だてにはささぬ、
akai tomehari date niwa sasanu,

可愛いトミノのめじるしに。
kawaii tomino no mejirushini.

 

Bahasa Inggris:

Tomino’s Hell

The older sister vomits blood, the younger sister spits fire.
Cute Tomino spits treasured jewels.
Tomino died alone and fell into hell.
Hell, darkness, with no flowers.
Is it Tomino’s older sister that whips?
The number of red welts is worrisome.
Whipping and beating and pounding,
The path to eternal hell is only one way.
Beg for guidance into the darkness of hell,
From the golden sheep, from the nightingale.
How much is left in the leather bag,
Prepare for the endless journey into hell.
Spring comes and into the woods and valleys,
Seven turns in the dark valley of hell.
In the cage is a nightingale, in the cart a sheep,
In the eyes of cute Tomino are tears.
Cry, nightingale, for the woods and the rain
Voicing your love for your sister.
The echo of your cry howls through hell,
and a blood-red flower blooms.
Through the seven mountains and valleys of hell,
Cute Tomino travels alone.
To welcome you to hell,
The glimmering spikes of the needled mountain
Stick fresh punctures in the flesh,
As a sign to cute Tomino.

 

Bahasa Indonesia: 

Untuk yang bahasa Indonesia, saya terjemahkan sendiri dari Inggris ke Indonesia. itu berarti saya menantang maut dengan membaca puisi ini sekali lagi, semoga saya masih bisa melihat matahari terbit besok. Jika saya meninggal, sampaikan salam saya kepada pacar saya bahwa saya mencintainya:

Neraka Tomino:

Kakak perempuan memuntahkan darah, adik perempuan meludahkan api.

Tomino yang imut memuntahkan permata berharga.

Tomino meninggal sendirian dan jatuh ke neraka.

Neraka, kegelapan, tanpa bunga-bunga.

Apakah kakak perempuan Tomino yang mencambuk?

Jumlah bekas merahnya sangat mengkhawatirkan.

Mencambuk dan memukul dan berdebar-debar,

jalan ke neraka abadi hanyalah melalui satu jalan,

dari domba emas, dari burung bulbul.

Berapa yang tersisa di tas kulit.

bersiaplah terhadap perjalanan tanpa akhir menuju neraka.

Musim semi datang dan kepada hutan-hutan dan lembah-lembah,

Tujuh tingkat didalam gelapnya lembah neraka.

Didalam kandang burung bulbul, didalam kandang domba,

didalam mata Tomino yang imut adalah air mata.

Tangisan, burung bulbul, untuk hutan-hutan dan hujan

mensuarakan cintamu untuk saudara perempuanmu.

Gema tangisanmu melolong dineraka,

dan bunga merah darah mekar.

Melewati 7 gunung-gunung dan lembah-lembah neraka,

Tomino yang imut berpetualang sendirian.

Untuk menyambutmu ke neraka,

Kelipnya duri-duri dari gunung-gunung berjarum

tusukan tongkat segar didalam daging,

sebagai tanda dari Tomino yang imut.

Bagaimana? Translasinya indah, bukan?   Puisinya cukup aneh bukan? By the way, dibawah ini ada video tentang bagaimana Tomino’s Hell dibaca dalam bahasa Jepang. Bahkan orang yang membuat video ini tidak membaca puisi tersebut secara langsung. Dia menggunakan software pembicara untuk membacakan puisi tersebut, mungkin karena takut terkena malapetaka kali ya XD

Ada cerita salah seorang penyiar radio yang bercerita “saya pernah membacakan Tomino’s Hell untuk sebuah siaran radio yang dinamakan Urban Legend Radio. Awalnya saya baik-baik saja, namun lama kelamaan, tubuhku menjadi sulit untuk digerakkan. Saya hanya membaca setengah dan saya berhenti membacanya. 2 hari kemudian, saya mengalami kecelakaan dan saya mendapatkan 7 jahitan karena itu. Saya tidak mau berpikir bahwa kejadian ini disebabkan oleh puisi itu

Banyak pula cerita malapetaka yang dialami banyak orang setelah mencoba membaca puisi itu. Ada yang komputernya mendadak mati, ada yang tiba-tiba mengalami sakit perut, ada yang patah lengan, dll.

Author’s Note:

Dulu saya pernah membaca puisi tersebut secara keras-keras yang versi Inggris. Dan saya tidak berhasil membaca puisi itu sampai habis. Mengapa? Karena saya tiba-tiba mengalami sakit perut yang luar biasa. Ketika saya pergi ke klinik terdekat, dokter berkata bahwa maag saya kambuh. Padahal saya sebelumnya tidak sakit maag, dan 1 jam sebelumnya saya baru saja makan. Maka dari itu, saya rekomendasikan jangan baca puisi ini keras-keras, sayangilah hidup anda

Source: Scaryforkids, Wonderful life, BubbleNews