Wabah virus corona membawa dampak bagi dunia seiyuu di Jepang, dimana dengan pembatalan event dan social distancing, banyak seiyuu yang jadi kesulitan bekerja dan cari kerja. Akan tetapi negara Jepang mulai berusaha beradaptasi dengan keadaan baru ini, selain dengan banyak seiyuu yang tetap kerja dengan jadi Youtuber atau Vlogger, studio perekaman suara anime juga ada yang mempraktekkan social distancing.

Contoh yang muncul di internet, adalah dari Mima Masafumi. Ia adalah orang yang bekerja dalam bidang suara pada industri anime dan game di Jepang, dari sebagai sound diector atau recording director. Dan tugasnya adalah menangani hal-hal yang berhubungan dengan audio dalam projek, dari suara seiyuu sampai suara efek.

Beliau adalah seorang veteran telah bekerja dalam banyak sekali anime, dari Cardcaptor Sakura dan Chobits sampai Shingeki no Kyojin dan Boku no Hero Academia, dan masih banyak lagi. Dan selain anime, ada juga game yang melibatnya seperti Children of Mana dan Pokemon X & Y.

Tapi balik ke topik utama, baru-baru ini ia membagikan tweet yang memperlihatkan bagaimana studio perekaman suara anime di Jepang beradaptasi mempraktekkan social distancing melalui foto-foto pada tweet itu.

Menarik melihat cara-cara yang dipakai untuk membuat para seiyuu dan staff dalam ruangan untuk bekerja pada jarak yang tak terlalu dekat. Seperti dengan membuat tembok pada sisi setiap mikrofon agar seiyuu tidak berdesakkan, atau juga memasang pembatas pada meja kerja para staff yang bertugas merekam suara.

Menarik melihat perubahannya dibandingkan sesi perekaman suara seiyuu sebelum wabah COVID-19 yang lebih berdesakkan. Karena itu juga studio yang dipakai memang berukuran besar, yang dikatakan Mima dikarenakan untuk mengutamakan keamanan kesehatan semuanya. Ia juga mengatakan berbagai hal lain yang dilakukan untuk semakin menjaga para aktor.

Diantaranya adalah mengharuskan mereka memakai masker dari saat keluar rumah sampai saat merekam suara, mengecek suhu badan di rumah dan studio, jangan meletakkan barang di lantai tapi di bangku yang disediakan, dan minimalisasikan obrolan dan pengucapan salam.