More Japanese Girl’s Rock!!! (Part 2)

Nah, udah lihat kan gimana awalnya Scene Japanese Girl’s Rock muncul, semua berawal dari Princess Princess (Lihat Di Sini). Lalu seperti apa perkembangan Japanese Girl’s Rock setelah mereka? Satu penerus awal dari Princess Princess yang juga gak kalah sukses adalah band yang beranggotakan empat Orang Lindberg. Meskipun hanya sang vokalis Maki Watase yang bergender Perempuan, namun ia menjadi ikon penting dalam band dan memegang peranan sebagai wajah dari Band tersebut.

Tidak seperti Princess Princess, hingga memproduksi 15 album, Lindberg tetap mempertahankan karakter Rock mereka. Salah satu Lagu Hits mereka adalah Single Kedua yang berjudul “Ima Sugu Kiss Me” (“Kiss Me Right Now”), yang paling dikenang oleh para fans hingga sekarang.

“Ima Sugu Kiss Me” meraih kesuksesan dan menghantarkan Lindberg meraih ketenaran. Bahkan setelah 20 Tahun perilisannya, penyanyi Jepang Jurian Beat Crisis yang juga diproduseri oleh pasangan Lindberg sang Vokalis Maki Watase dan Gitaris Tatsuya Hirakawa membiat cover untuk lagu tersebut.

Yah, Maki Watase dan Tatsuya Hirakawa memang rekan band dan juga pasangan yang menikah pada tahun 2002. Namun pernikahan mereka juga menandai Hiatus nya Lindberg, pada tahun 2002 itulah Lindberg berhenti berkarya. Taun 2009 barulah mereka kembali berkumpul untuk bereuni.

Selanjutnya di tahun 90an saat musik bergenre Rock memang sedang berkembang di Dunia. Di Jepang sendiri, genre Grunge yang saat itu sangat berkembang, tak terlalu banyak peminat di Jepang. Di Jepang lebih berkembang genre-genre yang lebih mengutamakan teknik seperti Power atau Speed Metal. Namun di masa itu ada juga penyanyi cewek yang dikenal lebih mengarah ke genre tersebut, ia adalah Nanase Aikawa, yang pada saat itu merupakan penyanyi muda yang penuh ambisi. Di usia 15 tahun dia sempat mengikuti audisi yang diadakan Sony Music Entertainment, namun breujung kegagalan. Tapi ditengah kegagalan itu Nanase bertemu dengan Produser Tetsuro Oda. Bersama Oda, Nanase memutuskan untuk berhenti sekolah dan meminta Oda untuk melatihnya. Hingga akhirnya pada November 1995, Nanase merilis single debutnya berjudul “Yume Miru Shojo Ja Irarenai”(“I Can’t Be a Little Girl Who’s Just Dreaming”). Yang menandai dirinya sebagai salah satu tonggak pergerakan Girl’s Rock pada waktu itu.

Dengan suara yang benar berbeda dari kebanyakan penyanyi cewek Jepang, membuat Nanase Aikawa menarik Fans Base yang Loyal. Karya-karya awalnya benar-benar menjadi Hits pada tahun itu, sementara saat memasuki era millenium, merupakan puncak karirnya, dan mungkin dalam hidupnya juga saat ia menemukan cintanya, menikah, hingga memiliki tiga orang anak. Hingga sekarang, kemampuan Vokalnya tidak mengalami penurunan kualitas maupun power, hal ini terbukti pada album terbarunya di tahun 2013 Konjiki, tapi tone nya memang lebih ringan dan lebih positif, mungkin karena ini mencerminkan kehidupannya yang lebih bahagia jika dibandingkan dengan awal karirnya. Oh ya, Info yang cukup menarik perhatian saya juga, si Nanase ini pernah melakukan tur bareng musisi besar sebagai band pengiringnya, seperti Marty Friedman (ex. Megadeth), Pata (X-Japan), Shinya (Luna Sea), dll.

Nanase Aikawa
Nanase Aikawa
w/ Pata (X-Japan)
w/ Pata (X-Japan)

Hmm,, lini terdepan dari pergerakan Girl’s Rock dari awal muncul dan selama dekade 90an telah kita sajikan dan nikmati. Mereka adalah Princess Princess, Lindberg, dan Penyanyi solo Nanase Aikawa. Lalu bagaimana kelanjutan Girl’s Rock memasuki Millenium/ tahun 2000an. Pastinya disini mungkin ada nama-nama yang sudah sangat familiar. Generasi ketiga ini akan kita bahas tuntas di Part ke 3 mulai memasuki tahun 2000 hingga Girl’s Rock yang baru, yang bisa kita nikmati sekarang. Stay Tune!! 🙂